Dilema Cinta Arsitek Muda

Dilema Cinta Arsitek Muda
Yuki the Leader


__ADS_3


Sesampainya di kamar, Ozzie langsung mengunci pintu kamarnya rapat-rapat dan menarik tangan istrinya menuju ke tenpat tidurnya.


“Kamu tau gak sih, dua hari kamu di rumah sakit itu membuat aku tersiksa, Ara sayang!” ucap Ozzie sambil menggerakkan jari telunjuknya menyentuh wajah Yuki.


Yuki yang masih malu-malu hanya mengulum senyuman sambil mengalihkan pandangannya dari Ozzie. “Kenapa kakak gak dateng ke rumah sakit?” balas Yuki.


“Aku tetap datang dan melihatmu dari jendela, sayang. Sialnya kau tidak pernah melihatku dan beranjak dari sisi Yuri.”


“Kaak, kemarin mama sempat bilang padaku untuk menarik aku dan Yuri dari kampus dan membawa pulang kami ke Jepang!” tutur Yuki membuat Ozzie langsung menatapnya dengan pandangan tidak setuju.


“Tidak bisa, Ara sayang. Saat ini statusmu adalah istriku dan pernikahan kita juga di bawah izin dari papa. Mama Yuni tidak berhak membawamu dari sisiku!” tegas Ozzie.


“Tapi bagaimana jika mama tidak merestui pernikahan kita, kak?”


“Aku yakin, mama Yuni pasti sudah diberitahu papi dan mamiku mengenai pernikahan kita! Tenanglah Ara! It will be okey!” timpal Ozzie meyakinkan kepada Yuki.


Yuki pun tersenyum sambil menangkupkan keduanya tangannya di pipi Ozzie. “Entah kenapa, rasa khawatirku sirna acap kali bersama denganmu, Kak! Aku teramat bahagia menjadi istrimu, sayang!”


Perlahan Yuki mendekatkan bibirnya ke bibir Ozzie dan mengecupnya dengan lembut.


“Aku mencintaimu, suamiku sayang!” ucap Yuki sambil melingkarkan tangannya di leher Ozzie.


Ozzie merekahkan senyumannya sambil membuka blouse yang dikenakan oleh istrinya. “Buktikan jika kau sungguh-sungguh mencintai aku, Ara sayang!” pinta Ozzie sambil mengusap punggung istrinya dengan mesra dan melepas pengait cup yang menutupi barang favorit Ozzie.


“Awh!” d354h Yuki saat Ozzie mulai mengusap d4d4nya dan sedikit menj3p!t ujungnya dengan jemarinya.


“Aku harus gimana kak ngebuktiinnya?” tanya Yuki yang sudah mulai melayang karena kenakalan tangan Ozzie di d4d4nya.


“Be a leader for this play, baby!” pinta Ozzie yang langsung merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur.

__ADS_1


Yuki langsung menelan ludahnya kasar. Ia paham betul apa yang diinginkan Ozzie kali ini. Suaminya menginginkan Yuki yang memimpin permainan di atas tempat tidur.


Masalahnya, Yuki sama sekali tidak tahu harus memulainya dari mana. Kebimbangan Yuki kali ini ditangkap oleh Ozzie. Ia pun langsung melepaskan semuanya yang ia kenakan dan membuangnya sembarangan.


“Lakukan apa yang ingin kau lakukan terhadapku, Ara sayang. Dan mulailah sesuai apa kata hatimu!” ucap Ozzie.


Yuki pun menarik nafasnya dalam-dalam dan menghembuskannya perlahan. Kemudian ia memberanikan dirinya untuk naik di atas tubuh suaminya dan mulai memimpin permainan yang biasa Ozzie lakukan kepadanya.


Yuki mulai mengabsen tubuh Ozzie dengan bibirnya mulai dari atas dan turun hingga ke bawah. Meski baru pemula, permainan Yuki membuat Ozzie mabuk kepayang. Apa lagi saat terhenti di senjatanya yang sedari tadi sudah tegak berdiri.


“Uuuh!” d354h Ozzie. “Kamu benar-benar, Uhhh! Bikin aku kelimpungan sayang!” racau Ozzie yang kemudian langsung membalikkan tubuh Yuki menjadi di bawahnya.


“Aku sudah tidak sanggup menahannya, sayang. Kamu benar-benar sangat nakal!”


Tanpa menunggu lama, Ozzie pun memimpin penyatuan mereka berdua. Meski ini sudah yang ke berapa kalinya, milik Yuki masih terasa seperti awal perkenalan penyatuan mereka berdua.  


Namun saat milik Ozzie hendak masuk ke dalam, Yuki justru menahannya.


“Kenapa sayang?” tanya Ozzie.


“Kali ini biarkan aku yang di atas!” balas Yuki yang seketika membuat 94ir4h Ozzie langsung naik berkali lipat.


“As you wish, baby!”


Keduanya kini langsung bertukar posisi. Yuki benar-benar tampak semakin 53k5i di mata Ozzie. Permainan mereka kali ini benar-benar membuat keringat keduanya mengucur membasahi tubuh mereka berdua. Sampai akhirnya mereka sampai di titik pelepasan mereka berdua.


Yuki langsung terkulai lemas tak berdaya di samping Ozzie setelahnya, sedangkan Ozzie membersihkan sisa permainan mereka dengan tisue dan kemudian merebahkan tubuhnya di samping Yuki.


“Terima kasih untuk pembuktianmu sore ini, Ara ku sayang!” ucap Ozzie sambil menyelimuti tubuh istrinya dan mengecup keningnya dengan mesra.


“Hemm hemm!” balas Yuki pelan.

__ADS_1


“Lebih enak di atas atau di bawah?” bisik Ozzie.


“Di atas!” jawab Yuki dengan suaranya yang hampir tidak terdengar.


“Nanti malam kita coba gaya yang lain ya sayang!” timpal Ozzie lagi sambil mengusap perut istrinya.


“Aku ingin Ozzie junior atau Ara junior segera hadir di sini!”


Keduanya pun akhirnya sama-sama terlelap di dalam selimut. Ozzie memeluk istrinya dengan sangat erat dan begitu juga dengan Yuki.


Sedangkan di sisi lain, Leo dan Prisca yang sudah selesai membersihkan taman dibantu dengan Maid Dera dan yang lainnya kini bersiap untuk pergi meninggalkan Mansion. Sayangnya saat keduanya hendak pergi, langkah mereka tertahan oleh kedua orang tua Prisca.


“Kalian mau kemana?” tanya Mami Erin.


“Hang out, mami!” jawab Prisca.


“Loh, Leo! Kamu kan masih harus mengantar papi sama mami pulang! Kamu juga nih Prisca, harusnya pulang sama kita!” lanjut Mami Erin.


“Emang pulangnya harus sekarang ya?” tanya Prisca yang enggan untuk kembali ke rumahnya yang super duper ketat dengan peraturan papinya.


“Ya harus sekarang! Emang mau kapan lagi!” balas Papi Akitsuki. “Ayo Leo! Kita berangkat sekarang!”


Mau tidak mau Prisca pun langsung menurut dengan perintah papinya. Dengan langkah gontai, Prisca berjalan menuju mobil yang sudah siap mengantarnya pulang.


“Ck, Nachya pasti udah seneng-seneng tuh sama suaminya, si Boy. Ara juga udah dikuasai sama Kak Ozzie. Nah, aku ...”


“Mau jalan ke mall aja susah!” gerutu Prisca pelan namun terdengar jelas di telinga Leo.


“Emmm, besok aku jemput lebih cepet deh. Aku akan minta izin sama papi kamu nanti. Gimana?” tanya Leo.


“Yaah silahkan aja! Toh aku gak mau berharap lebih!” jawab Prisca pesimis.

__ADS_1


 


__ADS_2