Dilema Cinta Arsitek Muda

Dilema Cinta Arsitek Muda
Meet with Papi Mertua


__ADS_3


Siang harinya, Yuki dan Ozzie sudah berada di Mansion untuk bertemu dengan Papinya Ozzie yang tentunya akan ditemani oleh Mami Erin.


“Kak, aku takut!” bisik Yuki yang sedari tadi m3r3mas ujung blousenya sendiri.


“Papi tuh orangnya baik sayang!” balas Ozzie.


Tak lama kemudian Papi Ozzie keluar dari kamarnya bersama Mami dan menuruni anak tangga. Yuki langsung mengerutkan dahinya saat melihat wajah Papi Ozzie. Ia baru sadar jika papi suaminya memiliki face oriental Jepang.


“Papi kamu orang Jepang ya?” tanya Yuki dengan berbisik.


“Yaps, nenek aku orang Jepang, tetapi kakek asli Birmingham!” jelas Ozzie.


‘Kenapa aku sangat tidak asing ya dengan Papinya kak Ozzie?’ gumam Yuki dalam hati.


“Konnichiwa Yuki Aurora!” sapa Papi Ozzie.


Yuki pun langsung berdiri dari tempat duduknya dan membungkukkan badannya. “Konnichiwa, emmm...”


Yuki menggantung kalimatnya karena ia belum mengetahui nama mertuanya.


“Akitsuki Spahic!” lanjut Papi Ozzie membuat Yuki langsung membeliakkan matanya.

__ADS_1


“Akitsuki San?” Yuki mengulangi nama mertuanya sambil mengernyitkan dahinya.


Papi Ozzie langsung tersenyum lebar mendengar Yuki memanggilnya dengan sebutan itu. “Ternyata kamu masih ingat yaa dengan saya!” timpal Papi Ozzie.


Kali ini gantian Ozzie dan Mami Erin yang terkejut mendengarnya.


“Apa kalian pernah bertemu sebelumnya?” tanya Mami Erin.


“Dimana kalian pernah bertemu?” timpal Ozzie yang mulai diselimuti rasa penasaran.


“Tentu saja papi mengenal Yuki dengan baik. Dia adalah pahlawan kecil papi saat di Jepang!”


Pipi Yuki langsung merona merah mendengar pujian yang dilontarkan oleh Papi Ozzie. Ia sama sekali tidak menyangka jika Tuan Akitsuki masih mengenalnya dengan baik, padahal sudah tiga tahun berlalu.


Akitsuki Spahic harus menjenguk mamanya yang sedang dirawat di rumah sakit Jepang. Kebetulan saat itu Yuki juga berada di sana dan sedang menunggu Yuri yang sedang dirawat juga. Kebetulan ruangan mereka berdampingan, jadi papi Ozzie sering bertemu dengan Yuki.


Suatu ketika saat Papi Ozzie belum datang, nenek Wan tampak kesulitan untuk ke toilet dan Yuki dengan sigap langsung membantunya. Bahkan Yuki sama sekali tidak merasa jijik saat membersihkan kotoran Nenek Wan.


Hal tersebut membuat Nenek Wan justru bergantung dengan Yuki dan tidak mau dibersihkan oleh perawat jaga. Sejak saat itu, hubungan Papi Ozzie jadi dekat dengan papanya Yuki. bahkan papi Ozzie sudah menganggap Yuki sebagai anak.


Selepas Yuri keluar dari rumah sakit, Yuki masih saja terus berkunjung ke rumah sakit secara rutin dan merawat Nenek Wan sampai akhir hidupnya. Sayangnya setelah Nenek Wan meninggal dunia, Papinya Ozzie tidak pernah lagi datang ke Jepang.


Cerita Papi Ozzie kali ini membuat Ozzie dan Yuki sama-sama tahu kenapa papanya dengan mudah mengizinkan mereka berdua untuk menikah. Bahkan Mami Erin pun juga baru tahu setelah mendengar cerita dari suaminya.

__ADS_1


“Ara tidak hanya pahlawannya Nenek Wan, dia juga pahlawan Mami karena sudah menyelamatkan mami dari copet tidak tahu diri!” timpal Mami Erin.


“Hei, Yuki juga pernah membantu papi memperbaiki mesin mobil papi saat mogok di jalan. Kau tau Ozzie, bahkan dia lebih canggih memperbaiki mesin mobil daripada montir langganan papi!”


Yuki kini semakin tersipu malu, terlebih saat semua mata tertuju padanya. “Benarkah Ara?” tanya Mami Erin dan Ozzie secara serempak.


“Ck, itu hanya kebetulan saja. Papi memujiku kali ini!” jawab Yuki.


Ozzie langsung mendekap istrinya dengan bangga. “Yang terpenting saat ini, Ara adalah pahlawan cantiknya Ozzie karena sudah menyelamatkan Ozzie dari trauma jatuh cinta!”


“Aku sangat mencintaimu, Ara. Kau benar-benar secantik aurora yang ada di langit!” puji Ozzie yang tanpa malu langsung mencium bibir Yuki di depan kedua orang tuanya.


Yuki sendiri yang tidak sempat mengelak pun hanya bisa mendorong tubuh Ozzie pelan agar menghentikan ciumannya. Sayangnya bukan berhenti, Ozzie justru semakin dalam memagutnya.


Papi dan mami Ozzie pun hanya saling melemparkan pandang dan tersenyum melihat tingkah putranya. Mereka berdua pun langsung menuju ke ruang makan karena tidak mau mengganggu kesibukan baru Ozzie sebagai pengantin baru.


Ozzie pun mulai melepaskan pagutannya saat Yuki hampir kehabisan nafas.


“Kakaaak!” gerutu Yuki manja sambil memukul bahu suaminya.


“Jangan malu, sayang!” balas Ozzie sambil mengusap bibir Yuki pelan. “Mereka juga pernah muda kok!”


“Kita makan yuk!” ajak Ozzie sambil menarik tangan Yuki. “Papi dan mami sudah menunggu di ruang makan!”

__ADS_1


__ADS_2