Dilema Cinta Arsitek Muda

Dilema Cinta Arsitek Muda
Sumpah Leo


__ADS_3


Setelah memastikan Yuri terlelap dalam tidurnya, Prisca pun keluar dari ruangan dan duduk di samping Leo yang tengah menikmati makan malamnya.


“Kau benar-benar sangat genius, Prisca!” puji Leo. “Aku sangat mengagumimu!” lanjutnya lagi membuat Prisca terkekeh pelan.


“Kak Leo tahu kan, aku hanya ingin Kak Ozzie bahagia!” balas Prisca sambil menyandarkan tubuhnya yang terasa begitu penat.


“Yes, I know it, Prisca. Meskipun begitu, kau juga harus memikirkan kebahagiaanmu juga!”


“Oh iya, siapa kekasihmu yang sekarang? Aku lihat dua tahun terakhir ini yang hanya sendiri!”


Pertanyaan Leo barusan membuat Prisca mengedikkan bahunya. “Entahlah, aku rasa trauma Kak Ozzie sekarang menurun padaku. Kau tahu kak Leo, aku memang mudah untuk jatuh cinta. Sayangnya setiap pria yang berkencan denganku, selalu saja memanfaatkan harta yang aku punya.”


“Padahal harta itu sebenarnya bukanlah milikku, melainkan milik Kak Ozzie!” tutur Prisca.


“Bagaimana jika kita mencoba untuk menjalin hubungan, Prisca?” tawar Leo kemudian. “Aku pikir kita berdua sama. Aku juga pria yang mudah jatuh cinta, tetapi aku masih belum menemukan wanita yang pas untuk menjadi istriku!”


“No, Kak Leo! Kita berdua berbeda. Kak Leo itu playboy, sedangkan aku hanya perempuan yang tidak mau dimanfaatkan dengan laki-laki yang hanya meraup keuntungan dariku!” balas Prisca.


Leo menghela nafasnya panjang saat mendengar penilaian Prisca atas dirinya kali ini. “Oke, sekarang coba sebutkan tipe pria yang kau sukai, Prisca! Barangkali aku masuk ke dalam tipe yang kau sebutkan!”


Tawa Prisca pun pecah seketika mendengar permintaan Leo kali ini. Ia pun langsung menepuk bahu Leo berkali-kali. “Yang jelas, tipeku gak kayak Kak Leo!” timpal Prisca membuat Leo memutar bola matanya malas.


“Aku sumpahin yaa, kamu bakal jadi istri aku!” tutur Leo membuat Prisca langsung membelalakkan matanya.


“Idiiih! Amit-amit banget sih Kak Leo! Ogah banget deh!” Prisca langsung menarik kerah Leo seperti hendak mengajaknya berkelahi. “Buruan deh, tarik ucapan kak Leo sekarang!”


“Oke, oke. Tapi ada syaratnya!”


“Gak mau pake syarat!” balas Prisca.


“Ya udah! Aku bener-bener sumpahin kamu bakal jadi istri aku!”


“Ck, Kak Leo maaah. Buruan apa syaratnya!” gerutu Prisca dengan kesal sambil melepaskan cengkramannya di leher Leo.


“Akhir pekan ini akan ada undangan pernikahan mantan pacar aku. Gak mungkin kan aku datang sendirian. Jadi kamu harus temenin aku buat hadirin undangan itu!”


“Okey, Aku setuju. Sekarang cabut sumpah serapah kakak tadi!” pinta Prisca.

__ADS_1


“Aku Leo Ferdinand mencabut sumpah serapah yang aku katakan kepada gadis cantik yang bernama Priscilla Spahic!” ucap Leo membuat Prisca bernafas lega. Sayangnya ia terlupa jika Leo sempat menyumpahinya sebanyak dua kali.


“Oh iya, nanti jangan marah ya kalau kamu aku kenalin jadi pacar aku. Gak masalah kan?” tanya Leo yang langsung dijawab dengan anggukan kepala Prisca.


Tak lama kemudian rasa kantuk menyerang Prisca dan membuatnya menguap berkali-kali.


“Aku masuk dulu ya kak. Ngantuk banget nih!” Akhirnya ia pun memutuskan masuk kembali ke dalam ruangan dan duduk sambil menyandarkan tubuhnya di sofa.


Leo pun kemudian menyusul Prisca untuk masuk ke dalam ruangan. Dilihatnya Prisca sudah terlelap dengan posisi yang menyandarkan tubuhnya di sofa.


Perlahan Leo mendekat dan duduk di samping Prisca. Kemudian ia menarik tubuh Prisca pelan-pelan dan menidurkannya di pangkuannya. Setelah itu Leo beru menyandarkan tubuhnya dan memejamkan matanya.


🍄🍄🍄


Keesokan harinya, Yuki mengerjapkan matanya perlahan-lahan saat dering alarm di ponselnya berbunyi. Ia pun meraih ponselnya di atas nakas dan langsung mematikan notifikasi alarmnya.


Kemudian ia bersiap untuk beranjak dari tempat tidur untuk segera menuju ke kamar mandi dan membersihkan dirinya yang sudah lengket karena bekas permainannya dengan Ozzie semalam.


Sayangnya gerakan tubuh Yuki membuat Ozzie terjaga dan kembali menarik tubuh Yuki ke dalam pelukannya.


“Jangan tergesa-gesa untuk bangun pagi sayang. Nikmati saja istirahat kita pagi ini!” ucap Ozzie dengan suara serak khas orang bangun tidur.


“Baiklah, kau boleh mandi asalkan tidak boleh mengunci pintunya karena aku akan segera menyusul!” balas Ozzie sambil melepaskan pelukannya kepada Yuki.


Setelah terbebas, Yuki pun langsung menuju ke kamar mandi dan cepat-cepat mengunci pintunya dari dalam. Ozzie pun hanya tersenyum saat mendengar suara pintu kamar mandi yang terkunci dari dalam.


Ozzie pun langsung menyibakkan selimutnya dan menyandarkan tubuhnya di headboard. Kemudian ia mulai mengaktifkan ponselnya yang sengaja di non-aktifkan dari semalam.


Suara notifikasi pesan masuk pun terus saja berbunyi seperti tembakan panjang yang tiada henti. Kemudian Ozzie pun membalas pesan yang masuk satu per satu, begitu juga dengan pesan masuk dari Leo.


💌 Ozzie


[Maaf sob, semalam HP sengaja di non-aktifkan biar gak terganggu. Di sana aman kan? Mungkin aku dan Ara akan merapat selepas menjemput orang tua Ara di bandara.]


Pesan Ozzie yag dikirimkan ke Leo pun langsung dibalas.


💌 Leo


[It’s okay. Prisca bisa menghandle Yuri dengan sangat baik. Sebentar lagi aku akan memintanya untuk menelfonmu. Sekarang dia masih terlelap.]

__ADS_1


💌 Ozzie


[Biarkan saja dulu Prisca istirahat. Nanti suruh dia untuk menceritakan semuanya lewat voice note. Thanks a lot bantuannya yaa. Jangan lupa gantikan aku untuk hari ini di kantor.]


💌 Leo


[Siap Pak Bos!]


Selepas berbalas pesan dengan Leo, tampak Yuri keluar dari kamar mandi dengan menggunakan bathrobe dan rambutnya yang basah.


Penampiilan Yuki pagi ini membuat Ozzie merekahkan senyumannya tanpa berpaling memandangi istri kecilnya yang menggemaskan itu.


“Mandilah kak! Aku sudah menyiapkan air hangat untukmu!” ucap Yuki sambil mengeringkan rambut basahnya dengan handuk.


"Kenapa tadi pintu kamar mandinya dikunci sayang?" tanya Ozzie membuat Yuki langsung menyunggingkan senyumnya.


"Aku hanya tidak ingin mandi kita jadi panjang dan lama seperti kemarin, kak!" balas Yuki yang langsung duduk di depan meja rias dan mulai mengeringkan rambut basahnya menggunakan hair dryer.


"Kaaak, apa pernikahan kita juga diketahui oleh Mama?" tanya Yuki tiba-tiba.


"May be yes, May be no, Ara!"


"Tidak perlu khawatir, Ara. Aku sudah mempersiapkan segala sesuatunya dengan sangat baik."


"Aku hanya penasaran bagaimana papi Kak Ozzie meminta izin kepada Papaku untuk menikah kan aku secepat ini!" balas Yuki.


"Untuk masalah itu, kita bisa tanyakan dengan Papi selepas ini. Aku akan mengajakmu pulang ke Mansion dan mengenal papiku dengan baik, Ara."


"Tapi aku sangat gugup untuk bertemu dengan Papi Kak Ozzie!"


"Sssttt!" Ozzie yang sudah turun dari tempat tidur pun langsung meletakkan jarinya tepat di bibir Yuki.


"Papiku, papimu juga istriku sayang. Begitu juga dengan sebaliknya. Papa dan mamamu tentunya juga papa dan mamaku juga bukan?" tanya Ozzie dan dijawab Yuki dengan anggukan kepalanya.


"Thanks kak! Kau membuatku sangat bahagia!"


"Berterima kasihlah dengan baik sayang!" bisik Ozzie sambil mengangkat tubuh Yuki ala bridal style dan merebahkan di atas tempat tidur.


 

__ADS_1


 


__ADS_2