Dilema Cinta Arsitek Muda

Dilema Cinta Arsitek Muda
Dimana Yuri?


__ADS_3


Yuki pun mencoba menghubungi ponsel Yuri. Sayangnya berkali-kali Yuki melakukan panggilan, ponsel Yuri tidak dapat dihubungi. Tidak biasanya Yuri mematikan ponselnya, apalagi Yuki cek sudah 10 jam yang lalu Yuri terakhir online.


Karena jam pelajaran sudah hampir dimulai dan Yuri belum juga menampakkan batang hidungnya, Yuki pun akhirnya memutuskan untuk menghubungi Leo dan menanyakan keberadaan Yuri.


Panggilan Yuki pun langsung di angkat oleh Leo yang tengah bersama Ozzie di ruang kerja.


“Halo Yuki!” ucap Leo saat panggilannya tersambung.


Ozzie yang mendengar nama Yuki disebut pun langsung mendekat ke arah Leo dan merebut ponselnya.


“Kak Leo, aku mau tanya ini. Yuri ada di Mansion gak? Kok aku gak lihat dia ya di kampus?” tanya Yuki di ujung panggilan.


“Kenapa sih kamu nanyain Yuri ke Leo bukan ke aku?” balas Ozzie dengan nada tidak suka.


Yuki pun langsung melihat ke arah ponselnya dan kembali mendekatkannya ke telinga.


“Kok ponsel Kak Leo ada sama Kak Ozzie?” tanya Yuki kemudian. “Oh iya kak, Yuri ada gak?”


“Aku tidak tahu!”


“Kalau begitu berikan ponselnya ke kak Leo! Aku sangat mengkhawatirkannya.”


“Ck, lalu apa kau tidak khawatir dengan dirimu sendiri? Apa kau tidak berpikir jika 2000 pounds itu sangat menyulitkan kamu, Ara? Kenapa kau masih begitu yakin akan mendapatkan uang sebanyak itu?” tanya Ozzie bertubi-tubi untuk membuat Yuki menyerah dan menerimanya menjadi kekasih.


“Jangan bahas bagaimana posisiku, kak. Jika kakak memang sayang dan cinta sama aku, kakak gak perlu minta aku bayar ganti rugi bukan? Mana ada orang jatuh cinta tapi melakukan pemerasan terhadap perempuan yang dicintai. ANEH!” balas Yuki.


Ozzie mengusap wajahnya kasar. Bukan ini yang sebenarnya ia inginkan. Bahkan semua ini tidak pernah terlintas dalam pikirannya. Ia hanya asal-asalan memberi ancaman kepada Yuki agar Yuki menyerah dan menerimanya menjadi kekasih.


Di tengah kebimbangan Ozzie, ia meminta Leo untuk mengecek keadaan Yuri di kamarnya.


“Aku sedang meminta Leo untuk mengecek keadaan Yuri. Dan aku tegaskan lagi denganmu, Ara. Aku tidak pernah melakukan pemerasan. Aku hanya memberikan pilihan yang tentunya tidak sulit untukmu.”

__ADS_1


“Menjadi kekasihku atau membayar ganti rugi sebesar 2000 poundsterling. Itu saja!”


“Dan bodohnya kau, justru memilih pilihan yang paling sulit!” balas Ozzie.


Belum sempat Yuki membalas ucapan Ozzie, terdengar Leo memberi kabar jika saat ini Yuri tengah demam tinggi dan harus segera dipanggilkan dokter. Maid Dera yang sedari semalam menjaga Yuri pun mengatakan jika sejak semalam demamnya tidak turun dari 39 derajat.


“Apaaa? Yuri sakit?” tanya Yuki panik.


Yuri memang lebih rentan sakit daripada Yuki. Karena itulah ia tidak bisa berlatih bela diri atau kegiatan fisik yang memberatkan lainnya.


“Ya, maka dari itu pulanglah ke Mansion!” ucap Ozzie yang kemudian mematikan panggilannya.


***


Setelah mendapat kabar jika Yuri sakit, Yuki sama sekali tidak bisa konsentrasi dan terus saja memikirkan Yuri. Sampai kuliah usai, ia pun bergegas untuk menuju ke Mansion Ozzie. Langkahnya pun terhenti di selasar saat melihat Ozzie sudah berdiri di samping mobilnya.


Yuki pun langsung berputar balik untuk menghindari Ozzie. Namun sayangnya sosok Yuki sudah tertangkap oleh Ozzie dan ia pun memerintahkan sopirnya untuk mengejar Yuki.


“Jemput pacar aku pulang kuliah!” jawab Ozzie dengan santai.


“AKU BUKAN PACAR KAKAK!” tegas Yuki sambil membuang wajahnya keluar jendela.


“Yuri demamnya tidak turun juga dan Leo sudah membawanya ke rumah sakit bersama Maid Dera. Sepanjang perjalanan ia terus saja mengigau memanggil namamu!”


“Makanya, sekarang aku datang untuk jemput kamu. Kalau memang kamu gak suka aku jemput, kamu bisa keluar kok!” balas Ozzie.


Yuki pun akhirnya diam sambil menyandarkan tubuhnya di headrest sambil memejamkan matanya. Sejak bertemu dengan Ozzie, ia merasa hidupnya penuh dengan masalah.


Satu masalah belum selesai, timbul lagi masalah yang lainnya. Lelah? Jangan ditanya lagi, sudah pasti Yuki merasa sangat lelah. Terlebih dengan sikap Ozzie yang begitu memaksanya untuk menjadi kekasihnya.


Ketampanan Ozzie tentunya membuat wanita mana pun pasti tergila-gila dengannya dan tentunya ingin menjadi kekasihnya. Namun berbeda dengan Yuki.


‘Aku tidak tahu harus bahagia atau tidak dicintai oleh Kak Ozzie!’ gumam Yuki dalam hati.

__ADS_1


‘Debaran ini sangat terasa saat mendengarnya serius mencintai aku. Tapi, Yuri sudah menaruh hatinya lebih dulu untuk mencintai Kak Ozzie.’


‘Dan aku sendiri belum tentu bisa mencintai Kak Ozzie seperti Yuri mencintainya.’


‘Oh, Tuhan... Aku harus bagaimana?’


Berbagai pertanyaan berkecamuk dalam pikiran Yuki. Lama kelamaan Yuki pun tertidur karena sedari awal ia memang memejamkan matanya.


Sedangkan Ozzie pun memanfaatkan kesempatan ini. Sejak Yuki memejamkan matanya, ia terus saja memandangi wajah Yuki.


‘Kalian berdua memang sangat mirip, tapi kau lebih terlihat cantik di mataku, Ara. Dari sini aku menganggap kalian tidak identik!”


‘Bulu mata kalian jauh berbeda, bulu mata Ara terlihat sangat lentik sedangkan Yuri tidak. Warna pupil mata kalian juga berbeda. Pupil Ara tampak hitam dan sedikit kebiruan, sedangkan pupil Yuri berwarna coklat!’


‘Dan rasa ini tidak bisa dipungkiri lagi. Aku lebih merasa nyaman dan bahagia saat di dekatmu, Ara!’


Bruk!


Kepala Yuki terjatuh tepat di bahu Ozzie dan tentunya membuat senyum Ozzie langsung merekah sempurna. Tanpa pikir panjang lagi Ozzie langsung merengkuh tubuh Yuki dan memeluknya dengan sangat hati-hati karena takut Yuki akan terbangun dan langsung menjauh darinya.


Namun yang terjadi justru sebaliknya. Yuki justru melingkarkan tangannya membalas pelukan Ozzie dan menyandarkan kepalanya di dada Ozzie yang kini tengah berdebar debar tidak karuan. Ozzie pun semakin berani mengusap kepala Yuki dengan sangat lembut.


‘Ternyata singa betina bisa juga bersikap manja seperti ini!’ gumam Ozzie dalam hati.


‘Aku akan terus berjuang untuk mendapatkan hatimu, Ara! Cintaku memang gila dan tidak memiliki alasan khusus.’


‘Bahkan aku sendiri bingung kenapa bisa senyaman dan sebahagia ini saat berada di dekatmu yang sangat teramat menyebalkan!’


Sedangkan sopir Ozzie pun sadar tuannya sedang menikmati kebersamaannya dengan Yuki. Ia sengaja memelankan laju mobilnya agar tidak segera tiba di rumah sakit dan mereka kehilangan momen indah ini.


Tidak hanya itu, Sopir Ozzie dengan sengaja mengabadikan foto mereka berdua di dalam ponselnya dan mengirimkan kepada Leo.


 

__ADS_1


__ADS_2