
“Yuki, ini adalah perkembangan kesehatan pasien yang paling cepat selama aku menangani pasien. Dan ini semua berkat kerja kerasmu. Congratulations, Yuki! Aku pastikan sebentar lagi Yuri akan segera pulih!”
Penjelasan Dokter Brigitta membuat Yuki senang bukan main. Akhirnya harapan Yuki untuk membuat Yuri pulih kembali akan segera terwujud. Namun, ada satu hal yang sedikit dikhawatirkan oleh Yuki, tentang Ozzie yang tentunya tidak mau terus berakting seperti ini.
“Tapi dokter, bagaimana jika nanti Kak Ozzie kembali menjauh darinya? Apa Yuri akan kembali dorp seperti kemarin?” tanya Yuki.
“Kemungkinan akan seperti itu Yuki. Tapi aku akan membantu untuk memberikan terapi khusus untuknya. Hanya saja untuk beberapa minggu ke depan, pendekatan seperti perlu dilakukan sampai kondisi Yuri pulih seperti sedia kala.”
Yuki pun bisa memahami hal tersebut. Setelah dirasa cukup, Yuki pun undur diri dan keluar dari ruangan Dokter Brigitta. Saat Yuki keluar dari pintu lift, tampak Ozzie tengah menikmati kotak bekal yang dibawakan oleh Leo.
Dengan semangat dan senyumnya yang merekah, Yuki pun berjalan mendekati Ozzie yang saat ini memiliki status sebagai suaminya.
“Mau aku suapi, Kak?” tawar Yuki membuat Ozzie mendongakkan kepalanya dan menatap istrinya lekat-lekat.
“Tentu saja aku mau, sayang!” balas Ozzie sambil menyodorkan kotak bekalnya kepada Yuki.
Dengan telaten Yuki pun menyuapi suaminya. Bahkan jika ada sisa nasi yang tertinggal di ujung bibirnya, dengan lembut Yuki membuangnya sambil membersihkan mulut Ozzie yang sedikit belepotan menggunakan tisue.
“Aku sangat bahagia sekali mendapatkan perhatian darimu, Ara!”
“Aku lebih merasa bahagia, Kak. Terima kasih banyak sudah mau membantuku!”
__ADS_1
Ucapan Yuki barusan membuat Ozzie mendekatkan dirinya ke arah Yuki dan berbisik pelan.
“Aku ingin upah untuk kerja kerasku hari ini, Ara sayang!”
Bisikan Ozzie barusan membuat Yuki meremang. Bahkan debaran jantungnya langsung berubah menjadi ritme yang sangat cepat. “Tidak hanya itu, nafas Yuki kini juga mulai tidak beraturan dan membuatnya sedikit kesulitan bernafas.
“Memang apa yang kakak inginkan dariku?”
“Aku menginginkan semua yang ada pada dirimu, Yuki.”
“Dan izinkan aku mengabsen dan mencicipinya setiap inchi!” jelas Ozzie dengan nada berbisik.
Cepat-cepat Yuki mendorong tubuh Ozzie agar menjauh darinya. “Kaak, ini di rumah sakit. Jangan macem-macem deh!” protes Yuki.
“Memangnya kenapa istriku sayang?” tanya Ozzie sambil menarik dagu Yuki dan sedikit m3ny354pnya dalam-dalam.
“Ikut aku ke suatu tempat yuk. Leo sudah mempersiapkan kejutan untuk kita!” ajak Ozzie sambil menarik tangan Yuki.
“Kemana kak? Aku kan masih harus menemani Yuri!” sanggah Yuki menolak ajakan Ozzie.
“Yuri sedang istirahat dan Leo akan menemaninya sampai besok. Dan aku ...”
Ozzie sengaja menggantung kalimatnya agar istrinya penasaran.
__ADS_1
“Kok gak dilanjutin?”
Ozzie tersenyum tipis sambil mendekatkan bibirnya ke telinga Yuki sambil berbisik.
“Dan aku ...”
“Sudah tidak sabar untuk menjadikanmu sebagai istriku sepenuhnya dan melewati malam panjang kita berdua!”
Deg!
Tubuh Yuki seketika meremang mendengar apa yang sedang diinginkan oleh Ozzie saat ini. Namun Yuki tidak bisa berucap apa-apa meski hanya sepatah kata pun dan ia hanya bisa menggigit bibir bawahnya sendiri.
Tangan Ozzie terulur mengusap bibir Yuki, “Jangan digigit sayang, biarkan aku nanti yang menggigitnya dengan mesra!”
“Kaaaak!”
“Aku kan masih kuliah!”
Ozzie langsung paham apa yang tengah dikhawatirkan oleh Yuki saat ini. Perlahan ia mengusap kepala Yuki dengan lembut dan memeluknya.
“Kita bisa menunda untuk memiliki baby, sayang. Namun aku sudah tidak bisa menunda lagi keinginanku yang sangat menginginkanmu, Ara!” jelas Ozzie sambil menarik tangan Yuki dan mengajaknya pergi dari rumah sakit.
Yuki pun mau tidak mau mengikuti langkah Ozzie meski dalam hatinya sudah dag dig dug tidak menentu membayangkan apa yang sebentar lagi akan terjadi padanya.
__ADS_1
Melihat Yuki yang diam menuruti keinginannya membuat hati Ozzie bersorak gembira.
‘Maafkan aku, Ara sayang! Aku harus segera membuatmu menjadi milikku seutuhnya. Karena jika tidak, aku pastikan kau akan mundur memperjuangkan hubungan kita dan memintaku memilih saudara kembarmu yang sama sekali tidak aku cintai!’ gumam Ozzie dalam hati.