
"Itu memang benar, di kerajaanku sangat jarang ada yang membuat makanan semacam ini. Bisa dibilang aku mulai menyukainya sejak meninggalkan benteng." Meninggalkan apa katamu?
"Aku masih belum mengerti apa maksudmu." Tunggu, jika dia mengatakan disana tidak ada yang menyediakan kue roti. Berarti para naga masih belum tahu cara membuatnya, dan, yah, seperti dugaan saya, mereka dibuat di negara manusia.
Ngomong-ngomong, tentang pergi meninggalkan istana. Sepertinya itu tidak terdengar sesederhana itu.
"Benar, pada suatu hari mereka datang." Mereka? "Ya, para manusia dengan baju zirah berwarna perak. Mereka menyerbu istana lalu menangkap kemudian mengeksekusi mati ayah serta ibu dan seluruh keluargaku."
"Apa?!" Yang benar saja, aku baru tahu ada kejadian seperti itu.
"Jika harus menjelaskannya, kalian para manusia lah yang memulainya terlebih dahulu! Tiba-tiba menyatakan perang melawan kami!" T-Tunggu, berhenti disana. Aku masih belum dapat memproses apa yang kau katakan sebelumnya, tiba-tiba saja kita membicarakan tentang peperangan?
Jadi, itu berarti anda memang benar seorang Tuan Putri? Aku tidak tahu apakah dia berbohong padaku atau memang ini adalah kenyataan pahit seorang keluarga kerajaan yang melarikan diri dari rumahnya karena kalah perang?
Ya, seperti itulah. Ketika aku membuat Charlotte menceritakan lebih rinci, dia mengatakan bahwa semuanya terjadi begitu cepatnya. Api menyala di seluruh lorong, bahkan lebih parahnya lagi, hanya ada mayat dan darah disepanjang tempat tersebut. Lalu ...
"Ayahku ... Ah, bukan. Baginda raja menanamkan sihir untuk mengunci wujud naga ku selamanya. Tapi, jika memang diperlukan, aku masih tetap bisa menggunakan sayap untuk melarikan diri." Jadi itu menjelaskan mengapa dia tidak bisa berubah sepenuhnya menjadi naga?
Bukankah ini masuk akal sekarang? Yah, aku tahu. Anda pasti akan kehilangan banyak kekuatan bukan? Karena itu tersegel atau sejenisnya.
Tapi, disisi lain, itu secara tidak langsung akan membuat Charlotte aman ketika berada di lingkungan manusia. Namun, sepertinya dia tidak berbuat demikian.
"Kau benar ... Setelah insiden itu aku memutuskan untuk tidak terlibat apapun dengan dunia luar, termasuk tidak berhubungan langsung dengan manusia. Lalu, aku membangun rumah di sebuah hutan." Hutan, ah, maksud dia mungkin lokasi kastil yang pernah kami hancurkan sebelumnya, pasti adalah rumah yang dimaksud.
__ADS_1
Dan, tentu, itu akan berubah dari rumah sederhana menjadi kastil megah setelah ada seseorang yang berniat menjadikannya sebagai tempat kekuasaan.
"Untuk membalas mereka, aku kemudian menculik satu per satu orang dan membuang mereka ke dalam hutan. Lalu, menyebarkan rumor tentang kastil yang dihuni oleh hantu dan, selesai. Para pekerja pulang dengan rasa takut, lalu aku menguasai kastil dan hidup dengan damai." Tidak sebelum aku tiba-tiba datang dan mengacaukan apa yang menjadi keinginan Charlotte selama ini.
Hidup dengan damai ya? Setelah apa yang terjadi kepada keluarga gadis ini, kupikir dia akan mencoba untuk membalas dendam.
"Lalu, setelah membuatmu menceritakan semua ini. Adakah yang bisa aku lakukan untuk membantumu?" Yah, aku merasa tidak enak hati untuk mengatakannya tapi saya rasa perlu untuk meluruskan kesalah pahaman, bahwa tidak semua manusia itu sama seperti yang Charlotte pikirkan.
"Hmph! Aku tidak akan menerima bantuan dari manusia!" Itu yang dikatakan dia, tapi. Jelas anda sudah melakukannya. Dan, hei! Berhentilah menyangkal hal tersebut. "... Aku ... Ada ... Sesuatu yang harus aku minta tolong kepadamu ..." Tiba-tiba saja Charlotte seperti melupakan apa yang baru saja dia katakan tadi.
"Bisakah kau mengatakannya padaku?"
"Yah, ummm ... Begini, aku ..."
***
"Seseorang yang terlihat jahat?" Hanya ada satu hal yang bisa aku pikirkan, itu pasti adalah bandit yang biasa menargetkan kereta barang untuk dirampok.
Lalu, jika bukan, mungkin mereka adalah para kesatria yang melakukan pemeriksaan. Tapi, menurutku tidak. Karena kita membicarakan tentang orang jahat, dan, tentu ksatria tidak termasuk, kurasa.
Kebanyakan ksatria memiliki sifat baik, itulah yang aku temukan dalam buku cerita-cerita fantasi di dunia lamaku, tidak tahu, apakah itu termasuk di dunia ini.
"Berhenti disana ... Serahkan uang atau nyawa kalian akan melayang!" Yup, benar. Tidak ada ksatria yang menodongkan senjata kepada warga tercinta mereka. Aku tahu, dan saya sepertinya telah dihadang oleh sekelompok orang yang memperkenalkan diri sebagai perampok terkenal.
__ADS_1
"Eh ... Emmm ... Begini ..." Aku bingung harus memulai dari mana, mereka terlihat sama saja menurutku. Memakai kain yang menutup sebagian wajah, mirip seperti masker lalu ada yang membawa dua pisau sebagai senjata dan sisanya pedang besar atau senjata sejenisnya.
"Baik, aku rasa bisa membereskan mereka sendirian." Sebelum saya mengambil pedang, tidak lupa saya memeriksa menggunakan [Identification] untuk mengukur seberapa hebat mereka. "Yah, yang terlemah adalah level sepuluh lalu yang terkuat sampai level tiga puluh."
Serius? Mereka sangat lemah menurut status kemampuan, atau setara dengan petualang tingkat D. Ah, bukan, mungkin adalah tingkat F lebih tepatnya.
"A-Richard ... Apa kau yakin? Tidak akan mempertimbangkan untuk memberikan mereka uang?" Aku membalikan badan ketika seseorang memanggilku dengan suara agak ragu. Tentu saja ...
"Itu tidak akan terjadi!" (Richard)
"Heh ... Ternyata kau memiliki nyali bocah." Benar, dan untuk itulah saya akan menunjukan apa yang bisa dilakukan orang yang anda sebut sebagai 'Bocah' itu.
"Ughh!"
"Argh!"
Hanya terdengar suara "Arghhh!!!" lalu, "Dasar bajingan! Kau akan membayar untuk ini!" selanjutnya, selesai. Mereka berakhir terjatuh di tanah setelah aku selesai memukul yang terakhir dalam kelompok perampok itu dengan satu tinju yang mematikan.
Kira pertarungan ini lebih mudah untukku. Saya bahkan belum menggunakan skill. Sungguh, aku hanya bertarung dengan pedang, atau lebih tepatnya lebih banyak menggunakan tangan kosong dibandingkan menebas.
"A-Kau melakukannya." (Charlotte)
"Setidaknya ... Sisakan untuk saya juga ..." (Liya)
__ADS_1