Dilema Cinta Arsitek Muda

Dilema Cinta Arsitek Muda
Obrolan Orang Tua


__ADS_3


Dua hari kemudian,


Yuri sudah diperbolehkan pulang dari rumah sakit. Siang ini Mansion Ozzie sangat ramai dengan keluarga Papa Yuke dan Papi Akitsuki. Anak-anak muda berkumpul di taman dekat kolam renang untuk merayakan kepulangan Yuri dari rumah sakit.


Sedangkan Papa Yuke, Papi Akitsuki, Mama Yuni, dan Mami Erin kini memilih berbincang bincang di teras.


“Akhirnya putriku bisa menghirup udara bebas hari ini!” celetuk Mama Yuni yang tampak senang melihat Yuri tersenyum bahagia di taman bersama dengan teman-temannya.


“Aku juga turut gembira, Yuni San. Hanya saja ada beberapa hal yang ingin kamu sampaikan!” tutur Akitsuki yang sudah harus menceritakan tentang pernikahan Yuki dengan putranya Ozzie.


“Apa ini menyangkut tentang anak-anak kita?” tanya Yuni yang sudah tidak sabar ingin membahas masalah Yuri dengan Ozzie.


“Ya, ini memang mengenai masalah anak-anak kita!” timpal Erin.


Mata Yuni langsung berbinar mendengarnya. “Aku dengan senang hati akan menyetujui hubungan antara Yuri dengan Ozzie. Bahkan jika mereka akan segera menikah pun aku juga sangat setuju. Yaaah, meskipun Yuri masih sangat muda untuk menikah.”


Akitsuki, Yuke, dan Erin langsung saling melemparkan pandang. Mereka akhirnya memutuskan lewat sorot pandang mereka agar Yuke menjelaskan lebih dulu kepada istrinya perihal pernikahan Yuki dengan Ozzie.

__ADS_1


Yuke pun menarik nafasnya dalam-dalam dan menghembuskannya perlahan.


“Maaah, ada satu hal penting yang ingin aku sampaikan kepada Mama.” Mama Yuni langsung beralih memandang ke arah suaminya untuk mendengarkan apa yang akan disampaikan.


“Yuri memang mencintai Ozzie, sayangnya Ozzie justru mencintai Yuki. Mama tahu kan kondisi Yuri yang dikabarkan oleh Yuki sebelumnya?”


Pertanyaan Yuke kali ini langsung dijawab dengan anggukan kepala oleh Mami Yuni.


“Yuri drop karena mengetahui Ozzie malah menyukai Yuki dan bukan menyukainya. Dan Yuri sangat berambisi untuk bisa menjadi kekasih Ozzie dan memilikinya.”


“Maka dari itu, Yuki memohon terus menerus kepada Ozzie untuk datang menjenguk Yuri dan memberikannya perhatian khusus. Awalnya Ozzie menolak mentah-mentah permintaan tersebut, namun melihat keadaan Yuri yang sangat mengkhawatirkan, Ozzie pun mau membantu pemulihan Yuri dan membantu biayanya dengan syarat tertentu.”


“Apa syarat yang diajukan oleh Ozzie?” tanya Mama Yuni yang kini mengalihkan pandangannya ke arah kedua orang tua Ozzie.


“Ozzie meminta Yuki untuk menjadi istrinya. Setelah itu ia baru akan membantu Yuri memulihkan kesehatannya!” jawab Akitsuki.


“Dan mereka berdua kini sudah resmi menikah dan menjadi suami istri yang sah!” timpal Erin.


Mama Yuni yang sangat shock mendengar semuanya kini hanya bisa menutupi wajahnya dengan kedua tangan. “Lalu bagaimana dengan Yuri ku jika ia mengetahui kenyataan ini?” tanya Yuni dan seketika tangisnya pun pecah

__ADS_1


“Kami sudah memilih psikiater handal untuk menyembuhkan kondisi psikis Yuri selepas kondisi fisiknya sudah membaik!” jelas Erin sambil memeluk Yuni dan mengusap punggungnya.


“Maafkan kami karena tidak sempat meminta persetujuan anda terlebih dahulu. Kondisi Yuri yang kritis membuat kami semua harus bertindak dengan cepat. Karena jika terlambat sedikit pun, nyawa Yuri bisa saja melayang begitu saja!” jelas Erin membuat Yuni mulai tersadar jika apa yang mereka lakukan adalah hal yang benar dan tepat.


Yuki pun akan kandungnya juga meskipun selama ini Yuni lebih terlihat menyayangi Yuri dibanding Yuki. Mau tidak mau, Yuni harus merestui ini semua yang sudah terjadi. Terlebih keadaan Yuri sudah hampir pulih secara total.


“Yuni San!” panggil Erin mengendurkan pelukannya.


”Kita semua masih harus merahasiakan ini di depan Yuri sampai keadaannya pulih total. Kami hanya tidak mau Yuri kembali drop saat mengetahui berita ini sebelum psikisnya tertata dengan baik!” tutur Erin.


“Kami harap, kita semua bisa belkerja sama dengan baik!”


“Jangan khawatir Erin! Meski berita ini benar-benar sangat mengejutkan, aku tetap menerimanya dengan baik!”


Ucapan Yuni kali ini membuat semuanya bernafas lega. Tidak ada yang perlu di tutup-tutupi lagi dengan Yuni atas pernikahan anak kandungnya sendiri. Akhirnya mereka pun mulai membuka obrolan untuk mengenal satu sama lain.


 


 

__ADS_1


__ADS_2