Dilema Cinta Arsitek Muda

Dilema Cinta Arsitek Muda
Masih Takut?


__ADS_3


Lima belas menit berlalu, Prisca tidak kunjung memejamkan matanya. Rasa kantuknya menguar begitu saja saat melihat gorden kamar Leo yang bergerak gerak karena tertiup angin malam dari balkon.


“Aduh, kalo tiba-tiba nanti ada seSuatu dari balik gorden itu gimana ya?” gumam Prisca. Pikiran Prisca yang mulai mengada-ada membuat rasa takutnya semakin kental.


Dug! Suara buah jatuh dari pohon membuat Prisca melompat ketakutan dan langsung berlari naik ke atas tempat tidur.


“Kak Leo! Aku takuut!” pekik Prisca yang tentunya membuat Leo langsung terbangung dari tidurnya karena tubuh Prisca pun kini men!nd!h tubunya dan memeluknya dengan sangat erat.


“Ya Ampun Prisca! Kamu ini kenapa sih?” tanya Leo dengan matanya yang memerah menahan kantuknya yang mendalam.


“It-itu tadi ada suara di balkon kamar kakak! Terus gordennya juga gerak-gerak sendiri kak! Aku takut!” jawab Prisca sambil memnyembunyikan wajahnya di dada Leo.


“Itu paling Cuma buat jatuh aja, Prisca!” Timpal Leo sambil menurunkan tubuh Prisca dari atas tubuhnya.


“Look at me!” Leo menarik dagu Prisca dan memandangnya secara intens.


“Gorden yang tertiup angin itu bukan hal mistis, Prisca. Kamu takut yang kayak gitu?” tanya Leo dan Prisca langsung menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


“Ya udah. Kalo gituh kamu tidur aja di sini sama aku. Jangan takut! Aku akan memeluk kamu biar gak diambil hantu!” tutur Leo membuat Prisca langsung memeluknya dengan sangat erat.


Senyum Leo pun langsung merekah sempurna. Malam ini dia menang banyak dari Prisca. Selain bisa tidur bersama perempuan cantik, Leo juga mendapatkan pelukan hangat dari adik sahabatnya itu.


Tanpa menunggu lama, Prisca pun terlelap dalam dekapan Leo. Dan Leo pun tidak bisa kembali menikmati tidurnya yang sudah berkali-kali diganggu oleh Prisca.


Kesempatan kali ini justru digunakan Leo untuk menikmati kebersamaannya dengan Prisca. Ia memandangi wajah Prisca yang terlelap secara intens sambil mengusap punggungnya dengan lembut.


Namun entah kenapa saat mengusap punggung Prisca, tangannya terhenti lama pada pengait br4 Prisca dan bermain sedikit lama di sana.


Sampai tanpa Leo sadari, tangannya berhasil membuka pengait br4 Prisca dan membuat Prisca langsung mengeluarkan nafasnya dengan lega.


Baru seperti ini saja, junior milik Leo mulai terasa sesak di bawah sana. Terlebih saat Prisca bergerak dan mengeratkan pelukannya seperti tengah memeluk guling, membuat Leo merasakan hal yang berbeda saat dadanya berhimpitan dengan milik Prisca.


🍄🍄🍄


Sedangkan di Rumah Sakit, Papa Yuketama akhirnya mendapatkan penjelasan dari Yuki jika uang yang didapatkan tidak lain adalah pemberian dari Ozzie, suaminya sendiri.


Namun saat Papa Yuke menjelaskan kepada istrinya jika uang tersebut adalah pemberian dari Ozzie, Mama Yuni pun menanggapinya dengan tanggapan yang berbeda.

__ADS_1


“Jika Ozzie dengan suka rela memberikan uang kepada Yuki untuk biaya rumah sakit Yuri, tentunya ia memiliki perasaan khusus bukan dengan anak kita, Yuri?” balas Mama Yuni.


“Bukan seperti itu, Ma. Ozzie murni memberikan bantuan. Dan kita juga tidak berhak memaksanya untuk jatuh cinta atau menjalin hubungan khusus dengan Yuri nantinya.”


“Tapi papa sendiri paham kan bagaimana dengan Yuri jika dia tidak bisa mendapatkan apa yang dia mau. Mama takut, jika kita tidak meminta tolong Ozzie untuk menerima cinta Yuri, kita justru akan kehilangan nyawa anak kita, pa!” tutur Mama Yuni.


“Lagi pula antara Yuki dengan Yuki juga tidak ada bedanya. Mereka berdua kembar identik. Jadi mama yakin Ozzie bisa memilih Yuri dan mencoba untuk mencintainya.”


Papa Yuke yang memang sengaja belum menceritakan pernikahan antara Ozzie dan Yuki pun hanya bisa menghela nafasnya panjang.


“Aku yakin psikiater yang ada di rumah sakit ini tentunya sangat handal dan berkompeten. Mereka pasti bisa memberikan terapi kepada pasien seperti Yuri agar selalu apa yang ia inginkan terpenuhi!” timpal Papa Yuke.


“Kita berdua juga jangan terus memberikan apa saja yang diinginkan, Yuri sayang. Kita juga harus melatih dia untuk bersyukur dengan apa yang dimiliki sekarang,”


“Aku takut kewalahan memenuhi keinginan Yuri satu persatu jika dia tidak pernah diajarkan untuk mengalah!” jelas Papa Yuke.


Sayangnya, hal ini justru tidak disetujui oleh Mama Yuni.


“Namanya anak, apapun keinginannya jangan sampai tidak terpenuhi. Apa gunanya papa bekerja jika tidak bisa memenuhi keinginan anak sendiri!”

__ADS_1


Karena hari mulai makin malam, Mama dan Papa Yuri langsung dibawa oleh besannya pulang ke Mansion dan ber-istirahat. Sedangkan yang menjaga Yuri saat ini adalah Ozzie dengan Yuki.


Yuri sendiri sudah terlelap dalam mimpinya dan tentunya membuat Ozzie memiliki kesempatan untuk berdua menghabiskan waktu bersama tanpa ada penghalang di antara mereka!”


__ADS_2