Dilema Cinta Arsitek Muda

Dilema Cinta Arsitek Muda
In the Hotel


__ADS_3


đź’Ś Boy


[Aku dan Nachya sudah memesan satu kamar presidential suite di Wrist Hotel tepatnya di nomor 179. Enjoy your first night, Mr and Mrs Ozzie. Selamat ketagihan yaa. Nikmati hari kalian, besok aku dan Nachya akan datang untuk menghibur Yuri.]


Satu pesan singkat dari Boy membuat Ozzie tersenyum lebar. Meski masalah yang ia hadapi saat ini sangat pelik, dukungan dari orang-orang yang ada di sekitarnya membuatnya merasa hidup tanpa masalah yang serius.


Ozzie menjalankan mobilnya menuju ke tempat yang sudah direservasi oleh Boy. Sedangkan Yuki saat ini terus saja dag dig dug tidak karuan menantikan first night mereka. Saking gugupnya, Yuki terus saja menundukkan wajahnya sambil terus memegangi ujung kemejanya.


Kegarangan, sikap jutek, dan sikap urakan Yuki seolah sirna entah kemana semenjak masalah ini menimpanya. Terlebih saat ia sudah mendengarkan ungkapan cinta dari Ozzie dan menjadi istrinya. Kini bukan lagi Yuki yang urakan dan jutek seperti dulu.


“Gugup yaah, sayang?” tanya Ozzie sambil mengusap kepala Yuki.


“Haah?!”


“Emm, enggak kok. Biasa ajah. Aku cuma lagi kepikiran Yuri, Kak!” balas Yuki.


“Oooh, kirain kamu gugup mau malam pertama sama aku. Ternyata kamu udah lebih siap ya dari aku?” timpal Ozzie membuat Yuki langsung membeliakkan matanya.


“Ck, mana ada seperti itu!” jawab Yuki sambil menyembunyikan wajahnya yang sedikit terasa panas karena rona di wajahnya.


Senyum Ozzie kembali merekah melihat istrinya yang salah tingkah. Perlahan ia mengusap wajah istrinya yang merona dan membuatnya tampak semakin cantik.


“Mama mertua aku kira-kira kapan datang, sayang?” tanya Ozzie mengalihkan pembicaraan mereka.


“Emmm, setelah aku beri kabar jika keadaan Yuri membaik Mama akan datang bersama Papa. Penerbangan mereka akan tiba besok malam!” jawab Yuki yang terus memberi kabar tentang perkembangan keadaan Yuri dengan kedua orang tuanya.


Lagi-lagi Ozzie harus menyunggingkan senyumannya. Waktunya bersama dengan Yuki akan sedikit panjang sampai kedatangan mertuanya. Ia tidak lagi mengkhawatirkan Yuri karena keluarga dan sahabatnya akan bergantian menemaninya sampai ia datang bersama dengan kedua orang tuanya.


“Kakak nih kenapa sih dari tadi senyam senyum terus?” tanya Yuki saat melirik ke arah Ozzie yang tengah mengemudikan mobilnya.


“Tentu saja aku sangat bahagia istriku sayaaang!” balas Ozzie sambil mengusap kepala istrinya.

__ADS_1


Tak lama kemudian mobil yang dikendarai oleh Ozzie telah sampai di Wrist Hotel. Debaran hati Yuki kini semakin tidak menentu, terlebih saat Ozzie telah memarkirkan mobilnya dan mengajaknya untuk turun dari mobil.


Yuki turun dari mobil dan menyambut uluran tangan Ozzie. Keduanya kini masuk ke dalam dan menemui bagian resepsionis hotel yang ada di lobby.


“Selamat siang, Mr and Miss. Ada yang bisa saya bantu?”


“Kamar atas nama Mr and Mrs Ozzie!” ucap Ozzie


“Ini kunci untuk Kamar Nomor 179, Mr!” resepsionis tersebut langsung memberikan kartu kamar kepada Ozzie. “Enjoy your night and happy wedding Mr and Mrs Ozzie!”


“Thank you!” jawab Ozzie dan Yuki bersamaan.


Keduanya langsung menuju ke lift dan menekan tombol lantai dimana kamar mereka berada. Tidak ada percakapan antara mereka berdua, namun keduanya sesekali saling melemparkan pandang sambil tersenyum.


Sesampainya di lantai yang dituju, pintu lift pun terbuka dan mereka berdua langsung menuju ke kamar 179 yang tidak jauh dari pintu lift. Sesampainya di kamar, Ozzie pun langsung merapatkan tubuhnya dengan Yuki dan menarik tengkuk leher istrinya. Ia yang sudah sangat tidak sabar langsung mengabsen bibir Yuki.


Awalnya ia melakukan secara perlahan dan Yuki pun mulai membalas permainannya. Namun saat Yuki mulai mengalungkan tangannya di leher Ozzie, suaminya justru semakin rakus menikmati bibir ranum istrinya yang membuatnya begitu candu.


“Kau semakin membuatku tidak sabar, Ara!” Ozzie mulai membuka kancing Yuki yang paling atas.


Namun sayangnya Yuki langsung menahan tangan Ozzie untuk tidak dulu membuka baju dan pakaiannya. “Kaaaaaak!” panggil Yuki dengan nada manjanya.


“Ada apa sayang?” tanya Ozzie sambil tetap meloloskan kancing kemejanya.


“Aku sedikit merasa 93r4h, biarkan aku mandi dulu yaa!” pinta Yuki sambil berusaha menjauh dari Ozzie.


“Perlu aku siapkan air mandi?” tawar Ozzie dengan tatapannya yang begitu menggoda.


Cepat-cepat Yuki langsung menggelengkan kepalanya. “ Tidak perlu kak. I can do it by my self!”


Yuki langsung menuju ke kamar mandi dan menutup pintunya rapat-rapat. Kemudian Yuki bersandar di pintu dan mengatur nafasnya yang sedikit ngos-ngosan seperti habis berlari maraton.


“Oh My God! Ini benar-benar terlalu cepat untukku!” gumam Yuki yang memang belum pernah sama sekali menjalin hubungan dengan lelaki mana pun.

__ADS_1


Yuki pun mulai mengisi air di dalam bath tub sambil melepaskan kancing bajunya satu persatu dan kemudian menanggalkannya. Setelah itu, Yuki melepaskan bawahannya dan kini ia hanya mengenakan br4 tanpa tali dan cel4n4 d4l4m saja.


Suara kucuran air yang mengisi bath tub membuat Yuki tidak mendengar suara pintu kamar mandi yang terbuka. Ozzie yang berdiri di pintu langsung menelan ludahnya kasar saat melihat tubuh istrinya yang hampir terekspos seluruhnya.


Gerakan Yuki mengisi bath tub dengan aroma therapi sambil mengecek suhu airnya terlihat begitu 53k5i di mata Ozzie. Perlahan Ozzie yang hanya mengenakan boxernya saja itu mendekat ke arah Yuki dan memeluknya dari belakang.


“Aaaarrrggghhh!” pekik Yuki terkejut saat ada tangan kekar yang menyentuh dan melingkar di perutnya.


Saking terkejutnya, Yuki sampai gemetar dan kakinya terasa begitu lemas sampai mereka berdua sama-sama terjatuh ke dalam bath tub.


Byurrr!


Cepat cepat Ozzie melindungi kepala Yuki agar tidak terantuk bath tub dengan tangannya. Kedua tubuh mereka kini saling menempel satu sama lain.  Bahkan senjata Ozzie yang menegang begitu terasa berdenyut menyentuh milik Yuki.


“K-kak Ozz...”


Ozzie langsung mendaratkan bibirnya di bibir Yuki dan mema9utnya pelan seolah tidak mengizinkan Yuki untuk protes dengan apa yang ia lakukan saat ini.


Yuki sendiri sudah tidak bisa berbuat apa-apa selain membalas permainan suaminya di bibirnya. Balasan dari Yuki kali ini membuat Ozzie semakin berani membuka penutup d4d4 s!in+al Yuki dan m3r3m4snya perlahan-lahan.


Sentuhan Ozzie kali ini membuat ujung titik 53n5!t!f milik Yuki langsung m3ncu4t te9ak seolah memberi kode agar Ozzie melakukan yang lebih dari pada itu. Benar saja, tangan nakal Ozzie kini mulai memainkan ujung titik tersebut dan membuat Yuki seperti terkena setruman listrik yang tentunya tidak mematikan.


Ozzie pun melepaskan p49ut4n mereka dan membuat Yuki akhirnya mengeluarkan d354h4nnya yang tertahan sejak tadi.


“Kau benar-benar sangat cantik istriku sayang!” puji Ozzie sambil menarik ujung milik Yuki pelan-pelan.


“4hhh, kaaakaaaaak!” d354h Yuki yang men993linjan9 tidak menentu.


“Apa aku boleh menikmatinya?” tanya Ozzie sambil berbisik tanpa berhenti memainkan ujung milik Yuki.


Yuki pun hanya bisa mengangguk sambil terus m3nd354h karena kenakalan Ozzie kali ini.


 

__ADS_1


__ADS_2