Dilema Cinta Arsitek Muda

Dilema Cinta Arsitek Muda
Kehadiran Ozzie


__ADS_3


Hati Ozzie teriris melihat Yuki menangis sambil memeluk lututnya sendiri. Ia pun mengunci pintu kamar hotel, kemudian berjalan mendekat ke arah Yuki dan berjongkok tepat di sampingnya. Tangisan Yuki semakin terdengar pilu membuat Ozzie tidak tega melihatnya.


“Apa kau masih bersikeras untuk mencari uang 2000 poundsterling dan menghindariku, Ara?!” tanya Ozzie.


Mendengar suara Ozzie barusan, membuat Yuki berani mengangkat kepalanya dan menoleh ke arah asal suara.


“Kak Ozzie!” pekik Yuki yang langsung menghambur memeluk pria yang kini ada di depannya.


Ozzie pun langsung membalas pelukan Yuki dengan erat sambil mengusap punggungnya yang sedikit terbuka.


“Aku takut kaaaak! Aku menyerah dan mengaku kalah sekarang!” ungkap Yuki membuat Ozzie tersenyum lega mendengarnya.


“Aku gak mampu mendapatkan uang sebanyak itu dalam waktu yang singkat! Aku mohon maafkan aku!”


Permintaan maaf Yuki kali ini membuat Ozzie semakin mengeratkan pelukannya. “Aku juga tidak mungkin tega membiarkanmu tersiksa seperti ini, Ara!”


Perasaan takut yang sedari tadi menyelimuti Yuki berangsur-angsur mulai hilang dan berganti dengan rasa lega tiada tara.


Ia tidak bisa membayangkan apa jadinya jika bukan Ozzie yang datang malam ini. Namun Yuki mulai bertanya-tanya dari mana Ozzie tahu jika malam ini ia berada di kamar hotel ini.


Perlahan Yuki mengendurkan pelukannya dan memandangi wajah Ozzie secara intens. Kali ini tidak bisa dipungkiri lagi jika dirinya mulai mengakui ketampanan Ozzie dibalik wajah juteknya.



“Dari mana kakak tahu jika aku ada di sini?”


Ozzie tidak langsung menjawab pertanyaan yang terlontar dari bibir Yuki. Ia justru mengusap sisa air mata yang masih tertinggal di pipi Yuki.


“Tidak perlu tahu dari mana aku bisa menemukanmu di sini, Ara! Yang jelas aku tidak akan pernah rela jika ditubuhmu dijamah oleh pria selain aku!”


“Aku benar-benar tidak habis pikir melihatmu lebih memilih hal seperti ini dari pada menyerah lebih dulu denganku!”

__ADS_1


“Kenapa pikiranmu sangat dangkal, Ara? Apa kamu sadar jika saat ini kau sedang membuat pintu nerakamu sendiri?” gertak Ozzie membuat Yuki hanya bisa menundukkan kepalanya.


“Aku bisa apa sekarang kak? Aku tidak mungkin membiarkan Yuri terus menerus dalam keadaan drop seperti ini. Aku paham betul bagaimana jika Yuri sedang menginginkan sesuatu!”


“Tapi kau tidak pernah paham dengan keadaanmu sendiri, Ara!” gertak Ozzie.


Gertakan Ozzie membuat Yuki justru merasa begitu diperhatikan dan disayangi oleh pria yang ia benci. Bahkan kini Yuki tidak paham apa itu benci.


Saat ia terus melontarkan kebencian terhadap Ozzie, Ozzie justru memberikan perhatian dan kasih sayang yang belum pernah ia dapatkan sebelumnya. Selama ini ia selalu dituntut untuk mengalah dengan Yuri karena keadaan Yuri yang sulit untuk menerima kekalahan.


“Maaf kak!” dua kata yang keluar dari bibir Yuki membuat Ozzie semakin berani mengusap bibir wanita yang kini ada di hadapannya.


“Kali ini aku akan memaafkanmu, Ara! Namun jika kau mengulanginya, maka aku tidak janji untuk bisa memberikan maafku!” jawab Ozzie sambil menempelkan bibirnya di bibir Yuki.


Yuki tidak mengelak pagutan Ozzie dan justru membuka bibirnya seolah memberi Ozzie untuk mengeksplornya lebih dalam lagi. Sikap Yuki membuat Ozzie semakin berani menarik tengkuk leher Yuki dan memperdalam ciumannya.


Sedangkan Yuki yang mulai terbuai dengan permainan bibir Ozzie pun mulai berani melingkarkan tangannya di leher Ozzie. Setelah puas mengabsen bibir Yuki, Ozzie pun melepaskan ciumannya dan mengusap bibir Yuki dengan sangat lembut.


“Aku mencintaimu, Ara!” lagi-lagi Ozzie menyatakan perasannya untuk yang ke sekian kalinya.


“Maaf kak, aku belum bisa menjawabnya!”


“Kenapa?” tanya Ozzie gusar.


“Apa kau masih memikirkan Yuri?”


Yuki pun langsung menganggukkan kepalanya menjawab pertanyaan Ozzie barusan. Sedangkan Ozzie pun langsung membuang wajahnya kasar sambil meninggalkan Yuki dan menuju ke meja makan yang sudah lengkap dengan berbagai menu makanan.


“Duduklah di sini dan makanlah bersamaku, Ara! Setelah itu kita bahas lagi masalah ini!” ajak Ozzie dan Yuki pun menurut begitu saja.


Kini mereka pun duduk dengan saling berhadapan. Sepanjang menikmati makanan, Ozzie terus saja memandang Yuki dan tentunya Yuki menjadi salah tingkah dibuatnya. Sampai di akhir makan malam mereka, Ozzie sama sekali tidak mengalihkan pandangannya dari Yuki.


Selepas makan malam, Ozzie dan Yuki kini memilih duduk di sofa untuk membicarakan masalah mereka berdua.

__ADS_1


“Sekarang aku memberikan waktu untukmu lebih dulu, Ara! Apa yang kau inginkan selepas ini? Kau sudah menyerah bukan dari tantanganku dan siap untuk menjadi kekasihku?”


“Emmm, aku belum tahu bagaimana harus melangkahkan kakiku, kak. Aku masih berharap Yuri pulih terlebih dahulu!” jawab Yuki membuat Ozzie menghela nafasnya panjang.


“Kakak masih bisa sabar untuk menunggu kan?” tanya Yuki sambil memandang ke arah Ozzie.


“Bagaimana jika aku tidak bisa?” balas Ozzie balik bertanya.


“Beri aku pilihan yang tidak membuatku berat kak!” pinta Yuki.


Ozzie menggelengkan kepalanya dan mengalihkan pandangannya dari Yuki. “Aku tidak bisa memberikan pilihan apa-apa lagi, Ara!”


Posisi Ozzie kali ini membelakangi Yuki dan tampak sedikit mengacuhkannya. “Sekarang terserah apa maumu! Aku sudah membebaskanmu dan kau bisa pergi jauh dari hidupku!”


“Aku tidak mau tenggelam dalam hal bodoh untuk ke sekian kalinya. Aku tidak mau terlampaui mencintai seseorang yang ternyata tidak pernah mencintaiku!” ucap Ozzie yang kemudian mengambil segepok uang dari dalam jaketnya dan memberikannya kepada Yuki.


“Ini uang bayaranmu malam ini! Gunakan saja sesuka hatimu, Ara! Ini bukan yang kau inginkan malam ini!”


Ucapan Ozzie barusan membuat Yuki tersadar jika dirinya kini sudah membuat Ozzie merasa begitu kecewa. Ia pun menyodorkan kembali uang yang Ozzie berikan kepadanya dan memeluk Ozzie dari belakang.


“A-aku juga mencintai Kak Ozzie!” ucap Yuki sambil membenamkan wajahnya di punggung Ozzie.


Deg!


Pernyataan cinta dari Yuki membuat hati Ozzie meleleh bahagia. Akhirnya setelah penantian panjangnya selama ini, ia bisa mendapatkan cinta dari seorang wanita yang ia cintai, dan tentunya lewat perjuangan yang luar biasa.


Ozzie pun berbalik menghadap ke arah Yuki dan membuat Yuki semakin menundukkan kepalanya. Sikap Yuki yang tampak malu-malu di depannya setelah mengungkapkan perasaannya membuat senyum Ozzie merekah sempurna.


“Sejak kapan Ara-ku yang urakan tampak malu-malu seperti ini?” tanya Ozzie sambil memegang dagu Yuki.


Namun Yuki cepat-cepat menepis tangan Ozzie yang memegang dagunya dan memalingkan wajahnya. “Aku harus melihat keadaan Yuri malam ini, Kak! Entah kenapa perasaanku sedikit tidak enak!”


Ozzie langsung menarik pinggan Yuki yang hendak berdiri sampai tubuh Yuki terjatuh tepat di atas pangkuannya. “Aku akan mengantarmu ke rumah sakit setelah yang satu ini!” ucap Ozzie sambil memandangi Yuki secara intens.

__ADS_1


“Haah? Setelah apa yang kakak maksud?” tanya Yuki dengan suaranya yang tercekat.


 


__ADS_2