
Dua minggu berlalu,
Peperangan antar Yuki dan juga Ozzie semakin panas, terlebih Ozzie semakin gencar menggoda Yuki dengan terus mengungkit jika Yuki pernah mencium pipi kanannya.
Meskipun begitu, Yuki dan juga Ozzie berhasil menyelesaikan 10 sketsa dengan kerja sama yang baik dan setelahnya selalu diwarnai dengan pertengkaran mereka berdua.
Sedangkan Yuri semakin hari semakin mengidolakan Ozzie, bahkan rasa kagum Yuri kali ini berubah menjadi perasaan cinta. Begitu juga dengan Leo yang rasa cintanya terhadap Yuki semakin bertambah.
Weekend ini, Ozzie dan juga Leo harus pergi ke Roma untuk urusan pekerjaan di sana. Tentunya hal ini merupakan berita gembira bagi Yuki yang sudah lama mendambakan kebebasannya.
“Pagi Mr Ozzie ...” Yuki menyapa Ozzie dengan sangat hangat saat hendak menyiapkan air mandi untuknya pagi ini.
Ozzie yang tengah fokus mempelajari desain bangunan di iPadnya pun langsung mengerutkan dahinya mendapatkan sambutan hangat dari Yuki.
“Kamu gak lagi sakit kan?”
Pertanyaan Ozzie kali ini langsung dijawab dengan gelengan kepala oleh Yuki.
“Tentu saja tidak, aku hanya sedang merasa sangat bahagia hari ini!”
“Apa ini karena aku akan pergi ke Roma bersama Leo?”
“Tepat sekali!” jawab Yuki sambil berjalan menuju walk in closet.
Pakaian untuk Ozzie sudah ia siapkan dari semalam saat Ozzie masih sibuk di ruang kerja bersama Leo. Jadi, pagi ini Yuki tinggal menyiapkan air hangat saja untuk Ozzie.
__ADS_1
Melihat Yuki tampak sangat bahagia mendengar kepergiannya ke Roma selama weekend, membuat Ozzie memiliki ide gila untuk menjahili Yuki.
Ia pun menanggalkan semua pakaiannya dan menutupi bagian bawahnya dengan handuk, setelah itu menyusul Yuki ke kamar mandi. Yuki yang terus bersenandung saat mengisi air di bathtub tidak sadar jika Ozzie sudah berada di dalam kamar mandi dan mengunci pintunya.
“Aku ingin pagi ini kau membantu menggosok punggungku, Yuki!” pinta Ozzie yang sudah berdiri di belakang Yuki.
“Apaaa?!” pekik Yuki terkejut dan langsung berbalik.
Sayangnya saat berbalik, Yuki tidak hati-hati dan menabrak tubuh Ozzie. Ozzie yang kurang keseimbangan pun mulai limbung dan hampir saja terjatuh.
Untung saja ia masih bisa berpegangan kran shower dan menahan tubuh Yuki. Air shower pun mengucur deras membasahi mereka berdua.
Yuki yang saat ini tengah mengenakan kaos putih polos, membuat Ozzie menelan ludahnya kasar karena kaos Yuki yang basah justru membuat bra yang dikenakan oleh Yuki terjiplak dengan jelas. Bahkan sesuatu yang terlindung di dalamnya terlihat sedikit menyembul membuat nafas Ozzie sesak seketika.
“Aku gak mau gosokin punggung Kak Ozzie! Lihat! Gara-gara kakak, bajuku jadi basah semua kan?” gerutu Yuki yang langsung memasang wajah kesalnya.
Yuki pun langsung mematikan keran shower dan menjauh dari Ozzie. “Enak aja! Emang kakak pikir aku cewek murahan apa?”
Dengan geram Yuki meninggalkan kamar mandi dan mengambil salah satu handuk yang tertata di lemari Ozzie. “Aku pinjem dulu handuknya, nanti aku balikin!” teriak Yuki sambil melenggang pergi kembali ke kamarnya.
Sedangkan Ozzie kini justru mengusap wajahnya kasar mengingat apa yang barusan terjadi padanya dengan Yuki.
“Sial! Kenapa malah jadi aku sih yang kikuk begini!”
Ozzie pun langsung masuk ke dalam bathtub dan berusaha membuang bayangan Yuki yang terus menari-nari di pelupuk matanya. Sayangnya bukan hilang, bayangan Yuki dengan kaosnya yang basah malah semakin jelas di pikirannya.
Sedangkan Yuki sendiri justru tidak sadar jika penampilannya sudah mengganggu pikiran Ozzie pagi ini. Ia hanya menggerutu kesal mengingat perintah Ozzie yang semakin gila terhadapnya.
__ADS_1
“Enak aja minta digosokin punggungnya. Emang dia pikir dia siapa!”
“Kamu sudah berhadapan dengan orang yang salah Mr Ozzie! Aku bukan wanita yang mudah mengikuti titahmu begitu saja!”
Setelah membersihkan tubuhnya, Yuki sengaja tidak langsung keluar dari kamar dan menunggu Ozzie dan Leo pergi meninggalkan Mansion. Saat Yuki melihat mobil mereka meninggalkan mansion, baru Yuki keluar dari kamarnya.
“Yuriiii!” teriak Yuki yang suaranya memekakkan telinga Yuri.
Yuki menuruni tangga dan langsung menarik kursi untuk duduk di samping Yuri.
“Masih pagi gini malah ngelamun sih! Harusnya happy dong karena weekend ini kita bebas dari dua cowok gila itu!”
“Tapi aku kayak ngerasa kehilangan tauk! Sepi aja gak liat Kak Ozzie mondar mandir di ruang kerja!” lanjut Yuri sambil menyangga kepalanya di atas meja.
“Diiih, kamu kenapa jadi bucin gini sih, Yuri! Kalo aku nih ya, Kak Leo tuh lebih baik dari Ozzie gila itu!” ucap Yuki.
“Eh, tunggu deh. Aku rasa kak Leo itu naksir loh sama kamu!”
“Naksir?” Yuki mengerutkan dahinya. “Gak mungkin lah! Kamu tahu sendiri kan berapa perbedaan umur aku sama dia? Dua belas tahun, Yuri!”
“Kalo aku sama Kak Leo ujung-ujungnya kayak pacaran ama sugar uncle dong!” celetuk Yuki sambil terkekeh pelan.
Ia sama sekali tidak pernah membayangkan menjalin hubungan dengan pria yang usianya terpaut jauh di atasnya.
“Loh, tapi Kak Leo gak keliatan tua banget kaan? Ganteng pula. Yaa sebelas dua belas lah kalo sama Kak Ozzie!” timpal Yuri membuat Yuki langsung menolak pendapat saudari kembarnya itu dengan menggelengkan kepalanya berkali-kali.
“Diiih, ngaco banget deh kamu! Gak lah. Aku sama sekali gak punya pemikiran sampai di situ!” tegas Yuki yang memang belum sama sekali memikirkan tentang pacaran sedikit pun.
__ADS_1