
“Haah? Setelah apa yang kakak maksud?” tanya Yuki dengan suaranya yang tercekat.
“Ehmm!” Ozzie berdehem sambil mengeratkan tangannya yang melingkar di pinggang Yuki. “Setelah memilikimu seutuhnya!” jawab Ozzie membuat mata Yuki membelalak sempurna.
Ia tidak menduga jika Ozzie benar-benar ingin memilikinya seutuhnya malam ini juga. Keterkejutan Yuki kali ini membuat Ozzie terkekeh pelan sambil mencubit pipi Yuki pelan.
“Wajah kamu kalo lagi takut lucu banget sih, Ara!”
“Aku gak mungkin merusak masa depan kamu sebelum kita menikah nanti, sayang!” tukas Ozzie sambil memeluk Yuki dengan sangat mesra.
Ucapan Ozzie kali ini membuat Yuki benar-benar lega dan sangat bersyukur. Ia pun membalas pelukan Ozzie dengan sangat erat.
“Kakak bikin aku takut!” gumam Yuki di pelukan Ozzie. “Tapi aku siap buat jadi milik kakak seutuhnya kalau kakak memang mau!” balas Yuki membuat Ozzie kini yang balik terkejut.
Cepat-cepat Ozzie melepaskan pelukannya dan menatap Yuki secara intens. Sedangkan Yuki mulai berani menggoda Ozzie dengan mengalungkan tangannya ke leher Ozzie dan tentunya membuat Ozzie harus menelan ludahnya kasar.
“Kamu serius dengan ucapan kamu Ara?”
“Kamu yakin mau jadi milik aku seutuhnya malam ini?”
“Kamu gak akan nyesel kan setelah semuanya nanti benar-benar terjadi?”
__ADS_1
Serentetan pertanyaan yang terlontar dari Ozzie membuat Ara tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.
“Mana mungkin aku serius untuk hal itu, Kak Ozzie! Aku akan jadi milikmu setelah kita menikah nanti!” jawab Yyki yang sengaja membalas dendam atas candaan Ozzie tadi.
“Araaaaa!” pekik Ozzie geram.
Setelah mengetahui jika Yuki hanya mengepranknya, Ozzie dengan gemas menggendong tubuh Yuki ala koala menuju ke atas ranjang yang sudah bertabur dengan bunga-bunga segar.
“Kamu berani ngerjain aku ya?” Ozzie langsung menjatuhkan tubuh Yuki ke atas tempat tidur.
“Enggak kaaak, ampuuun!” pekik Yuki saat Ozzie hendak men!nd!h tubuhnya.
“Gak ada ampun buat kamu, sayang! Kau harus bertanggung jawab karena sudah membangunkan singa yang sedang tidur!”
Yuki terus saja menggelitiki sampai Ozzie terjatuh tepat di sampingnya, tapi sebelum terjatuh, tanpa sengaja tangan Ozzie menyentuh benda kenyal milik Yuki yang sebelah kiri.
Sentuhan Ozzie seketika menghentikan tangan Yuki yang menggelitiki pinggangnya. Keduanya sama terpaku sampai akhirnya Yuki tersadar dan menjauhkan tangan Ozzie yang sedari tadi menempel di dada kirinya.
“Kak Ozzie ini nakal banget sih!” gerutu Yuki yang kemudian membalikkan tubuhnya membelakangi Ozzie.
Sedangkan Ozzie yang masih menikmati rasa kenyal yang tertinggal di telapak tangannya pun hanya tersenyum tipis. Perlahan ia beringsut mendekati Yuki dan memeluk pinggang Yuki dari belakang.
“Bukan aku yang memulainya, Ara!” bisik Ozzie membuat Yuki meremang.
__ADS_1
“Kau yang menggelitiki aku sampai tanganku tidak sengaja menyentuh ...”
“Stop kak! Jangan dilanjutin lagi!” pinta Yuki yang sudah sangat malu.
“Aku baru kali ini menyentuhnya dan ternyata setrumannya sangat dahsyat!”
“Kaaaak, gak perlu dilanjutiiiin!”
“Tapi aku pingin lagi. Gimanaaa dooong?!” tanya Ozzie yang sudah mulai ketagihan.
Dengan kesal Yuki melepas pelukan Ozzie dan membalikkan tubuhnya. Kini keduanya saling berhadapan. Jika Ozzie memandang Yuki dengan tatapan nakal, Yuki justru sebaliknya. Ia memandang Ozzie dengan tatapan kesal.
“Ngeliatnya nap5u banget sih sayang!” goda Ozzie sambil memegang dagu Yuki.
“Ck, siapa sih yang nap5u? Orang aku itu kesel sama kakak!”
“Mendingan kita langsung ke rumah sakit aja yuk!” pinta Yuki yang bersiap untuk bangun dari tempat tidurnya.
Sayangnya Ozzie cepat-cepat menarik tangan Yuki dan menahannya agar tidak pergi. “Eits, jangan buru-buru gituh dong sayang!”
“Aku beneran deh masih pingin sentuh ...”
Belum selesai Ozzie menyampaikan keinginannya, Yuki sudah mengunci bibir Ozzie dengan bibirnya. Akhirnya Ozzie pun mulai membalas ciuman Yuki dan mema9utnya dengan sedikit 94n45.
__ADS_1