DIAW : Girlfriend System In The World

DIAW : Girlfriend System In The World
Chapter 49 - Sesuatu Yang Besar Itu Adalah


__ADS_3

"Ah, yang benar saja!" Mengapa harus monster itu yang muncul pada saat ini?


"Bwahaha ... Kalian lihat! Ini adalah monster hasil skill summoning ku! Dia akan membunuh kalian beserta kau, Tuan Putri yang tidak layak!" Ada penyihir pemanggil tepatnya diantara mereka.


Yah, tentu itu akan terjadi. Maksudku, di depan kami. Tebak apa yang sedang berdiri disana sambil memegang balok kayu besar sebagai senjatanya?


"Dia adalah batu yang bergerak?" Golem tepatnya. Ketika Ange menyebutkan tentang itu, Charlotte segera menanggapinya dengan senyuman.


"Aku tidak akan sanggup, kau tahu, MP ku banyak berkurang ketika menghadapi mereka." Dia menunjuk sekitar dua puluh orang yang terkapar di tanah. Jadi kau menyerahkan ini kepadaku? Sungguh, apakah Liya juga kehabisan MP?


"Saya masih memiliki beberapa sihir. Apakah itu cukup untuk membantumu di saat terburuk, Tuan?" Ya, itu lebih baik dibandingkan tidak memiliki bantuan.


"Sepertinya hanya tersisa kita berdua sekarang." Aku menatap Golem di hadapanku, sungguh dia besar menurut ukuran, dan sepertinya dia agak keras di beberapa bagian. "Apakah kau sudah siap?"


"Goarr!" Aku tidak mengerti apa yang dikatakan makhluk ini, tapi sepertinya dia mengatakan, "Iya." untuk merespon tantangan duel ku.


Pertarungan kami dimulai ketika dia maju terlebih dahulu, tapi aku tidak menghindar dan sebagai gantinya saya menggunakan [Shock] ketika tanganku menyentuh bagian lututnya.


"Apa yang ... Ugh!" Aku terpental ketika dia menendangku pada saat saya masih memproses apa yang sedang terjadi. Jadi makhluk ini kebal akan skill kejutanku? Yah, mungkin karena dia adalah batu yang hidup yang menyebabkan tubuhnya menjadi tahan akan listrik?


"Sekarang apakah waktunya untuk menggunakan pedang ..." Yup, sepertinya itu adalah jawaban untuk saat ini. Mereka retak secara perlahan ketika aku mulai menggunakannya, dan itu akan membuat kerusakan semakin bertambah ketika saya menambahkan [Sharpen] untuk mrningkatkan daya hancur serangan.


"Hiyaaa!" Sekali lagi ... W-Wow! Aku melompat ke atas ketika apa yang aku sebut sebagai serangan susulan dari golem dilancarkan. Kali ini, dia yang membuatku mundur beberapa langkah, satu serangan mampu menghancurkan tanah dan membuat sekitarnya rusak parah.

__ADS_1


"Kumohon ... Jangan sampai kalah ..."


"Ah, kau jangan khawatir. Richard! Ah, maksudku pria itu tidak akan kalah karena dia memang sangat licik!" Andai aku mendengar apa yang dikatakan oleh Charlotte, saya pasti akan memberikan dia tarikan di telinga.


"Huft ... Hampir saja ..."


Aku berhasil membuat jarak dan mengamankan tempat untuk menggunakan skill. Hohoho ...Tebak ini mungkin sudah sampai ke seratus aku mempertajam pedangku dan beradu ketajaman dengan balok kayu besar golem, dan KRAK! Terdengar sesuatu yang menyerupai suara retakan kurasa.


"Silver memerah?"


Aku tidak tahu kenapa, setelah aku berhasil merusak senjata lawanku tiba-tiba saja pedang saya mengeluarkan reaksi yang aneh.


Aku anggap itu sebagai serangan terakhir dan meng-geBRUAK Golem sampai hancur menjadi puluhan bagian begitupun pedang saya yang terpisah menjadi dua atau lebih tepatnya patah karena satu alasan remeh.


Ini sangat mengejutkan, kau tahu. Ternyata dia bisa hancur karena aku yang terlalu banyak menambahkan [Sharpen] ke senjata? Seribu tepatnya.


"Kau ... Bagimana bisa ..." Ha ... Ha ... Tebak bagaimana ekspresi wajah seseorang yang mengaku telah memanggil makhluk tersebut. Dia terjatuh dengan lutut yang pertama kali menyentuh tanah disusul kedua tangan, sepertinya dia menangisi sesuatu. "Golem ku ... Kalah hanya dalam satu serangan?"


Ah, bukan. Aku kira itu tidak termasuk satu serangan. Sungguh, aku harus mengorbankan Silver ketika melakukannya, dan sepertinya aku harus membeli penggantinya sekarang.


"Sekarang kau sudah tamat ... Bagaimana? Apakah ada yang masih berniat-" Aku menghentikan kalimatku ketika semuanya ternyata memutuskan untuk berlari ke arahku sambil mengayunkan pedang.


"Kau sudah tidak bersenjata!"

__ADS_1


"Ya! Inilah waktu yang tepat untuk membunuh-Uaghh!" Bersamaan ketika itu terjadi, bola-bola api yang jauh dari atas langit menyelamatkanku dari kepungan orang-orang yang merasa memiliki kesempatan ... Kurasa aku harus berterimakasih kepadamu, Liya.


***


"Yah, dengan ini ... Bukankah tidak ada yang perlu dikhawatirkan lagi?" Semuanya menyerah dengan luka serius, dan ada beberapa diantara mereka yang kehilangan nyawa. Tapi, secara keseluruhan, aku bisa dikatakan berhasil mengatasi pertempuran kecil ini.


Yup, seperti sebelumnya setelah aku mengalahkan seseorang yang merupakan penjahat.


Aku akan mengirim mereka ke kota Tulha dengan bantuan keluarga naga dan menampar secarik kertas di wajah salah-satu pembunuh sebelum itu terjadi.


Tulisannya kira-kira seperti ini, "Mereka adalah pembunuh, terserah kamu akan menghadiahi berapa untuk kepala mereka. Aku akan mengambil hadiahnya setelah kembali." Lalu, setelahnya aku menyuruh temanku, Nyonya Naga yang terhormat untuk membawa mereka ke tempat yang seharusnya.


"Apakah anda yakin?" Maksudmu mengirim pembunuh ke Serikat?


"Ah, tenang ... Aku memiliki kenalan disana, dan mereka yang masih hidup pasti akan mendapat hukuman karena berniat untuk mencelakai Nona Muda."


Dan sebagai tambahan atas pertanyaan Ranne, aku kemudian meminta dia menggunakan kekuasaan dia. Maksudku, menyuruhnya agar tidak membiarkan berita ini sampai menyebar dan menyembunyikan siapa sosok yang sudah mengalahkan puluhan pembunuh dengan mudahnya.


Kau tahu, karena beberapa alasan, aku tidak ingin membuat musuh dari Keluarga Ranne ikut memusuhiku juga.


"Ah, anda tidak perlu khawatir. Aku memang tidak berniat untuk memberitahu siapapun tentang ini, karena saya akan dalam masalah jika itu sampai terjadi." Ya, tentu saja. Nona Muda sudah kabur dari rumah, mungkin dia akan mendapat hukuman atas perbuatannya ini. "Tapi, tetap saja. Ketika kita bertemu lagi, dengan cara yang pantas tentunya. Setidaknya bisakah saya memberikan anda sesuatu yang lebih layak?"


"Saya juga, biarkan saya membantu anda jika Tuan Richard dalam kesulitan." Ange menambahkan ketika dia berdiri dan menunduk hormat. Sungguh, apakah pantas bagi dua gadis yang berasal dari keluarga dengan status sosial tinggi bersikap seperti itu kepadaku?

__ADS_1


Aku memang tidak mengharapkan apapun selain uang, tapi jika itu memang merupakan keinginan dari para gadis.


"Yah, aku akan menantikannya."


__ADS_2