DIAW : Girlfriend System In The World

DIAW : Girlfriend System In The World
Chapter 42 - Kota Rithea


__ADS_3

Pertunjukan berakhir setelah kami memutuskan melanjutkan perjalanan. Aku menyerahkan para perampok ke ksatria di gerbang setelah sampai di tujuan.


"Apa katamu? Kau sendirian mengalahkan para perampok ini?" Yah, tentu masih ada yang ragu untuk mempercayai apa yang aku lakukan. Tapi sungguh, apa yang mungkin bisa membuat mereka percaya?


Aku pikir dengan menunjukan, "Aku berasal dari Serikat Petualang Kota Tulha, dan ini adalah kartu serikat ku." Akan membantu pada situasi ini.


"Oh, tentu. Ini masuk akal sekarang." Dan ... Eh? Apa yang terjadi? "Kami baru saja mengkonfirmasinya ... Bahwa kamu adalah Petualang Perak bukan? Begitupun dengan dua gadis ini yang berasal dari serikat. Yah, itu menjelaskan tentang kehebatanmu ini."


Sungguh? Satu-satunya hal yang membantu saya dalam masalah ini adalah tentang "Petualang Perak." itu? Ah, ya ... Bagaimana aku bisa lupa, jika itu adalah semacam posisi khusus yang hanya bisa dimiliki oleh beberapa orang tertentu saja.


"Lalu, emmm ... Permisi, bisakah kami memasuki kota sekarang?" Otto dengan raut muka agak gelisah menanyakan itu kepada para Ksatria yang menjaga gerbang.


Benar, kami sudah berada di lokasi tujuan. Tepatnya di depan sebuah dinding megah, berdiri sebuah tembok batu yang mengelilingi beberapa ratus rumah di dalamnya.


"Wah! Jadi ini adalah lautan, ya?" Liya, begitupun saya agak mematung sebentar begitu melihat sesuatu yang langka dalam kehidupan kami. Itu adalah kota, dan ada kapal di bagian pelabuhan.


Memang, seperti kota pada umumnya. Di lokasi tertentu berdiri semacam kastil pemerintahan. Aku tidak tahu siapa yang menguasai wilayah ini, tapi saya merasa tidak perlu untuk mencari tahu.

__ADS_1


"Selanjutnya ... Karena misi sudah selesai, kita akan berpisah mulai dari sekarang. Jaga dirimu, temanku Richard." (Otto)


"Ya, kau juga." Salam perpisahan sebelum kami mengambil jalan berbeda. Aku dan kelompok partyku memutuskan untuk mendatangi suatu tempat terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk kembali. "Bagusnya aku pergi kemana, ya?"


Karena tidak tahu harus melakukan apa. Aku memutuskan untuk mencari sesuatu di rumah serikat petualang di kota ini. Tentu, itu berbeda dari yang ada di Kota Tulha, dan agak besar sedikit, mungkin? Tapi aku bisa mengatakannya tidak sepenuhnya berbeda.


Kami kemudian masuk setelah menemukannya. Seperti biasa, akan ada yang menyapa kami.


"Permisi ... Adakah yang bisa saya bantu?" (Resepsionis)


"Aku ingin melihat-lihat apakah kamu memiliki misi yang sulit."


Yah, untuk beberapa alasan, aku tidak keberatan jika harus menerima misi sesuai dengan peringkat. Tapi, seperti yang aku duga, mereka tidak mempedulikan aku yang merupakan, "Petualang Perak.". Ah, mungkin itu karena saya bukan bagian dari mereka.


[Misi : Mengalahkan Monster Laut]


[Hadiah 10.000 tembaga]

__ADS_1


Tiba-tiba saja sistem mengeluarkan jendela yang memperlihatkan sebuah misi. Sungguh? Monster laut? Apakah di dunia ini ada yang seperti itu.


"Ah, mereka sering terlihat di laut. Makhluk raksasa dengan tentakel, mirip dengan cumi-cumi kurasa. Tapi dia memiliki ukuran tubuh yang tidak biasa." Tunggu, sepertinya aku pernah mendengar tentang ini. Makhluk raksasa, lalu dengan tentakel?


***


"Liya ... Apakah disini tempatnya?" Aku mendayung sebuah perahu kecil, kami berhenti di lokasi yang diyakini sebagai tempat kemunculan penampakan terakhir kali monster cumi-cumi.


"Ya, tapi ... Apakah anda yakin? Akan mengalahkan monster yang berada di peringkat B bahkan termasuk A dalam pencarian?" Ah, aku tidak terlalu mempedulikan tentang peringkat itu.


Sebelumnya, tentu, karena aku mengatakan, "Saya akan mengambilnya." dengan kata lain, mengambil misi penaklukan secara sepihak. Setidaknya, itu membuat resepsionis menatapku agak terkejut selama beberapa detik setelahnya.


Aku kemudian memutuskan untuk tidak peduli dan menanyakan dimana sarang monster ini, meskipun pada awalnya mendapat penolakan keras. Aku yang keras kepala ini berhasil menemukan bahwa saya harus memasuki lautan dengan menggunakan perahu tentunya untuk bisa menemukannya.


"Dan, disinilah aku akan ..." Hehehe ... Saya tidak bisa membayangkan akan mendapat berapa hadiah dari mengalahkan Cumi-cumi ini. Pertama dari sistem lalu serikat, namun sepertinya resepsionis tidak mempercayai aku yang bisa mengalahkannya, dan lebih yakin aku akan pulang dengan tangan kosong daripada mendapatkan hasil.


"Bagaimana menurutmu, Charlotte?" Aku menoleh ke arah gadis yang sejak dari tadi membuka mulutnya yang tanpa sadar keluar air liur.

__ADS_1


"Ah, ya ... Itu bagus! Emm, ah! Maksudku, mereka sungguh pasti besar dan enak!" Aku tidak tahu apa yang kau maksud dengan "Enak." itu, sepertinya dia terlihat antusias dengan ini.


"Lihat tuan ... Ada gelembung yang bermunculan." Apakah ini sudah dimulai? Yup, setelah Liya mengatakannya Ada bayangan besar yang sepertinya itu menuju ke perahu, dan itu membuat kami sedikit terguncang di bagian bawah.


__ADS_2