DIAW : Girlfriend System In The World

DIAW : Girlfriend System In The World
Chapter 46 - Permintaan Mendesak


__ADS_3

"Tunggu, kau bersedia melakukan itu?" Ya, seperti itulah. Aku menggangukan kepala menjawab pertanyaan gadis dihadapanku ini, tapi sebelum itu mendapatkan jawaban, "Ya!" dia memikirkannya untuk beberapa waktu. "... Bolehkah aku melihat kartu petualangmu?"


"Ini." Aku memberikan dia apa yang dia minta tanpa ragu. Saya menggangap itu sebagai konfirmasi bahwa aku memang memiliki kemampuan yang cukup.


"Ini mungkin akan sedikit lama, tapi apakah kau bisa menunggu selama beberapa saat?"


"Yah, asalkan itu tidak memakan waktu seharian, mengapa tidak?" Gadis itu pergi dalam kalimat terakhir itu dan meninggalkanku sendiri di meja. Aku memandanginya dengan senyuman smirik ketika dia menghilang di balik pintu.


"Ada apa, tuan?" (Liya)


"Tidak, hanya merasa senang karena aku menemukan sesuatu yang agak menarik perhatianku." Jika aku tidak salah melihat, ketika dia berdiri. Maksudku gadis yang baru saja saya ajak bicara tadi, saya menemukan semacam model senjata yang menurutku langka.


"Anda menyadarinya?" (Sistem)


"Ya, begitulah ... Sepertinya gadis itu memang berasal dari keluarga tidak biasa."


***


"A-Jadi kamu yang menawarkan diri untuk mengawal kami?"


"Siapa dia? Richard?" Charlotte menanyakan itu ketika dia melihat seseorang dengan jubah hitam yang menutupi sampai kepala mendatangiku.


Dia setidaknya terlihat anggun dan sopan karena sikapnya. Tidak tahu bagaimana, saya merasa seperti bertemu dengan seseorang yang kedudukannya lebih ... Ah, jadi, beginikah rasanya berbicara dengan seseorang yang status sosialnya jauh lebih tinggi dariku?

__ADS_1


"Aku mungkin belum memberitahu kalian sebelumnya, bahwa aku menyetujui untuk mengawal gadis ini pulang ke rumahnya." Tentu, itu akan terjadi setelah dia menerima aku melakukan misi tersebut. Tapi, kurasa itu tidak akan lama.


"Anda memang sepertinya memiliki kemampuan. Jujur, baru pertama kali saya melihat seseorang seperti anda." Tidak tahu, bagaimana reaksi gadis ini ketika mengatakan kalimat tersebut, sepertinya itu adalah kalimat pujian kurasa?


"Jangan lancang! K-Kau menyuruh T-Tuan ... Ah, maksudku Nona Ranne untuk memperlihatkan wajahnya?" Wow, mengapa anda yang marah, gadis yang meminta pertolongan kepadaku?


Aku tidak tahu apakah perkataan saya tadi itu menyinggung atau bagaimana. Tapi dari yang aku lihat, sepertinya mereka menolak untuk memberitahu kami rincian informasi tentang mereka.


"Ah ... Emmm ... Lalu, bagaimana menurutmu, Ange?" Gadis yang dipanggil Ranne menanyakan itu kepada temannya. Oh, jadi nama dia Ange?


"Aku hanya mengikuti apa keinginanmu T-Tuan ... Ah, nona Ranne!" Kenapa aku merasa dia selalu salah mengucapkan nama yang benar untuk Nona Muda nya ini?


Aku bisa menggangap posisi Ranne lebih tinggi dari Ange dari pembicaraan tersebut. Atau lebih tepatnya, menyebut Ange adalah pengawal dengan pedang, lalu Ranne yang merupakan nona muda yang misterius.


"Aku akan menyewa kereta mulai dari sekarang. Tapi sebelumnya, bisakah kalian jelaskan kenapa Nona Ranne dan Ange tidak memilih pulang sendirian saja?" Maksudku, jika hanya tentang kembali ke rumah, bukankah itu bisa dilakukan tanpa pengawalan?


Maaf, sepertinya aku belum memperlihatkan ini kepada kalian.


Nama : Ange


Ras: Manusia


Usia: 15 tahun

__ADS_1


Jenis kelamin: Perempuan


Profesi: Ksatria Pedang level 30!!!


Yup, dia memang agak lumayan untuk bagian profesi ini. Aku tidak tahu kenapa, kenapa bisa ada ksatria wanita di tempat seperti ini? Lalu, kembali ke topik, seharusnya dengan hanya mengandalkan Ange dan menaiki kereta menuju ke rumah mungkin adalah pilihan yang lebih mudah.


"Tapi, aku takut ... Seseorang sudah mengawasi jalur pulang kami dan menyiapkan banyak pembunuh untuk membereskan kita ..." (Ange)


"Maksudmu? Kau dan Nona Ranne sedang diincar?" Keduanya menggangukan kepala. Pantas saja, ini menjadi terjawab sekarang. Jadi mereka memang berasal dari keluarga yang terpandang?


"Ibu kota tepatnya ... Rumah kami berada disana, dan ... Tentu, kamu tidak perlu repot mengantarkan sampai ke dalam. Kami bisa melanjutkan sendiri dari gerbang."


***


Ada banyak hal yang belum aku ketahui dari Nona Ranne ini, tentu adalah alasan dia datang ke kota ini. Jika hanya sekedar bermain-main saja, mungkin tidak akan cocok menyebutnya demikian mengingat dia berasal dari lingkungan yang berbeda dariku.


"Aku kabur dari rumah ..." Apa katamu tadi? "Mungkin lebih tepatnya penasaran dengan dunia luar."


"Ahh, nona ..." Ange menutup matanya, dari cara dia melakukannya. Hmm? Sepertinya dia sedikit menangisi sesuatu. "Begitulah beliau, hanya dikurung di rumah tanpa bisa mengetahui apa yang ada di balik tembok."


"Maaf, sepertinya aku masih belum mengerti." Sebuah tembok? Lalu dikurung? Jika dia memang seperti itu, bukankah ini wajar? Maksudku, ternyata menjadi anggota dari sebuah keluarga terkenal tidak akan membuatku bisa berbuat apa saja yang aku inginkan.


Ranne contohnya, dia mungkin dilarang untuk keluar karena beberapa alasan. Ya, itu adalah menghindari diculik salah-satunya.

__ADS_1


Harga untuk menebusnya tergantung seberapa tinggi status korbanmu. Jika itu adalah aku yang merupakan seorang kepala keluarga terkenal, saya kemungkinan akan melakukan hal yang tidak akan membuat putriku dalam masalah dan merugikanku. Meskipun itu berarti mengorbankan masa kanak-kanaknya, ya seperti itulah pendapatku tentang situasi Ranne.


"Jadi ... Untuk selanjutnya, apakah kalian sungguh tidak akan memberitahuku dimana kemungkinan terbesar mereka akan muncul ... Ah, pembunuh itu maksudku."


__ADS_2