
“Tapi kak, aku baru saja selesai mandi. Perutku juga sudah sangat lapar!” kilah Yuki sambil mengusap perutnya.
Ozzie hanya tersenyum dan semakin mengunci tubuh Yuki di bawahnya. “Tapi di dalam perutmu sudah siap untuk menampung benih cinta dariku, Ara! Aku benar-benar tidak sabar melihat perutmu menggembung karena ulahku!” bisik Ozzie membuat tubuh Yuki seketika meremang.
“Kak Ozzie, Kita sudah melakukannya tiga kali dan aku rasa ...”
Belum selesai Yuki melayangkan protesnya, Ozzie sudah membungkam mulutnya dengan ciuman maut darinya. Kali ini Yuki tidak bisa berbuat apa-apa lagi selain pasrah dan membalas pa9utan dari Ozzie.
Bahkan jika tadi ia sempat melayangkan protesnya, kali ini ia justru sangat menikmati sentuhan tangan Ozzie yang mulai mengusap bahunya dan perlahan melepaskan bathrobe yang dikenakan oleh Yuki.
Dalam hitungan detik, kini mereka berdua sudah tidak mengenakan apa-apa dan mulai mengulangi permainan mereka yang semalam. Jika di awal permainan mereka sebelumnya, Yuki hanya mengikuti arahan dari Ozzie, pagi ii sudah mulai berbeda.
Yuki justru tampak lebih lihai membalas setiap permainan pan45 mereka berdua. Meskipun begitu, Yuki masih sedikit malu-malu saat Ozzie memandangi wajahnya secara intens.
Permainan mereka pagi ini pun akhirnya selesai. Ozzie dan Yuki sama-sama merebahkan tubuh mereka berdampingan dan menutupinya dengan selimut.
“Aku akan memesan sarapan untuk kita sayang!” ucap Ozzie sambil mengusap kepala istrinya.
Yuki pun tersenyum sambil memandangi wajah tampan Ozzie. “Kaak!” panggil Yuki manja.
“Hemmm, ada apa sayang?”
“Aku..” Yuki memotong kalimatnya sambil mengusap rahang kekar Ozzie dengan sangat lembut.
“Say it, please!”
“Aku semakin jatuh cinta dengan kakak!” ucap Yuki yang semakin mendekatkan tubuhnya dengan Ozzie.
Tiba-tiba saja Yuki langsung mendaratkan ciumannya di bibir Ozzie dan mengeksplornya dengan sedikit berani, kemudian melepaskannya.
“Araaaa!” panggil Ozzie sambil mengatur nafasnya yang hampir saja habis karena ulah nakal istrinya barusan.
“Kau membangunkan singa yang sedang tidur, sayang!” lanjut Ozzie sedikit ter3n94h-3n94h.
Yuki tersenyum dan merapatkan kembali selimutnya sambil tetap memandangi wajah suaminya.
“Memang sejak kapan suami tampanku berubah menjadi singa?” tanya Yuki sambil menyentuh dada bidang Ozzie dengan jari telunjuknya.
“Sejak istri cantikku menjadi sedikit b!n4l!” balas Ozzie yang langsung menyibakkan selimut Yuki dan merapatkan tubuhnya dengan tubuh istrinya.
“Dan sekarang, singa itu akan melahapmu sampai habis!” bisik Ozzie yang kini sudah berada di atas.
__ADS_1
Yuki yang memang mulai ketagihan pun langsung melingkarkan tangannya di leher Ozzie. “Siapa takut?” tantang Yuki membuat 94!r4h Ozzie semakin terbakar.
“Jangan salahkan jika kali ini aku membuatmu sulit berjalan, istriku sayang!”
“Haaah?!” Yuki sangat terkejut mendengar ucapan Ozzie barusan. Namun dia tidak bisa mengelak lagi karena kali ini Yuki sendiri yang memulainya dan menantang Ozzie.
Akhirnya sarapan mereka harus tertunda lama karena Ozzie benar-benar meluahkan h45r4tnya sampai jam 9 pagi. Yuki pun langsung tergolek tak berdaya setelah pelepasan mereka yang terakhir, begitu juga dengan Ozzie. Namun, Ozzie tetap harus memaksa istrinya untuk bangun dan sarapan.
“Jangan tidur dulu sayang! Kau harus sarapan!” bisik Ozzie membangunkan istrinya.
“Aku lelah kak!”
“Sebentar saja dan aku akan menyuapimu!” balas Ozzie yang kemudian bangun dari tempat tidur dan mendekatkan sarapannya ke arah Yuki.
“Buka mulutmu sayang!” pinta Ozzie.
Dengan malas Yuki membuka mulutnya sambil tetap memejamkan matanya dan mengunyah makanan yang masuk ke dalam mulutnya. Setelah 5 suap, Yuki langsung menyudahi sarapannya dan langsung menyembunyikan badannya di balik selimut.
Melihat hal tersebut, Ozzie hanya bisa tersenyum. “Ternyata aku sudah kecanduan dengan istriku sendiri!” gumam Ozzie sambil menikmati sarapannya.
Setelah sarapannya habis, Ozzie pun bersiap menyusul Yuki yang sudah terlelap dibalik selimut. Namun, tiba-tiba ponselnya berdering dan tampak panggilan video masuk dari Leo.
Ozzie pun menutupi tubuhnya dengan selimut dan menjawab panggilan dari Leo.
“Apaaaa???!!! Kau baru akan istirahat?” tanya Leo dengan nada yang sangat terkejut.
“Apa proyek besarnya membuatmu lupa waktu, Ozzie?”
Ozzie yang sudah mendapat cerita dari voice note yang dikirimkan Prisca pun hanya menjawabnya dengan anggukan kepala.
“Kalau memang tidak ada hal yang penting, aku matikan ya panggilannya!” ucap Ozzie.
“Jangan dulu, Ozzie!” tahan Leo.
“Yuri ingin bicara denganmu!” leo pun langsung mengalihkan layar ponselnya ke arah Yuri.
Kali ini Yuri sudah tampak lebih segar dari sebelumnya. Bahkan ia sudah bisa duduk bersandar dan menikmati makannya sendiri tanpa disuapi.
“Hai Kak Ozzie!” sapa Yuri di ujung panggilan. “Aku sudah lebih baik hari ini!”
“Hai. Syukurlah jika kau sudah lebih baik!” balas Ozzie datar.
“Tapi aku melihat Kak Ozzie tidak baik-baik saja. Wajah kakak terlihat sangat pucat dengan kantung mata yang menghitam!”
__ADS_1
“Oh, aku hanya sedikit kurang istirahat!”
“Istirahat yang cukup ya kak. Aku menantikan kehadiranmu di sini.”
“Oke. Kalau begitu aku matikan ya panggilannya. Bye Yuri!”
Ozzie pun langsung mematikan panggilannya dan memeluk Yuki dengan erat. Tak lama kemudian, Ozzie pun menyusul Yuki ke alam mimpi.
Sedangkan di sisi lain, Leo yang hendak pergi ke kantor pun langsung dibuntuti oleh Prisca sampai langkah mereka terhenti di depan ruangan.
“Kak Leo, Kak Ozzie beneran baru mau tidur tadi?” tanya Prisca yang langsung dijawab Leo dengan anggukan kepalanya.
“Kenapa? Kamu iri yaa?” tanya Leo balik. “Kalau iri, aku siap kok panggil kedua orang tua aku untuk datang ke Mansion dan meminang kamu!”
“Ciiih, kalo pun aku iri, aku gak akan minta dilamar sama Kak Leo. Aku cuma mau minta uang jajan!” timpal Prisca.
Leo pun langsung membuka ponselnya dan memberikan kepada Prisca. “Ketik aja berapa uang yang kamu butuhkan. Itung-itung untuk down payment menjadi pacar aku saat menghadiri undangan nanti!”
“Serius Kak Leo?” tanya Prisca dengan mata yang berbinar.
“Dua rius malah. Buruan ketik, waktu kakak gak banyak!”
Prisca pun langsung mengetikkan angka 1000 poundsterling di m-banking milik Leo dan menunjukkan kepada Leo. “Aku minta segini boleh?” tanya Prisca.
“Tentu saja boleh!” balas Leo sambil mengambil kembali ponsel miliknya dan langsung mengirimkan nominal uang yang diminta Prisca.
“Ya udah, kakak pergi kerja dulu ya!” pamit Leo sambil menyodorkan tangan ke arah Prisca.
Dengan refleks Prisca pun menerima uluran tangan Leo dan mencium punggung tangannya seperti seorang istri terhadap suaminya.
“Memang calon istri yang baik!” tutur Leo sambil mengusap kepala Prisca.
Cepat-cepat Prisca langsung melepaskan tangan Leo. “Enak aja calon istri! Ya udah, kakak hati-hati yaa! Ba bay!” Prisca melambaikan tangannya dan berbalik masuk ke dalam ruangan.
Leo hanya tersenyum geli melihat tingkah adik sahabatnya itu. Ia pun bergegas meninggalkan ruangan dan menuju ke pintu lift.
Hari ini ia akan menggantikan Ozzie meeting dengan klien. Untungnya saja ia tidak sendirian karena Nachya siap untuk menemaninya selama Ozzie menikmati masa cutinya.
🍄🍄🍄
Sambil menunggu kelanjutannya, mampir yuk ke Novel bestie aku
__ADS_1