
"Untuk itu ... Mungkin di sekitar hutan kurasa?" Ranne tidak membantah hal tersebut. Jadi begitu, para pembunuh ini memang berniat untuk tidak meninggalkan jejak. Tapi.
"Darimana kau mengetahui informasi ini?" Ya, ini cukup aneh jika Ranee begitu saja mengetahuinya.
"Oh, sebelumnya kami dikejar oleh mereka. Tapi beruntung saya bisa berlindung di Rithea." Dan itu menjelaskan pengawal anda yang sibuk mencari bantuan?
Yah, semuanya mulai jelas sekarang. Seseorang kurasa, pasti ada niat untuk mencelakai Nona Muda ini. Tapi untuk tujuan apa?
"Aku tidak tahu apa motif di balik ini, tapi satu hal yang aku yakini. Mereka mengincar sesuatu dari ayahku ..." Mulai dari pembicaraan ini, ini akan terasa terlalu ikut campur jika aku menanyakan lebih detail. Jadi aku memutuskan untuk diam setelah dia mengakhiri kalimatnya.
Seperti yang aku katakan, kami akan memulai perjalanan menuju ibu kota.
Kebetulan itu berada sangat dengan dengan kota Rithea, sekitar dua hari perjalanan dengan kereta kurasa. Ya, untuk beberapa alasan, kami mungkin akan sampai lebih lama dari perkiraan.
"Itu adalah karena beberapa orang yang sedang menghadang ... Baik, darimana kita akan memulainya?" Aku menarik pedangku ketika seseorang dengan topeng yang menutupi hampir seluruh bagian wajahnya, tiba-tiba muncul di depan kereta kuda kami dengan pisau.
Ah, anda tidak perlu menjadi jenius untuk dapat mengenali mereka adalah seorang pembunuh sungguhan. Maksudku, mana ada orang baik yang menodongkan pisau kepada seseorang yang baru ditemuinya? Benar begitu bukan?
"Dengar bocah, aku tidak memiliki urusan denganmu! Katakan dimana gadis itu, lalu masalah diantara kita akan selesai, oke?" Dan, hei! Kita berhenti disana terlebih dahulu. Masalah? Aku tidak pernah ingat pernah bermasalah dengan para pembunuh? Ya, kupikir itu hanya berlaku untuk sekarang, karena kedepaannya ...
"Bagaimana jika aku mengatakan bahwa diriku adalah pengawal Nona Muda itu?" Reaksi yang terkejut terpancar jelas dari wajah pembunuh meskipun tertutupi oleh kain, saya yakin di bagian tertentu dia merasa agak marah. "Sudah kehabisan kata-kata?"
__ADS_1
"Ah ...Emmm ... Aku tidak peduli lagi!" Aku anggap itu sebagai tanda untuk memulai serangan, karena, sungguh! Pembunuh ini tidak hanya sendirian menghadang.
Di bagian kanan kereta kuda kami, sudah terlihat ada pergerakan dari mendekati belasan orang, lalu di arah berlawanan, kelompok dengan panah sudah siap dengan busur mereka. Apakah mereka akan menebak?
"Serang!" Sungguh mereka berniat menghujani kereta kuda kami?! Bohong, aku tidak terkejut dengan itu.
"Apa yang?"
"Lihat, mereka hanya memantul!" Ah, anda pasti bingung bukan? Melihat serangan tersebut hanya membuahkan hasil yang nihil. Menanggapi hal tersebut, seseorang yang berada di dalam kereta sudah mempersiapkan sesuatu untuk membalasnya.
***
"Uwahh! Mereka adalah api!"
"Apa yang kalian lihat? Jika tidak lari kau akan bernasib sama dengan temanmu, lho?" Ahaha ... Itu pasti mengagetkan pembunuh di bagian lain? Itu adalah, Charlotte yang tiba-tiba sudah berada dihadapan mereka.
"Serius? Apa dia adalalah iblis?"
"Hah? Siapa yang kau panggil seperti itu?!" Tebak itu akan membuat Charlotte sangat marah dan mengambil tombaknya.
Sementara mereka sibuk dengan pertarungan dari dua sisi kereta. Saya segera mengambil kesempatan untuk sedikit berbincang dengan seseorang.
__ADS_1
"Siapa namamu?"
"Aku tidak akan berbicara!" Lawan yang tidak mau berbagi informasi, ya? Yah, aku memang ada cara untuk mengatasi ini.
"Shock." Aku menggunakan skill sebanyak satu kali pada percobaan pertama dan dia tentu merasa tersetrum karena itu. "Hmmm? Masih tidak mau berbicara, ya?"
Kupikir aku harus meningkatkannya sampai ke dua ... Kemudian tiga dan ...
"Ah, cukup! Dengan cara apapun kau melakukannya, semua tidak akan berhasil terungkap! Dasar bajingan, matilah kalian karena Tuan Besar tidak akan pernah mengampuni serangga yang menghalangi!" Ah, tidak ... Jangan lakukan itu! Dia menusuk dirinya sendiri, lalu keluar darah di bagian ... Ugh, aku benci untuk mengatakannya tapi saya agak meremehkan bagian ini.
"Semuanya juga memutuskan bunuh diri. Jujur saja, mereka bisa dibilang sulit untuk diajar berbicara." (Charlotte)
Yah, aku sudah bisa menebak ini. Para penjahat ini, memang sangat profesional.
Ngomong-ngomong, ini adalah kesalahan terbesar saya yang melewatkan kesempatan untuk mengetahui siapa yang merupakan pelaku utama dari percobaan pembunuhan Nona Muda Ranne yang terhormat.
"A-Anda sungguh melakukan ini?" Baru saja aku membicarakannya, dia segera muncul dihadapanku dengan tangan berada di depan dada. Sepertinya dia tidak terbiasa dengan pertarungan.
"Itu adalah hasil kerjaku di bagian sana ..." (Charlotte)
"Maaf, tentang kebakaran di bagian kiri, sepertinya saya harus bertanggung jawab." (Liya)
__ADS_1
"Serius? Apakah kalian sudah terbiasa atau memang anggota partymu semuanya sangat kuat?" Ange jelas tidak bisa menyembunyikan keterkejutan dia setelah menyaksikan apa yang baru saja dia lihat tadi. Ah, jika kau menanyakan itu.
"Yah, bisa dibilang mereka semuanya sangat bisa diandalkan." Meskipun saya cukup jengkel karena Charlotte yang kadang suka tidak mendengarkan, tapi secara keseluruhan, semuanya tidak termasuk beban. Bahkan aku bisa mengatakannya, semuanya memiliki kemampuannya masing-masing.