Dilema Cinta Arsitek Muda

Dilema Cinta Arsitek Muda
Rencana Gagal


__ADS_3


Kini mereka mulai duduk melingkar. Boy tentu saja berdampingan dengan istrinya, Nachya. Sedangkan di samping Boy ada Leo, kemudian Yuri. Di sampingnya ada Yuki dan kemudian Prisca yang duduk di antara Nachya dan Yuki.


Makanan yang mereka buat kini sudah tertata rapi di atas meja. Namun tiba-tiba Boy menahan Leo yang sudah tidak sabar menikmati makanan tersebut.


“Nanti dulu dong Leo!” tahan Boy sambil menepuk tangan Leo pelan.


“Oh doa dulu kan ya?” Leo langsung menengadahkan tangannya untuk berdoa dan selepas itu ia kembali mengulurkan tangannya untuk mencomot makanan yang ada di depannya.


“Hush! Tunggu dulu!” tahan Boy membuat Leo langsung mengernyitkan dahinya.


“Ck, apalagi sih? Udah laper nih!” balas Leo.


“Sabar dulu dong, kita mau adain game nih sebelum makan!” tukas Nachya.


“Aduh Nach, main gamenya nanti dulu napa setelah makan!” protes Prisca. “Aku juga udah laper banget nih!”


“Emmm, oke deh. Ya udah kita makan dulu habis itu kita main game!” ucap Nachya yang disetujui oleh yang lainnya.


Mereka menikmati makanan tersebut sambil berceloteh ria. Mereka membicarakan hal-hal ringan mengenai perkuliahan mereka di kampus. Setelah makan yang ada di hadapan mereka hampir habis, Yuri tampak berkali-kali menutup mulutnya yang sedari tadi menguap.


Efek obat yang dikonsumsi oleh Yuri memang membuatnya mengantuk. Yuki pun mendekatkan tubuhnya dengan Yuri dan berbisik. “Kamu ngantuk?”


Yuri pun langsung menganggukkan kepalanya.


“Mau aku antar ke kamar?” tanya Yuki dan lagi lagi Yuri menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


“Maaf ya guys, aku gak bisa ikut permainan kali ini. Ngantuk banget soalnya!” ucap Yuri undur diri.


“Iya gak papa! Kamu istirahat aja dulu biar cepet pulih!” timpal Nachya.


Yuki pun langsung membawa Yuri ke kamarnya. Sesampainya di kamar, Yuki membantu Yuri merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur dan menyelimutinya.


“Aku balik ke taman lagi ya!” tutur Yuki.


“Iya, makasih banyak ya!” balas Yuri yang sudah tidak dapat menahan kantuk di matanya.


Yuki pun beranjak keluar dari kamar Yuri dan menutup pintunya pelan. Namun saat ia berbalik, betapa terkejutnya Yuki saat dibelakangnya ada Ozzie yang sudah berdiri tegap.


“Kak Ozzie!” pekik Yuki membuat Ozzie cepat-cepat menutup mulut istrinya.


“Sssstttt! Jangan keras-keras! Nanti Yuri bangun!”


Yuki pun langsung menganggukkan kepalanya dan Ozzie langsung menarik tangan istrinya menaiki anak tangga.


“Biarin aja, yang penting aku sekarang mau kangen-kangenan sama kamu!” balas Ozzie sambil melingkarkan tangannya di pinggang Yuki.


“Tapi kaaak ...!”


“Ayolah sayang. Mumpung Yuri masih tidur!” tutur Ozzie membuat Yuki akhirnya pasrah saat dibawa suaminya menuju ke kamar.


Sedangkan Nachya, Boy, Leo, dan juga Prisca yang melihat kemesraan Ozzie hanya bisa menggelengkan kepala mereka.


“Susah deh kalo ngajakin kumpul ama pengantin baru. Bawaannya ke kamar terus!” gerutu Prisca.

__ADS_1


“Yaah, game nya kurang seru nih kalo Cuma 4 orang!” balas Nachya.


“Iya, kita mending pulang aja yuk sayang. Jangan mau kalah deh sama mereka berdua!” ajak Boy membuat Leo langsung menekuk wajahnya.


“Woy woy woy! Gak bisa gitu dong bro! Meski Cuma berempat kan masih bisa main game!” tahan Leo.


“Nah, bener tuh kata kak Leo! Jangan langsung pulang gituh dong! Katanya mau ngajakin main game!” timpal Prisca.


“Oh iya, aku lupa kalo hari ini aku harus ke makam akung sama Uti. Kemarin udah ditelfon mama soalnya. Sorry banget ya guys. Kayaknya game nya laion kali aja!” tukas Nachya yang langsung menarik tangan suaminya.


Boy langsung tersenyum mendengar alasan klasik istrinya kali ini. Nachay memang selalu pintar mencari alasan yang tidak bisa ditolak oleh teman-temannya. Padahal kemarin sore mereka sudah ke makam akung dan juga utinya.


“Tapi Nach ...”


“See you next time yaa! Ba bay!” Nachya langsung melambaikan tangannya ke arah Leo dan Prisca. Begitu juga dengan boy yang langsung berpamitan secara instan.


Kini tinggal Leo dan Prisca yang berada di taman dengan kondisi taman yang sangat berantakan.


“Kayaknya mereka semua sengaja deh ngerjain kita berdua!” gerutu Prisca sambil mengedarkan ke sekeliling taman yang sangat berantakan.


“Aku nanti akan minta tolong sama Maid Dera dan maid yang lain untuk membersihkan ini. Gimana kalo sekarang kita pergi jalan-jalan ke mall atau kemana gituh?” ajak Leo.


Prisca terdiam sejenak menimbang tawaran dari Leo barusan.


“Boleh deh, tapi habis beresin taman ya. Gak enak kalo semuanya harus diberesin sama Maid Dera!” balas Prisca membuat Leo merekahkan senyumannya.


“Oke cantik. As you wish, baby!” balas Leo yang langsung melipat lengan kemejanya dan siap untuk membantu Prisca membereskan taman.

__ADS_1


 


  


__ADS_2