Dilema Cinta Arsitek Muda

Dilema Cinta Arsitek Muda
Otw Pesta


__ADS_3


 “Yuri, untuk sementara kamu makan roti dulu ya terus minum obatnya!” ucap Yuki yang langsung duduk di antara Leo dan Yuri.


“Oh iya kak Leo. Bisa bantu Prisca buat bakarin bratwurst gak?” tanya Yuki kemudian sambil mengedipkan matanya.


“Of course, Yuki! Ya udah, aku kesana dulu ya!” Leo langsung berdiri ke arah Prisca dan menggantikan posisi Yuki sebelumnya. Nachya yang melihat hal tersebut pun langsung melemparkan senyumannya ke arah Yuki.


Sedangkan Prisca yang sibuk di perapian pun tampak sedikt mengacuhkan kehadiran Leo yang hendak membantunya.


“Apa yang bisa aku bantu kali ini, cantik?” tanya Leo sambil mengikis jaraknya dengan Prisca.


“Kakak gak lihat aku lagi ngapain?” tanya Prisca dengan nada sedikit ketus.


“Jawabnya biasa aja kali, gak perlu sewot gitu!” Leo langsung mengambil bratwurst yang sudah ditusuk dan langsung membantu Prisca membakarnya.


Diam diam Leo memandangi wajah Prisca yang terkena asap bakaran dan kemudian perlahan ia menyunggingkan senyumannya mengamati kecantikan wanita yang sedari dulu sudah ia anggap sebagai adiknya sendiri.


Sedangkan Prisca yang menyadari Leo sedari memandanginya pun mulai sedikit salah tingkah. Meskipun bersikap cuek dan seolah tidak peduli, hatinya tetap saja berdebar melihat Leo terus saja mencuri pandang ke arahnya.


Saking groginya, tanpa sengaja jari tangan Prisca mengenai alat pembakaran. “Awh!” pekik Prisca kesakitan.

__ADS_1


Dengan sigap Leo langsung menarik tangan Prisca dan langsung mencelupkannya ke dalam toples tepung yang tidak jauh dari tempatnya berdiri. Kemudian ia menganggkatnya dan langsung meniupnya pelan.


Ajaibnya, jemari Prisca yang tadinya terasa sakit dan panas, kini rasa itu sudah sirna selepas Leo mencelupkan tangannya di toples tepung.


“Lain kali hati-hati dong, cantik!” ucap Leo yang masih meniup jemari Prisca berkali kali.


“Ini udah gak papa kok! Makasih ya kak!” tutur Prisca yang langsung melepaskan tangan Leo dan kembali pada bakarannya.


Namun Leo justru langsung memeluk Prisca dari belakang dan memegang tangan kanan Prisca untuk membantu Prisca membakar makanan. “Meskipun udah gak papa, aku gak mau tangan kamu cidera untuk kedua kalinya!” tukas Leo membuat Prisca mengulum senyumnya.


“Ck, gak usah sok perhatian deh!” celetuk Prisca tiba-tiba.


“Emang ada berapa cewek sih yang mau kak Leo anggap serius?” tanya Prisca kemudian membuat Leo semakin merapatkan tubuhnya di tubuh Prisca.


“Cuma satu, dan itu kamu!” bisik Leo membuat Ashley sedikit meremang. Namun ia cepat-cepat menepis ucapan Leo yang hampir membuatnya terbuai.


“Iya lah, karena kakak kan sekarang lagi sama aku! Coba kalo lagi sama yang lain juga pasti bilangnya kek gitu juga kan?”


“Dasar playboy!” umpat Prisca kesal mengingat tadi Leo tampak begitu akrab dengan Yuri.


Namun ucapan Prisca langsung disanggah oleh Leo jika ia hanya mengatakan hal itu dengan Prisca. Akhirnya keributan antara mereka berdua pun tak terelakkan lagi. Nachya dan Yuki pun hanya geleng-geleng kepala melihat pertengkaran mereka berdua.

__ADS_1


“Yuki!” panggil Yuri saat Yuki hendak bergegas meninggalkannya.


“Kamu masih sering chattingan sama Kak Ozzie?” tanya Yuri kemudian.


“Kenapa emangnya? Kalau kamu penasaran Kak Ozzie lagi apa sekarang, mending kamu chat aja langsung!” jawab Yuki.


“Pinginnya sih gitu, tapi chat aku gak pernah dibalas. Kak Ozzie kan suka tuh sama kamu. Barangkali kalau kamu yang chat duluan dia pasti balas.”


“Aku boleh gak pinjam ponsel kamu?” tanya Yuri.


“Buat apa? Kalu buat chat kak Ozzie, nanti aku minta tolong aja sama Kak Leo!” balas Yuki yang enggan meminjamkan ponselnya pada Yuri.


“Aku udah tanya Kak Leo, tapi dia gak mau jawab juga!” balas Yuri mengiba.


Akhirnya Yuki pun meminta tolong secara formalitas kepada Nachya untuk memberitahukan di mana posisi kak Ozzie saat ini dan kemudian Yuki menyampaikannya kepada Yuri.


“Oooh, jadi Kak Ozzie bener-bener sibuk ya akhir-akhir ini?” gumam Yuri saat mendapatkan jawaban dari Nachya.


“Yaa gitu deh. Namanya juga arsitek muda ternama.”


“Kita gabung ke sana yuk. Udah pada mateng tuh!” ajak Yuki sambil menggandeng tangan Yuri menuju ke meja besar di tengah taman.

__ADS_1


__ADS_2