Dilema Cinta Arsitek Muda

Dilema Cinta Arsitek Muda
Cerita Prisca


__ADS_3


Di rumah sakit, Yuri yang baru terjaga dari tidurnya pun langsung mencari keberadaan Ozzie. Sayangnya yang dicari sama sekali tidak terlihat. Bahkan Yuki juga tidak terlihat di ruangannya, membuat Yuri langsung menerka-nerka.


“Kau butuh sesuatu, Yuri?” tanya Leo yang duduk di sofa dan kemudian mendekat ke arahnya.


“Dimana Kak Ozzie?”


“Ozzie masih ada urusan di luar sana dan memintaku untuk menjagamu untuk sementara waktu!” jelas Leo.


“Apa Kak Ozzie sedang menghabiskan waktunya bersama dengan Yuki?”


Leo menghela nafasnya panjang, “Yuki sedang mengikuti acara di kampus malam ini. Dia sudah menyerahkan dirimu sepenuhnya kepada Ozzie. Tapi sayang, Ozzie ada keperluan mendadak dan memintaku untuk menggantikannya!” jelas Leo kemudian.


Leo mengambilkan minum dan menyodorkan ke arah Yuri, “Minumlah, aku tahu kau sangat haus bukan?”


Yuri pun langsung menerima pemberian Leo dan langsung membasahi tenggorokannya.


“Apa aku bisa melakukan panggilan video dengan Kak Ozzie?” tanya Yuri lagi. “Aku sangat merindukannya!”


Permintaan Yuri kali ini membuat Leo langsung melirik ke arah jam tangannya. Saat ini waktu menunjukkan jam 9 malam, ia takut jika mengganggu Ozzie yang tengah menikmati malam pengantinnya dengan Yuki.


“Aku coba tanyakan dulu, Ozzie sekarang ada dimana!” balas Leo yang langsung mengetikkan pesan untuk Ozzie.


💌 Leo


[Yuri baru saja bangun dan ia tengah menanyakanmu. Sekarang ia ingin melakukan panggilan video dan aku tidak tahu harus menjawab apa.]


Setelah mengirimkan pesan untuk Ozzie, pintu ruangan pun terbuka dan tampak Prisca masuk ke dalam dengan membawakan makanan untuk Leo dan buah-buahan untuk Yuri. Kedatangan Prisca kali ini membuat Yuri langsung memicingkan matanya.


“Hai Kak Leo. Aku membawakan makan malam untukmu!” ucap Prisca sambil menyodorkan kotak makan ke arah Leo


“Hai Yuri, kau pasti belum mengenalku bukan?” Prisca mendekat ke arah Yuri dan duduk di sampingnya. Kemudian ia menyodorkan tangannya ke arah Yuri.

__ADS_1


“Kenalkan, Aku Priscilla Spahic, adik dari Kak Ozzie. Dan aku biasa dipanggil Prisca!”


“Hai Prisca, kau cantik sekali!” puji Yuri sambil menerima uluran tangan Prisca.


“Kak Ozzie sangat sibuk malam ini, dan dia menitipkan buah ini kepadaku untuk memberikannya kepadamu, Yuri! Apa kau mau aku kupaskan?” tawar Prisca yang langsung dijawab Yuri dengan anggukan kepalanya.


Prisca pun langsung mengupaskan buah apel dan menyuapi Yuri dengan telaten sambil mengajak Yuri bercerita.


“Kau tahu Yuri, Kak Ozzie adalah anggota keluarga yang paling aku sayangi selama ini. Dia selalu berjuang tanpa mengenal lelah demi menggapai mimpinya menjadi seorang arsitek muda ternama.”


“Meskipun dia selalu seibuk dengan segala kegiatannya yang beraneka ragam, Kak Ozzie tidak pernah melupakan keluarganya, apalagi aku yang nota benenya adalah adik kesayangan satu-satunya!”


“Sayangnya, Kak Ozzie memiliki trauma mendalam tentang maslah percintaan!”


Kalimat terakhir Prisca kali ini membuat Yuri terhenyak. “Trauma?” tanya Yuri.


“Yaaa, Kak Ozzie bahkan sampai tidak bisa merasakan jatuh cinta karena selalu gagal dalam hal ini!”


“Kenapa Prisca?” tanya Yuri yang diselimuti rasa penasaran yang besar.


“Bahkan kata psikiater, Kak Ozzie bisa jadi workaholic yang hanya terus memikirkan pekerjaan tanpa memikirkan cinta sampai tua!”


“Aku sama sekali tidak menyangka jika Kak Ozzie memiliki trauma mendalam tentang hal percintaan. Lalu bagaimana dengannya yang aku dengar sempat mencintai Yuki?” tanya Yuri mulai mengkhawatirkan Ozzie.


“Entahlah, aku tidak tahu masalah ini. Yang aku tahu, Kak Ozzie sedang sibuk di proyek besarnya dan mungkin saja menghabiskan waktu sampai pagi. Baru dia akan beristirahat setelah tenaganya sudah benar-benar terkuras!” jelas Prisca sambil menahan dirinya agar tidak tertawa melihat wajah Yuri yang tampak mengkhawatirkan kakaknya.


“Jadi Kak Ozzie sekarang sedang menghabiskan waktunya di proyek besarnya hanya karena gagal lagi dalam mencintai Yuki?” tanya Yuri dengan wajahnya yang sendu dan tampak merasa sangat bersalah.


Prisca pun menganggukan kepalanya dengan mantap. Kali ini dia tidak berbohong kan? Karena Ozzie memang sedang sibuk dengan proyek besarnya membuat keturunan Spahic bersama Yuki.


Meskipun begitu, Prisca tahu jika yang dipikirkan Yuri justru sebaliknya. Ia yakin Yuri tengah membayangkan kakak laki-lakinya itu mengenakan helm proyek dan berada di proyek pembangunan sampai dini hari seperti apa yang diceritakannya oleh Yuri barusan.


Sedangkan Leo sendiri yang tidak sanggup mendengar cerita Prisca pun langsung keluar dari ruangan dan menuju ke tempat yang sepi hanya untuk tertawa.

__ADS_1


“Aku dan Yuki kan mirip, apa kak Ozzie juga tidak bisa berusaha untuk mencintai aku?” tanya Yuri lagi membuat Prisca menghela nafasnya panjang.


“Seandainya bisa, tentu saja sudah ia lakukan bukan?” balas Prisca yang langsung diangguki kepala oleh Yuri.


Prisca terus saja mengajak Yuri mengobrol sambil menyuapi buah dan menu yang disiapkan dari rumah sakit sampai Yuri melupakan permintaannya kepada Leo yang ingin melakukan panggilan video dengan Ozzie.


“Karena kau sudah selesai makan, jadi sekarang waktunya minum obat!” Prisca langsung menyodorkan air mineral beserta obat yang harus dikonsumsi oleh Yuri.


“Terima kasih banyak Prisca. Kau benar-benar wanita yang sangat baik!” balas Yuri.


“Sama-sama Yuri, aku yakin kau juga wanita yang sangat baik dan perhatian!” ucap Prisca sambil mengusap lengan Yuri. “Istirahatlah agar besok keadaanmu cepat pulih dan bisa segera pulang!”


Yuri pun tersenyum dan langsung memejamkan matanya. Kini ia merasa jika dirinya telah menjadi orang yang egois karena memaksakan Ozzie untuk membalas cintanya.


Serita Prisca kali ini membuatnya sadar jika cinta memang tidak bisa dipaksakan, dan cinta juga tidak harus memiliki. Malam ini ia benar-benar mengkhawatirkan ke adaan Ozzie.


Tanpa terasa air mata Yuri pun mulai berderai membasahi pipinya dan hal ini tertangkap oleh kedua mata Prisca yang masih berada di dekat Yuri.


“Hei, kenapa kau menangis Yuri?” tanya Prisca sambil mengusap air mata Yuri.


“Aku mengkhawatirkan Kak Ozzie! Aku takut terjadi apa-apa dengannya, Prisca!”


“Ooooh, jangan khawatir. Kak Ozzie sudah berjanji padaku untuk mengunjungimu selepas pulang dari proyek!” ucap Prisca mencoba menenangkan Yuri.


“Tapi bagaimana jika terjadi apa-apa dengan Kak Ozzie malam ini?” tanya Yuri.


“Percayalah, hanya ini yang bisa ia lakukan untuk meluahkan masalahnya yang terpendam selama ini. Aku yakin Kak Ozzie akan datang kemari dengan wajah yang fresh dan tidak suntuk lagi!”


“Apa dia selalu seperti itu?” tanya Yuri lagi.


“Yaaah, mungkin baru kali ini Yuri. Karena sebelumnya aku tidak pernah mendapati hal yang seperti ini!” balas Prisca.


“Jangan pikirkan kakakku dulu, Yang terpenting saat ini adalah kau istirahat dengan baik agar lekas pulih dan membaik!” ujar Prisca.

__ADS_1


“Sekali lagi terima kasih banyak, Prisca!” tutur Yuri.


Prisca pun tersenyum sambil menganggukkan kepalanya.


__ADS_2