
"Ini adalah jalan yang akan mengarah ke Kota Rithea, mulai dari sekarang kita akan berada di kota lain, bersiaplah untuk kemungkinan terburuk." Untuk apa? Otto tiba-tiba menyuruh kami untuk selalu waspada, sungguh aneh sikap pria ini sejak kami melewati jalanan gunung pada pagi itu.
Disana, di jalanan ini hanya terdapat banyak pepohonan di dua sisi. Tentu, itu masih berada di dalam hutan. Lalu, mendekati sesuatu yang terlihat seperti bangunan dari kejauhan ... Ah, kurasa sudah saatnya saya menyebut ini sebagai pintu gerbang.
"Di desa ini, kita akan berhenti sebentar untuk membeli sesuatu." Aku menggangukan kepala, sepertinya tidak ada alasan bagiku untuk menolak permintaan tersebut.
"Bagaimana menurutmu, Liya?"
"Ah, iya! Mungkin kita bisa berkeliling sebentar ..." Sepertinya kita mendapatkan suara terbanyak untuk singgah. Baik, kalau begitu ...
"Berapa ..."
"Seratus ..." Sementara Otto sibuk dengan urusan berdagang, saya mengambil inisiatif untuk melihat-lihat desa bersama Liya. Yah, itu hanya terdiri dari beberapa atau lebih tepatnya belasan rumah kayu, lalu ada satu bangunan yang menarik perhatianku.
"Oh, anak muda. Apakah kalian tertarik untuk membeli sesuatu untuk sarapan?" Aku menoleh ke samping ketika ada wanita gendut yang menawariku makanan di warungnya.
"Maaf, sepertinya aku sudah makan tadi, bukankah begitu, Liya?" Saya tidak tahu bagaimana harus mengatakannya, tapi aku lebih tertarik untuk mencicipi masakan Liya daripada membeli.
Nama : Liya
Ras: Manusia
Usia: 16 tahun
Jenis kelamin: Perempuan
__ADS_1
Profesi: Penyihir level 71
Skill: Fire ball [E] | Meteor Falls level [C]
Keahlian Tambahan: Cooking [B]
Atribut: HP [F] | MP [D]
Status: Kekasih Richard
Yup, itu adalah level yang mengejutkan untuk seseorang yang baru saja belajar memasak. Aku menghabiskan sekitar seribu SP untuk membuat Liya menaikkan level itu. Tapi, tentu sebagai gantinya saya akan selalu makan enak setiap hari.
"Ah, oh ... Aku mengerti ... Maafkan aku karena bertanya." Tiba-tiba wanita tersebut memandangi seseorang disampingku, Liya memiringkan kepala sejenak menyadari tatapan ramah wanita tersebut.
"Bagaimana jika begini, nyonya. Aku memberikan anda uang, sebagai gantinya anda mengajari Liya memasak dari dasar." Semacam, menambah menu baru untuk sarapanku. Yah, aku tidak tahu alasannya tapi aku merasa tidak ada salahnya tentang "Mengajari Liya Memasak." tersebut.
"Aku tidak keberatan jika hanya mengajari, tapi apa kau yakin dengan itu, nona muda? Kau akan membutuhkan waktu untuk menghafal resep masakan dariku."
"Aku ..."
"Ah, tenang ... Anda tidak perlu khawatir. Atau bisa dibilang, dia ahli dalam mengingat." Aku tidak tahu mengapa, tapi seperti itulah yang aku katakan pada wanita itu. Bertanya-tanya apakah peringkat membuat semuanya menjadi mudah.
Maksudku, B adalah cukup tinggi bagiku. Ya, dia setidaknya berada di urutan ke tiga setelah S yang menempati urutan pertama, lalu A. Aku memutuskan untuk tidak memikirkan lebih jauh, karena ...
"Em, ya. Ini lumayan bagiku, ah ... Mereka dibuat dengan sangat baik." Aku menelan daging yang dimasak oleh Liya, sepertinya aku bisa mengatakannya berhasil untuk saat ini.
__ADS_1
Setelah kursus memasak, kami kemudian meninggalkan tempat itu, juga tidak lupa aku memberikan Nyonya tadi uang.
"Ah, tidak perlu ... Mengajari dia memasak adalah suatu kesenangan bagiku." Itu yang dia katakan. Aku merasa orang-orang ini terlalu baik. Tapi, tetap saja, aku memutuskan untuk tidak menerima semuanya secara gratis.
"Aku mungkin akan memerlukan bahan masakan lagi. Bisakah anda menjual beberapa untukku?" Tentu, aku juga tidak lupa diam-diam menulis sesuatu. Ya, itu adalah bahan masakan yang mungkin perlu aku beli lain kali, dan tidak lupa dengan resep.
***
"Ada apa, Richard. Sepertinya kau dalam suasana hati senang ..." Yah, kau tahu. Aku memang merasa bahagia hari ini, selain membuat Liya harus repot mempelajari banyak menu.
"Ah, tidak ... Saya melakukannya karena ingin." (Liya)
"Hmmph ..." Aku tahu, Charlotte pasti merasa ditinggalkan dalam situasi ini. Jadi aku memutuskan untuk membagikan sedikit suatu hal, "Apa?! Kau bisa membuat sesuatu yang berasal dari negaraku?!"
"Lebih tepatnya, dia bisa membuat sesuatu yang biasa kau makan." Meskipun aku tidak terlalu yakin dengan ini. Tapi, bukankah tidak ada salahnya untuk mencoba.
"Ya, asalkan kau memiliki bahan-bahannya. Lalu, resep ..." Bisa dibilang, semuanya akan beres hanya dengan dua hal itu saja. Seperti itu kata Liya. Kira, penjelasan ini mungkin agak membingungkan karena Charlotte tiba-tiba menangkat tangannya.
"Aku takut, kepala ini tidak mengingat satupun bahan masakannya." Ah, sial. Dia mengacaukannya, aku kira saya bisa mencoba juga hal-hal yang biasa dimakan oleh Charlotte.
"Menanyakan, apakah Tuan yakin dengan itu?" Sistem tiba-tiba berbicara. Ada apa? Tiba-tiba dia mengatakan itu. "Yah, anda mungkin tidak tahu. Tapi apa yang biasa menjadi menu makanan gadis naga itu adalah ..."
"Tunggu ... Kau mengatakan apa tadi?" Apakah aku tidak salah mendengarkan? Ya, itu adalah sebuah resep bagiku. Maksudku, sistem menjelaskan semuanya, tentang bahan masakan lalu langkah kerjanya. Baik, sepertinya aku memerlukan pena dan kertas. "Berhasil! Apakah ini yang kau cari?"
Aku langsung menyerahkan lembaran kertas tersebut kepada Charlotte, "Bagaimana kau tahu aku suka memakan kue roti?" Yah, itu dia yang menjadi masalahnya. Ketika aku menanyakan kepada sistem, dia berkata mengetahuinya setelah mencari tahu. Saya tidak mengerti apa maksudnya, tapi bukankah semuanya sudah beres sekarang?
__ADS_1
"Kue roti ya?" Ini agak aneh, para naga juga suka makan roti?