
"Baik Richard ... Aku akan meminjam gadis ini sebentar ..."
"Sampai bertemu lagi, Richard." Aku melambaikan tangan pada keduanya, mereka akan pergi sekarang ke suatu tempat.
"Apa kau yakin orang itu bisa dipercaya?" Maksudku, agak aneh menyebutnya orang kepercayaan, karena dia terlalu santai dan terlihat sangat konyol.
"Seratus persen yakin. Aku sudah mengenal beliau, yah memang dia bukan yang terbaik, tapi setidaknya beliau pandai mengajarkan sesuatu." Menjawab pertanyaanku, Aisha hanya mengatakan itu seolah-olah perkataanya memang benar.
Aku memutuskan untuk diam setelahnya, membicarakan ini mungkin akan membuang sedikit waktu, jadi aku mengubah topik ke.
"Aku juga memerlukan bahan-bahan untuk membuat potion itu, apakah kamu punya informasi mengenai keberadaan ladang bunga?" Aku rasa, beberapa jenis tumbuhan yang pernah aku temukan termasuk bahan tersebut. Jadi aku berniat untuk memanen beberapa untuk persediaan.
"Ada kok, bunga keabadian, dan bunga seribu manfaat, akar besi ..." Apa? Tunggu, nama-nama ini terdengar asing di telingaku. Diputuskanlah bahwa aku mungkin harus melakukan sesuatu untuk mengakali ini, sesungguhnya aku tidak mengerti dan tidak tahu bagaimana cara membedakan mereka, jadi yah ... Aku pikir akan menyerahkan itu pada Aisha.
__ADS_1
"Baik, kamu berniat membelinya dari Serikat?"
"Ya, apakah kau memiliki beberapa?" Langsung saja, aku memesan jenis tanaman yang dimaksud oleh Aisha, lalu ... Mengabaikan tentang nama-nama mereka, aku hanya menulis dan mencoret-coret di kertas. "Selesai!"
"Baik ... Aku akan menemui ketua untuk mendiskusikan tentang ini. Apakah kamu tidak masalah dengan menunggu?" Ya, tentu saja ... Itu mungkin akan sedikit melelahkan, tapi aku memiliki kegiatan untuk mengisi waktu luang.
***
"Sayang ... Ini pertama kalinya kamu mengajakku ke tempat ini." Ohoho ... Benarkah? Aku melihat Liya yang tersenyum ke arahku. Aku memutuskan untuk pergi ke ibu kota setelah urusan memesan tersebut, lalu menggunakan [Gerbang] untuk bertemu dengan penjaga yang menjaga pintu, membayar pajak masuk, lalu ... Selesai!
Ngomong-ngomong sepertinya itu adalah sebuah kesalahan. Maksudku, aku baru pertama kali melihat kota yang begitu ramai seperti ini. Mereka ... Pada setiap jalanan selalu ada beberapa yang lewat. Mungkin itulah yang membuat ibu kota terkenal sebagai kota yang sibuk.
"Kira-kira dimana kita bisa menemukan toko senjata?" Ah, seharusnya aku membeli peta sebelum datang ... Minimal mengajak Aisha ikut juga. Ngomong-ngomong aku bisa menyeretnya kesini dengan [Gerbang], tapi karena dia ada urusan yang berhubungan dengan pabrik kecilku, jadi aku segera membatalkannya.
__ADS_1
"Sistem ... Apakah kau bisa membantuku?"
"Anda berniat selalu mengandalkanku dalam setiap masalah?" Oh, tentu saja iya! Jika aku memiliki sistem, kenapa harus melakukannya dengan sulit? Bercanda ... Kau mungkin benar tentang tidak terlalu bergantung, tapi setidaknya aku memerlukan yang namanya penunjuk arah. "Selesai ... Saya sudah memindai ibu kota dan sudah membuat petanya juga."
"Oh, terimakasih banyak!" Aku melihat selembar kertas muncul dihadapanku dan tanganku secara reflek menangkap benda tersebut.
"Tapi itu dihargai seratus tembaga." Wow, perampokan! Itu bahkan terlalu mahal hanya untuk sebuah kertas, dan ... Tunggu! Jika ini adalah dunia abad pertengahan, seharusnya wajar mereka menghargai kertas semahal ini karena sulit dibuat mungkin?
"Ah, ngomong-ngomong ..." Aku menoleh ke arah peta, itu hanya terdapat gambar ibu kota beserta dinding tembok yang mengelilingi ribuan bangunan. Oh, lalu ada istana besar yang berada di tengah-tengah. Aku menoleh ke satu arah dan menemukan bangunan yang dimaksud, mereka berwarna putih dan mencolok, jadi aku bisa menyebutkan itu adalah istana raja. Dan, juga aku bisa melihat jalanan disini, lengkap dengan toko baju, kedai makanan, markas tentara, toko senjata dan ... Hmmm ...
Setelah menemukan apa yang sistem katakan sebagai toko senjata.
"Apakah disini?" Aku yakin tidak salah membawa kami menuju suatu tempat, mereka memang benar-benar sebuah bangunan yang dikhususkan untuk petualang. Maksudku, dari jendela bagian luar nya saja aku bisa mengintip ada sebanyak ratusan mungkin? Zirah-zirah besi dipajang disana.
__ADS_1
"Ah, selamat datang ..." Seorang gadis pelayan tersenyum ke arahku ketika kami memasuki toko. Dia terlihat lumayan menurutku, tapi ... Mengesampingkan soal itu. "A-Jadi tuan berniat membeli semacam zirah untuk melindungi?"
"Ya, kalau bisa itu tidak terlalu berat, dan bisa dibawa kemanapun." Aku berniat hanya membeli pelindung yang model ringan saja. Selain aku kekurangan uang untuk membelinya, kupikir dengan skill atau mantra tertentu aku bisa memodifikasi untuk ketahanan armor nya. Jadi, tidak perlu membeli yang mahal terlebih dahulu.