Dilema Cinta Arsitek Muda

Dilema Cinta Arsitek Muda
The Last Chapter


__ADS_3


Yuri yang terjaga dan hendak keluar dari kamar Ozzie kini langsung menghentikan langkahnya saat melihat Ozzie tengah menaiki anak tangga. Ia berharap Ozzie akan segera masuk ke dalam kamarnya. Namun harapan Yuri harus pupus seketika saat Ozzie justru memilih masuk ke dalam kamar Yuki.


“Kak Ozzie mau ngapain masuk ke kamar Yuki?” tanya Yuri.


Tak lama kemudian tampak Yuki mulai menaiki anak tangga menuju ke kamarnya. Namun saat Yuki hendak membuka pintu kamarnya, bahunya ditarik dari belakang oleh Mama Yuni dan membuat Yuri sedikit terkejut.


“Mama!”


“Bukankah mama sudah mengingatkanmu tadi, kau harus mengalah pada Yuri dan meninggalkan Ozzie meski dia sudah memilihmu dan juga menikahimu, Yuki!” tegur Mama Yuni membuat Yuri yang sengaja mendengarkan mereka dari balik pintu kamar Ozzie langsung tersentak kaget.


“Kenapa sekarang malah kamu perbolehkan untuk tidur di kamarmu?!” tanya Mama Yuni dengan nada tidak suka.]


“Ini bukan kemauan Yuki, Mama!”


“Kalau begitu suruh dia keluar dan kembali masuk ke dalam kamarnya!”


Yuri yang mendengarkan percakapan mereka berdua pun langsung menyandarkan tubuhnya di pintu kamar dan menangis.


“Jadi Kak Ozzie menjadikan aku kekasih hanya penipuan belaka. Dia bahkan sudah menikah dengan Yuki!” gumam Yuri yang sudah tidak bisa membendung air matanya.


Tak lama kemudian terdengar suara Ozzie yang keluar dari kamar Yuki.


“Maaf mama! Kau sudah tidak berhak lagi atas diri istriku. Lagi pula ini adalah mansionku. Jadi aku berhak dan bebas untuk tidur dimana saja asalkan dengan istriku!” tegas Ozzie.


“Tapi nak, harusnya kau menjaga perasaan putriku Yuri yang teramat sangat mencintaimu.”


Yuri yang sudah tidak tahan terus-terusan bersembunyi pun akhirnya keluar dari persembunyiannya dan langsung angkat bicara.


“Hai semuanya, selamat malam!” sapa Yuri.


“Selamat ya untuk pernikahan kalian berdua!” Yuri langsung menguLurkan tangannya untuk memberi ucapan selamat.


“YuRi!” panggil Yuki, Kak Ozzie dan Mama Yuni


“Aku tahu, Kak Ozzie pasti memberikan syarat yang berat bukan untukmu, Yuki. ini juga agar dia mau menjengukku dan membawaku pulang dari rumah sakit kan?” tanya Yuri sambil menyeka air matanya.


“Emm, Yuri. Ini semua tidak sesuai dengan apa yang lihat dan dengar!”


“It’s okey Yuki. Aku sekarang akhirnya tahu jika kalian sudah menikah! Tapi ada satu hal yang ingin aku ketahui. Apa kau juga mencintai Kak Ozzie?”

__ADS_1


Pertanyaan Yuri kali ini membuat Yuki terdiam karena bingung hendak menjawab apa.


“Tidak!” jawab Mama Yuni dengan tegas. “Dia sama sekali tidak mencintai Ozzie meskipun telah menikah, Yuri!”


“Maaf, mama! Kali ini Yuri butuh jawaban dari bibir Yuki sendiri!”


“Aku dan Yuki sudah melakukan hubungan suami istri, jadi tidak mungkin jika Yuki tidak mencintaiku!” timpal Ozzie membuat Yuri kembali meneteskan air matanya.


“Apa yang dikatakan Kak Ozzie itu benar Yuki?” tanya Yuri sambil mencengkram kedua tangannya di kedua lengan Yuki.


Kini pun Yuki hanya bisa menganggukkan kepalanya.


Plak! Satu tamparan dari Mama Yuni mendarat mulus di pipi Yuki karena saking geramnya terhadap Yuki yang tidak bisa ia ajak kompromi kali ini.


“Stop! Mama! Jangan siksa Yuki seperti ini!” ucap Yuri sambil memeluk Yuki dan menghindarkannya dari amukan mama Yuni.


“Yuri, dia memang pantas mama pukul karena tidak bisa mengalah denganmu!” hardik Mama Yuni yang hendak menyerang Yuki namun langsung di hadang oleh Ozzie.


“Sudahlah mama! Tidak perlu diperpanjang lagi masalah ini! Yuki sudah selalu mengalah denganku!”


“Kali ini, biarkan aku yang mengalah untuknya, Mama. Biarkan dia bahagia bersama dengan Kak Ozzie!” jelas Yuri panjang lebar membuat Yuki dan juga Ozzie sama-sama terhenyak.


“Mama!” panggil Papa Yuke yang baru keluar dari kamarnya karena mendengar keributan di Mansion.


“Tolong jangan biasakan membuat kegaduhan di Mansion orang apalagi di Mansion menantu sendiri! Ini memalukan Mama!”


“Tapi papa!” elak Mama Yuni yang masih meninggikan egonya.


“Stop mama! Yuri paham Kak Ozzie tidak sepenuhnya menganggap Yuri sebagai kekasihnya. Ini pasti ia lakukan hanya untuk pemulihan kesehatan Yuri.”


“Lagi pula kalaupun Yuri juga menikah dengan Kak Ozzie, tetap saja yang ia cintai hanyalah Aurora, bukan Amanda!”


Yuri kemudian memandang Yuki dan menangkupkan kedua tangannya di kedua pipi Yuki.


“Dan kau Yuki, katakan padaku dengan jelas! Apa kau benar-benar mencintai Kak Ozzie?”


Yuki pun memandang Yuri dengan sendu. “Maaf Yuri, Aku sekarang benar-benar sangat mencintai Kak Ozzie!” jawab Yuki.


Yuri pun lagsung memeluk Yuki dengan sangat erat. “Kali ini aku akan mengalah untuk yang pertama kalinya, Yuki. Semoga kau bahagia dengan kemenanganmu atas ku! Terima kasih karena selama ini sudah sering mengalah untukku, Yuki! Aku sangat menyayangimu!”


Tangis Yuki pun pecah seketika. Ia membalas pelukan Yuki dengan sangat erat. Ia benar-benar tidak menduga dengan apa yang dikatakan oleh Yuri kali ini. Namun, semuanya tampak tulus meski ia sangat berat untuk mengalah kepadanya kali ini.

__ADS_1


Sedangkan Ozzie dan Papa Yuke merasa lega setelah mendengar semua ucapan tulus Yuri. Dari sini Ozzie melihat kebaikan dan kasih sayang Yuri yang begitu besar untuk saudara kembarnya.


Papa Yuke pun mendekat dan turut mendekap kedua anaknya. Kemudian ia menarik tangan Mama Yuni untuk turut bergabung memeluk anak mereka.


“Maafkan Mama yang selelau menuntutmu untuk mengalah Yuki. Mama sayang dengan kalian berdua!” tukas Mama Yuni membuat keadaan di Mansion Ozzie semakin mengharu biru.


Mereka berempat pun akhirnya memutuskan untuk mengobrol di ruang tengah agar masalah ini benar-benar selesai tanpa meninggalkan luka.


“Jadi kau benar-benar akan merelakan Ozzie untuk Yuki?” tanya Papa Yuke dan Yuri menganggukkan kepalanya dengan mantap.


“ Ya, papa! Dan besok aku ingin semua berkasku yang ada di kampus dicabut saja dan kita pulang ke Jepang!” pinta Yuri. “Aku sangat merindukan Jepang, pa!”


Kemudian Yuri menatap ke arah Yuki dengan senyum manisnya. “Tidak masalah kan jika aku menginggalkanmu di sini?” tanya Yuri. “Aku akan mengunjungimu kembali saat aku sudah memiliki kekasih nanti!”


Yuki pun membalas senyuman Yuri dan menganggukkan kepalanya, “Thanks a lot Yuri! Kau benar-benar saudara kembar terbaikku!”


“Terima kasih juga karena sudah selalu mengalah untukku! Kau juga saudara terbaikku, Yuki!”


Ozzie pun turut terharu melihat keduanya yang saling dukung satu sama lain.


“Kali ini aku baru bisa mengatakan kalau kalian berdua kembar identik. Kalian sama-sama memiliki hati yang baik!” puji Ozzie membuat Yuri sangat bahagia.


“Akhirnya aku mendengarkan pujian yang keluar dari mulutmu untukku kak Ozzie! Tenang saja, aku akan menjadi orang yang baik untuk ke depannya!” balas Yuri.


“Aku titip Yuki yaa, Jangan pernah menyakiti saudara kembarku!”


“Tentu saja, Yuri. Aku tidak akan menyakiti wanita yang sangat aku cintai ini!” balas Ozzie.


Akhirnya mereka semua saling berdamai dan mulai hidup dengan tenang. Keesokan harinya, Yuri langsung mencabut berkasnya di kampus dan mengundurkan diri. Sedangkan Yuki memilih untuk pindah ke jurusan teknik mesin sesuai dengan apa yang ia minati.


Selepas itu, Yuri, Papa Yuke, dan Mama Yuni kembali ke Jepang dan meninggalkan Yuki untuk hidup bersama Ozzie.


🍄🍄🍄


Mampir juga yuk ke Novel aku yang akan rilis bulan Mei




 

__ADS_1


__ADS_2