
Ozzie dan Yuki benar-benar menikmati mandi panjang mereka sampai pada pelepasan pertama. Jika biasanya sepasang pengantin baru melakukannya di atas tempat tidur, pasangan yang kali ini sangat berbeda. Mereka justru melakukannya di dalam bath tub untuk yang pertama kalinya.
Selepas mandi, Yuki langung mengeringkan rambutnya dengan tubuhnya yang masih berbalut bathrobe, sedangkan Ozzie masih terus memandangi istrinya dengan bersandar di tempat tidur.
“Perlu aku bantu istriku, sayang?” tawar Ozzie tanpa mengalihkan pandangannya sedikit pun.
“Tidak perlu kak!” balas Yuki yang masih merasa malu selepas permainan di kamar mandi tadi.
Bagaimana dia tidak malu, suara d354h4n dan juga 3r4ng4nnya benar-benar memenuhi kamar mandi. Namun bukan Ozzie namanya jika ia membiarkan istrinya terus menolaknya. Perlahan ia pun turun dari tempat tidurnya dan mendekati Yuki dri belakang.
“Tapi aku ingin membantumu sayang!” tutur Ozzie mengambil alih hair dryer Yuki dan mengeringkan rambut istrinya.
“Aku tidak menyangka jika istri kecilku ini benar-benar bisa membuatku mabuk kepayang!” celoteh Ozzie membuat wajah Yuki kembali merona.
“Sudahlah kak, jangan dibahas lagi!” gerutu Yuki.
“Aku tidak ingin membahasnya, Ara! Aku hanya ingin mengulanginya. Yang tadi itu baru pemanasan!” ucap Ozzie membuat Yuki langsung membelalakkan matanya.
“Tapi kak, aku harus ke rumah sakit!” sangah Yuki.
“Mau ke rumah sakit?” tanya Ozzie dan Yuki langsung menganggukkan kepalanya.
“Silakan saja jika kau mau pergi ke rumah sakit. Sayangnya, kemungkinan tidak ada pakaian yang bisa kau kenakan Yuki!” jelas Ozzie sambil mematikan hair dryer dan kembali duduk di tepi tempat tidur.
Yuki yang masih mengenakan bathrobe pun menuju ke kamar mandi untuk mencari pakaian yang tadi ia gantungkan di belakang pintu kamar mandi. Namun betapa terkejutnya ia saat melihat pakaiannya sudah dalam tempat pakaian kotor dan dalam keadaan basah.
“Kaaak Ozzieee! Kenapa pakaianku jadi basah semuaaa?” tanya Yuki berteriak.
“Tentu saja agar istriku menghabiskan waktunya bersamaku!” jawab Ozzie sambil merebahkan tubuhnya dan menutup matanya.
Yuki pun menghela nafasnya panjang. Waktu memang sudah mendekati malam dan tentu saja Ozzie tidak akan mengizinkannya kembali ke rumah sakit. Namun ia merasa tidak enak dengan Leo yang harus terus direpotkan untuk menjaga Yuri.
__ADS_1
Ia pun tidak kehabisan akal. Yuki berjalan menuju walk in closet untuk melihat persediaan pakaian yang disiapkan oleh pihak hotel. Namun matanya kembali membulat sempurna saat melihat semua isi pakaian di dalamnya hanya l!nger!e dan tidak ada yang lain.
“Oh My God! Apa-apaan ini?” gumam Yuki sambil mengusap wajahnya kasar.
Tak lama kemudian terdengar bel kamar berbunyi. Yuki pun langsung mendekat ke arah pintu untuk melihat siapa yang datang. Setelah melihat belboy di depan kamar tengah membawakan makan malam, Yuki pun membuka pintu dan sedikit melongokkan kepalanya.
“Saya mengantarkan makan malam anda Nona!”
“Tinggal saja di situ dan biar aku yang membawanya masuk ke dalam!” balas Yuki.
Bel Boy tersebut langsung mengangguk dan pergi meninggalkan kamar Yuki. Kemudian Yuki mendorong makanan tersebut masuk ke dalam.
Melihat Ozzie yang terlelap dalam tidurnya, membuat Yuki tidak tega untuk membangunkannya. Yuki pun mau tidak mau kini mengganti bathrobe dengan pakaian yang ada dan naik perlahan ke atas tempat tidur. Ia terus saja memandangi wajah tampan Ozzie yang sedang terlelap.
‘Aku benar-benar bersyukur membuat masalah denganmu, Kak Ozzie!’ gumam Yuki dalam hati. ‘Aku tidak pernah menyangka jika aku justru akan menjadi istri dari seorang arsitek muda ternama yang sangat dikagumi saudara kembarku sendiri!’
Tangan Yuki perlahan menyentuh wajah Ozzie dan mulai mengabsennya dengan jari telunjuk Yuki. Wajah Ozzie yang sangat tampan membuat Yuki berdesir tidak karuan meski hanya menyentuhnya.
Grab!
“Apa aku terlihat tampan di matamu, sayang?” tanya Ozzie sambil tetap memejamkan matanya.
Yuki tersenyum saat ketahuan oleh Ozzie tengah mengagumi ketampanan suaminya sendiri. Tangannya kini ia tangkupkan di pipi Ozzie.
“Sangat tampan, dan aku emm.. Aku sedikit takut kehilangan kakak!”
Ozzie semakin mengeratkan pelukannya dan mengunci tubuh istrinya. “Kalau begitu, jangan pernah menjauh sedikit pun dari sisiku, Ara! Kau adalah tanggung jawabku sepenuhnya. Kau milikku dan aku juga milikmu, SEORANG!” tegas Ozzie menekan kata terakhirnya.
“Jangan pernah bagi aku dengan orang lain, siapa pun itu. Karena aku bukanlah barang yang bisa kau bagi-bagi, meskipun dengan saudara kembarmu sendiri!”
Kalimat Ozzie barusan membuat Yuki sadar dengan posisinya sekarang. Syarat yang diberikan Ozzie untuk membantunya menyelamatkan Yuri ternyata tidak sembarangan. Dan Justru sangat menguntungkan dirinya.
“Lalu bagaimana dengan Yuri?”
__ADS_1
“Jangan bahas tentang dia saat kita sedang dalam posisi seperti ini sayang!” balas Ozzie sambil menyisir rambut panjang Yuri dengan jarinya.
“Emmh, kenapa kakak memilih orang payah sepertiku untuk menjadi istri?” tanya Yuki membuat hati Ozzoe tergelitik geli mendengarnya.
“Payah? Maksudnya?” balas Ozzie sambil mengernyitkan dahinya.
“Aku tidak bisa memasak dan mengerjakan pekerjaan rumah tangga dengan baik!”
“Aku mencari istri, bukan mencari pembantu rumah tangga, sayang!” balas Ozzie sambil menoel hidung istrinya.
“Lalu, apa yang membuat kakak jatuh cinta denganku?”
“Tentu saja karena tubuh cantikmu yang membuatku sangat ketagihan untuk membuat anak bersamamu!” balas Ozzie dimana tangannya sudah mulai menurunkan tali l!nger!e dari bahu Yuki.
“Kaaaak!”
“Aku menginginkannya lagi sayang. Bukankah kita belum memulainya di sini?” tanya Ozzie sambil terus berusaha melepaskan pakaian yang ia anggap sebagai penghalang matanya yang ingin menikmati pemandangan terindah dari lukisan nyata di depannya.
“Tapi kakak belum makan!” sanggah Yuki mencari alasan, padahal tubuhnya sudah mulai men99elinjan9 tidak karuan.
“Maka dari itu, malam ini aku ingin memakanmu sampai kenyang!” balas Ozzie yang langsung membungkam mulut Yuki yang terus saja melemparkan protes.
Tangan Yuki ia arahkan untuk melingkar di lehernya agar Ozzie bisa dengan mudah menanggalkan pakaian istrinya. Tak perlu menunggu lama lagi, kini mereka berdua sudah sama-sama tidak mengenakan apa-apa.
Ozzie pun kini mulai turun mengabsen tubuh Yuki yang lainnya mulai dari leher dan kini berhenti lama di tempat favorit barunya. Awalnya Ozzie memainkannya dengan lidahnya berkali-kali dan membuat Yuki semakin tidak karuan.
Tangan Yuki langsung menekan tengkuk leher Ozzie dan Ozzie pun langsung memainkannya seperti bayi yang sedang kehausan. Suara d354h4n Yuki kembali memenuhi ruangan kamar hotel dan membuat Ozzie semakin semangat bercocok tanam di ladang istrinya.
Tangannya mulai mengabsen bagian bawah dan membuat Yuki terus memohon agar Ozzie tidak menyiksanya dan langsung mempertemukan milik mereka berdua.
Akhirnya pelepasan mereka berdua pun kini terjadi di atas tempat tidur. Setelah itu mereka baru menikmati makan malam mereka sambil terus bertukar cerita.
__ADS_1