
Yuki mulai mengerjapkan matanya saat wajahnya terkena pancaran sinar matahari yang masuk melalui celah gorden yang ada di kamarnya. Saat ia membuka matanya, betapa terkejutnya Yuki saat mendapati Ozzie tengah tidur sambil memeluk tubuhnya dengan sangat erat.
Tidak hanya itu, Yuki melihat dirinya sendiri yang sudah berganti mengenakan piyama, bukan pakaian yang semalam ia pakai. Yuki pun langsung berusaha melepaskan dirinya dari pelukan Ozzie sambil membangunkannya.
“Kaak, lepaskan aku! Bangunlah!” pinta Yuki yang terus menggeliatkan tubuhnya.
Gerakan tubuh Yuki membuat Ozzie mau tidak mau harus membuka matanya yang masih terasa berat karena semalaman tidak tertidur.
“Ada apa, Ara?” tanya Ozzie sambil memperlihatkan matanya yang merah.
“Katakan padaku, Kak. Apa yang udaah terjadi tadi malam dan bagaimana aku bisa ada di sini?” tanya Yuki.
Seingatnya, Yuki semalam dikejar oleh 5 orang preman bertubuh kekar. Namun karena ia begitu lelah, Yuki terjatuh dan tidak sadarkan diri. Setelah itu dia sudah tidak mengingat apa-apa lagi. Terlebih suasana jalan saat itu sangat sepi.
Bukannya menjawab pertanyaan Yuki, Ozzie justru meletakkan telapak tangannya di kening Yuki untuk mengetahui apa demamnya sudah turun.
“Aku menemukanmu tergeletak di pinggir jalan dengan lima orang preman yang mengitarimu dan tentunya menginginkanmu untuk menjadi wanita mereka.”
“Tubuhmu semalam mengalami demam tinggi. Setelah dokter Tian pulang, aku terus naik ke atas tempat tidurmu dan memastikan dirimu selalu merasa nyaman. Aku memelukmu agar panasnya tertransfer kepadaku!”
“Tapi kita berdua tidak melakukan apa-apa kan semalam?” tanya Yuki yang mulai sedikit merasa ketakutan.
“Memangnya kita bisa melakukan apa?” balas Ozzie
“Oh, nothing!” jawab Yuri sambil menyibakkan selimutnya dan siap untuk menuruni anak ranjang menuju kamar mandi.
__ADS_1
Namun belum sampai Yuri menginjakkan kakinya, Ozzie sudah langsung menarik tubuh Yuki sampai Yuki terjatuh kembali dalam pelukan Ozzie.
“Untuk apa terburu-buru, Ara. Aku bahkan masih sangat merindukanmu, sayang!” rayu Ozzie dan siapa pun yang mendengarnya pasti langsung terbang melayang di buatnya.
Sayangnya hal ini sama sekali tidak berlaku untuk Yuki yang masih memikirkan Yuri yang keadaannya sangat down saat ia tinggal semalam.
“Kak! Aku masih harus ke rumah sakit untuk melihat keadaan Yuri!” protes Yuki.
“Aku mohon, lupakan saja hubungan kita! Aku tidak akan menjalin hubungan apa pun dengan Kak Ozzie!” tutur Yuki.
“Anggap saja kita memang tidak pernah bertemu!”
“Sebenarnya apa yang terjadi denganmu, Ara? Sampai kau mengatakan hal ini tentang hubungan kita yang masih seumur jagung!”
Yuki menghela nafasnya panjang dan kembali berusaha untuk menjauh dari Ozzie.
“Keadaannya kali ini sangat kritis kak, dia sedang mempertaruhkan nyawanya untuk tetap berjuang hidup. Dan aku tidak bisa menjadi saudara yang egois seperti ini!”
“Jadi jika kakak memang tidak bisa membantuku, aku tidak akan menginjakkan kakiku kembali ke Mansion ini. Terlebih saat papa dan mamaku sudah tiba di London.”
“Karena bisa jadi aku akan dipulangkan ke Jepang untuk menebus kesalahanku yang tidak bisa menjaga Yuri dengar baik.”
Penjelasan Yuki kali ini membuat Ozzie tidak tega dan semakin bimbang untuk melangkah. Akhirnya Ozzie mempersilakan Yuki untuk membersihkan badannya, sedangkan ia langsung ke luar kamar untuk mencari keberadaan Priska.
“Prisca, aku membutuhkanmu!” tukas Ozzie saat melihat Prisca tengah mengeringkan rambutnya dengan hairdryer.
“Tentang Yuki Aurora?” tanya Prisca yang langsung dijawab dengan anggukan kepala.
__ADS_1
Prisca pun mulai menceritakan tentang bagaimana hubungan Yuki dengan keluarganya yang mana keluarga Yuki memang lebih perhatian dengan Yuri yang memang mudah sakit.
“Jadi kesimpulannya, Yuri lebih disayang dari pada Yuki?” tanya Ozzie.
“Ya, bisa dibilang seperti itu. Apalagi aku mendengar jika papa dan mamanya Yuki sedang terbang dari Jepang kemari!”
“Benarkah?” tanya Ozzie dengan nada terkejut.
Prisca pun langsung menganggukkan kepalanya menjawab pertanyaan kakaknya. Ozzie pun langsung berbalik ke kamar yang ditempati oleh Yuki. Sayangnya kamar tersebut sudah kosong dan bahkan Ozzie tidak menemukan barang milik Yuki satu pun.
Ozzie pun cepat-cepat menuruni anak tangga. Untungnya ia kali ini tidak terlambat. Yuki masih tampak membereskan barang-barang Yuri yang ada di dalam kamar bawah.
“Kali ini aku akan membantumu, Ara!” ucap Ozzie sungguh-sungguh.
Yuki yang tengah mengemasi barang-barang Yuri pun langsung berbalik dan mendekat ke arah Ozzie. “Benarkah kak?” tanya Yuki sedikit tidak percaya.
“Aku akan membantumu tetapi dengan satu syarat yang harus kau penuhi!”
“Katakan syarat yang kak Ozzie berikan karena aku pasti akan memenuhinya!” balas Yuki.
“Menikahlah denganku, Ara!”
🍄🍄🍄
Sambil menunggu kelanjutannya, mampir dulu yuk ke Novel bestie aku
__ADS_1