Dilema Cinta Arsitek Muda

Dilema Cinta Arsitek Muda
Aku sukanya kamu!


__ADS_3


“Aku tidak akan mempermainkan perasaan saudara kembarmu, Ara! Sangat jelas jika yang aku suka itu kamu, Yuki Aurora. Maka dari itu aku panggil Ara.”


“Lagi pula dari awal aku juga tidak pernah mengatakan jika aku suka dengannya. Karena dari awal aku hanya mengatakan ini padamu. Apa ini kurang jelas?” tanya Ozzie yang sudah tidak berjarak dengan Yuki.


“Hah?!” Yuki menelan ludahnya kasar.


“Ma-maksudnya apa kak?” tanya Yuki dengan suara tercekat.


Ozzie tersenyum tipis. Perlahan ia mengarahkan tangannya ke bibir Yuki dan mengusapnya. “Apa kau tidak ingat jika aku sudah memberi cap di sini?” tanya Ozzie membuat Yuki langsung membeliakkan matanya sambil menutup mulutnya dengan kedua tangannya.


Ia sama sekali tidak mengira jika Ozzie sudah tahu dari awal jika ia dan juga Yuri bertukar posisi. Kemarin ia menerima ciuman Ozzie karena bimbang,  jika ia menolaknya Ozzie akan tahu mereka bertukar posisi.


Sialnya Ozzie justru sudah tahu lebih dulu dan kini Yuki sendiri yang mulai kebingungan harus menjawab apa. Ia tidak mungkin mengkhianati saudara kembarnya sendiri.


“Jadii.. Kak Ozzie tahu kalau ...”


“Yaa, aku tahu kalau kalian bertukar posisi. Bahkan aku sangat mudah untuk membedakan kalian berdua!” jawab Ozzie memotong kalimat Yuki.


Yuki mengerutkan dahinya. ‘Bagaimana caranya ia membedakan aku dan Yuri? Selama ini setiap orang yang aku temui selalu kesulitan membedakan kami berdua karena kembar identik?’ gumam Yuki dalam hati.


Melihat Yuki terdiam, Ozzie pun semakin mendekatkan wajahnya ke wajah Yuki.


Yuki pun kini memberanikan dirinya mendorong tubuh Ozzie dengan sangat kuat untuk menjauh darinya “Sayangnya aku sama sekali gak suka sama Kak Ozzie!”


“Sekarang aku minta kakak keluar dari kamarku!” usir Yuki sambil merapatkan handuknya agar tidak melorot.


“Apa kau lupa jika ini adalah Mansionku?” balas Ozzie.


“Oke, kalo begitu lebih baik aku mengganti pakaianku di kamar Kak Leo dan setelah itu pergi dari sini!” balas Yuki yang langsung berbalik membuka lemari pakaian dan mengambil satu stel pakaian yang ia kenakan.


“Pergi saja kalau kau bisa, toh kamarnya juga sudah aku kunci!”


Dengan geram Yuki mengepalkan tangannya. “Kak Ozzie!”


“Mau kakak apa sih?”

__ADS_1


“Ganti dulu pakaianmu di kamar mandi, setelah itu aku akan memberitahu padamu apa yang aku inginkan. Aku takut jika kau tidak segera mengenakan bajumu, aku justru tidak sabar untuk menidurimu!” jelas Ozzie.


“Dasar Gila!”


Yuki pun langsung menuju ke kamar mandi untuk memakai bajunya. Setelah itu ia kembali ke kamar dan berdiri di depan Ozzie yang sedang duduk di tepi tempat tidurnya sambil melipat kedua tangannya di dada.


“Sekarang katakan padaku, Apa yang Kak Ozzie mau?!” tanya Yuki dengan gaya menantang.


“Kita pacaran!”


“Cih, pacaran itu hanya untuk dua orang yang saling mencintai. Sedangkan aku sama sekali gak cinta sama Kakak!”


“Dan yang suka sama Kak Ozzie itu Yuri, jadi kakak mendingan pacaran sama Yuri saja deh!” tegas Yuki, berharap Ozzie mau mundur untuk menyukai dirinya dan balas menyukai Yuri.


“Masalahnya aku sukanya sama kamu!”


“Ck, gak mungkin! Jangan bohong deh Kak!” balas Yuki.


“Aku yakin ini pasti rencana kakak buat ngeprank aku kan?”


Kemudian Ozzie menatap Yuki dengan intens membuat Yuki salah tingkah. Yuki pun mengalihkan pandangannya dari tatapan Ozzie dan tentunya membuat Ozzie tersenyum penuh kemenangan.


“Kamu salah tingkah ya?” tanya Ozzie berbisik tepat di telinga Yuki.


Namun Yuki cepat-cepat berdiri dari pangkuan Ozzie, “Aku tegaskan lagi sama kakak, AKU SAMA SEKALI GAK SUKA SAMA KAK OZZIE! BAHKAN AKU BENCI!” tegas Yuki geram.


“Lebih baik aku pergi dari sini dan mencari cara untuk bayar rugi ke Kak Ozzie. Sekarang katakan sama aku, berapa uang yang kakak mau dari aku?!”


Ozzie pun makin gemas dengan sikap Yuki yang begitu berani menantangnya. Yuki tampak begitu garang kali ini, ta[i entah mengapa membuat Ozzie semakin mantap untuk mencintainya.


“Kamu yakin mau bayar kerugian maket akriliknya?” tanya Ozzie.


“Memang kakak pikir aku lagi main-main?”


“Okey, kalau begitu aku mau 2000 poundsterling dan berikan dalam jangka waktu 3 hari ini! Jika kau tidak bisa mendapatkannya, maka kau harus kembali ke Mansion ini dan menjadi kekasihku!” balas Ozzie.


Mendengar nominal yang disebutkan Ozzie membuat Yuki menelan ludahnya kasar. Dari mana ia bisa mendapatkan 2000 pounsterling dalam waktu tiga hari?

__ADS_1


Namun ia tidak mungkin mundur dari tantangan yang ia buat sendiri, karena itu artinya ia sudah menjilat ludahnya sendiri. ‘Aaarrrgggghhh, siaaal! Kenapa aku harus berada dalam situasi sulit ini?!’ rutuk Yuki dalam hati.


‘Dasar Kak Ozzie memang benar-benar gila! Ngakunya cinta, ngakunya suka, tapi masih melakukan pemerasan seperti ini. Cinta bullshit!’ umpat Yuki dalam hati.


Sedangkan Ozzie yang melihat Yuki kembali terdiam pun hanya menunggu Yuki mengibarkan bendera putihnya dan mengaku kalah dari tantangan ini. Setelah itu Yuki bersedia menjadi kekasihnya dan tetap memilih untuk tinggal di Mansion.


Sayangnya harapan Ozzie kali ini harus pupus begitu saja. Yuki sama sekali bukan wanita yang mudah menyerah.


“Oke, aku akan mendapatkan 2000 poundsterling dalam waktu tiga hari. Dan setelah itu kita tidak ada urusan lagi. Aku juga akan mengajak Yuri pergi dari Mansion ini!” ucap Yuki dengan mantap.


Ia pun langsung mengambil koper dan tasnya dan segera mengemasi seluruh pakaiannya yang ada di dalam lemari. Tanpa menunggu waktu lama, Yuki sudah siap meninggalkan Mansion Ozzie sesegera mungkin.


Ozzie sendiri tidak mencegah kepergian Yuki karena ia sendiri ingin tahu bagaimana usaha yang akan dilakukan Yuki untuk menghadapi tantangan ini.


“Perlu aku atau Leo yang antar?” tanya Ozzie memberikan penawaran untuk Yuki.


“Emmm, aku minta diantar kak Leo saja ke Asrama!” jawab Yuki yang sudah siap dengan tas dan kopernya.


“Oke Ara sayang. Selamat berjuang dan kembali pulang untuk menjadi kekasih Arsitek Muda ternama yang bernama Ozzie Spahic!” balas Ozzie sambil membuka pintu kamar Yuki.


“Tunggu di bawah, aku akan meminta Leo untuk mengantarmu ke Asrama!” titah Ozzie sambil menuju ke kamar Leo.


Ozzie sendiri sedikit merasa geli dengan sikap Yuki. Ia pikir Yuki akan kembali ke Asramanya seorang diri, tapi ternyata ia salah kira saat mendengar Yuki tetap ingin diantar oleh Leo.


Yuki pun langsung membawa koper dan juga tasnya menuruni anak tangga. Hal ini tentunya membuat Yuri bertanya-tanya apa yang sudah terjadi pada Yuki kali ini.


“Yuki, kamu mau kemana?” tanya Yuri.


“Aku pingin pulang ke asrma dulu beberapa hari ini. Aku sudah izin kok sama Kak Ozzie.”


“Kenapa? Kok mendadak?” tanya Yuri lagi.


“Ck, aku mau refreshing aja bentar!”


“Loooh, kalo gitu aku juga ikut pulang ke Asrama!” ucap Yuri.


Yuri pun langsung berbalik ke kamarnya dan ikut membereskan barang-barangnya. Meski ia lebih suka tinggal di Mansion dan dekat dengan Ozzie, tetap saja ia tidak mau membiarkan Yuki pulang sendiri.

__ADS_1


__ADS_2