
Yuri mulai membuka matanya saat perutnya mulai berdemo minta makan. Ia pun menyibakkan selimutnya dan melihat ke arah jam dinding yang menunjukkan jam 8 malam.
“Udah jam segini kok tumben sih Yuki gak bangunin aku buat minum obat!” gumam Yuri yang langsung turun dari tempat tiodur dan keluar dari kamarnya.
Suasana Mansion kali ini kembali sepi tidak seramai tadi siang yang penuh dengan senda gurau teman-temannya. Yuri pun melangkahkan kakinya menuju ke ruang makan. Di sana tampak papa dan juga mamanya tengah menikmati makan malam berdua.
“Hai sayang, sini makan bareng mama. Biar mama siapin!” ucap Mama Yuni yang langsung mengambilkan nasi untuk Yuri.
“Makasih, Ma!” Yuri langsung menarik kursi dan duduk di samping mamanya.
“Yuki kemana sih Ma, tumben gak bangunin Yuri buat makan malam sama minum obat?” tanya Yuri membuat kedua orang tuanya saling melempar pandang tidak tahu harus menjawab apa.
“Emmm, mungkin lagi istirahat. Kecapekan dia jagain kamu dua hari kemarin!” timpal Papa Yuketama.
“Ooooh!” jawab Yuri yang langsung menyendokkan nasi ke dalam mulutnya.
“Kak Ozzie udah pulang ke Mansion belum?” tanya Yuri lagi.
__ADS_1
Papa Yuke langsung menggelengkan kepalanya untuk memberi kode kepada istrinya agar menjawab jika Ozzie belum pulang ke Mansion. Sayangnya Mama Yuni tidak mengindahkan kode yang diberikan oleh suaminya.
“Belum!” “Sudah!” Papa Yuke dan Mama Yuni menjawab pertanyaan Yuri dengan jawaban yang berbeda.
“Belum apa udah sih sebenernya?” tanya Yuri.
“Belum sayang!” tegas Papa Yuke sambil menatap tajam ke arah istrinya
“Udah kok! Tadi mama lihat Ozzie pulang dan langsung naik ke atas kamarnya sama ...”
“Mama!” panggil papa Yuke sambil menekan kalimatnya.
“Emm, tolong ambilkan nasi sama lauknya lagi dong, Ma. Dikit aja!” lanjut Papa Yuke berkilah.
Sedangkan Yuki mulai mengerjapkan matanya saat mendengar dering alarm ponselnya. Tangan Yuki tergagap mencari ponselnya dan melihat jam berapa sekarang.
“Jam delapan lebih!” mata Yuki langsung terbuka sempurna.
“Aduh! Aku harus mengingatkan Yuri untuk minum obat!” ucap Yuki sambil menyibakkan selimutnya dan memunguti pakaiannya yang berserakan.
__ADS_1
Setelah itu ia masuk ke dalam kamar mandi dan membersihkan tubuhnya secara kilat. Tak perlu menunggu waktu yang lama, Yuki kini sudah memakai pakaiannya dengan lengkap dan mulai mengeringkan rambutnya dengan hair dryer milik suaminya.
Sedangkan Ozzie hanya memandangi istri kesayangannya yang sedang kalang kabut di depan meja rias sambil menopang dagunya.
“Daripada kau tertekan dan terus bersembunyi seperti ini, bagaimana jika kita menceritakan saja semuanya kepada Yuri jika kita sudah menikah?” tanya Ozzie.
“Jangan kak! Dia baru saja pulang dari rumah sakit!” tolak Yuki.
“Tapi jika kita terus menutupi semua ini bukankah justru sangat merepotkan untuk kita?” tanya Ozzie lagi.
“Hanya sebentar kak Ozzie. Kita akan memberi tahu Yuri secara perlahan!” Yuki membereskan hair dryer yang baru saja ia gunakan dan bersiap untuk keluar dari kamar Ozzie.
“Aku pergi dulu ya sayang!” pamit Yuki sambil melambaikan tangannya ke arah Ozzie.
Namun saat Yuki membuka pintu kamar Ozzie, ia melihat Yuri tengah menaiki anak tangga. Cepat-cepat Yuki menutup kembali pintu kamarnya dan menatap ke arah Ozzie.
“Kenapa?” tanya Ozzie.
“Yuri sedang berjalan menuju kemari!” jawab Yuki.
__ADS_1