
Bisnis Ozzie dan juga Leo di Roma, membuahkan hasil gemilang dan sangat memuaskan. Tiga hari di sana membuat Ozzie tidak sabar untuk segera pulang ke Mansion untuk bertemu dengan Yuki dan kembali menjahilinya.
Begitu juga dengan Yuri yang sedari pagi sudah menyiapkan berbagai menu makanan yang akan ia buat untuk menyambut kedatangan Ozzie. Bahkan Yuri rela tidak masuk kuliah dan membiarkan Yuki berangkat ke kampus seorang diri.
“Aku berangkat dulu yaa, Bye Yuri...” pamit Yuki yang sudah siap berangkat ke kampus.
Hari ini Yuki ada jadwal presentasi yang tentunya mengharuskan dirinya untuk tetap masuk kuliah. Meski Yuki juga sangat suka membolos, tetapi ia sama sekali tidak berminat untuk membolos kuliah dengan alasan menyambut kedatangan malaikat penjaga neraka.
“Yuri, apa yang akan kau masak pagi ini?” tanya Maid Dera yang melihat beraneka bahan masakan di pantry.
“Aku ingin membuat olahan tuna kesukaan kak Ozzie, asparagus, dan dessert puding matcha!” jawab Yuri dengan wajah yang berbinar.
“Waaah, kelihatannya kau benar-benar sangat menyukai Mr Ozzie yaa?” timpal Maid Dera yang sudah mulai akrab dengan Yuki dan juga Yuri.
“Siapa yang tidak suka dengan pria tampan seperti Kak Ozzie. Gayanya cool, pandai, dan sangat mempesona!” balas Yuri.
“Oh iya maid Dera, aku juga ingin bertukar posisi dengan Yuki. aku harap Maid Dera bisa menjaga rahasia ini ya?”
Maid Dera yang jika ditaksir saat ini usianya menginjak 45 tahun pun langsung menganggukkan kepalanya. “Okee, yang jelas jangan libatkan aku dalam ide gila kalian berdua!”
“Tapi Yuki belum mengetahui tentang hal ini. Dan aku rasa ia juga tidak akan keberatan untuk bertukar posisi denganku!”
Yuri pun dengan cekatan menyiapkan makanan untuk Ozzie dan juga Leo yang kini sudah dalam penerbangan kembali ke London. Tiga jam kemudian, mereka berdua pun tiba di Mansion tepat saat Yuri selesai mandi dan keluar dari kamar Yuki.
“Yuki!” panggil Ozzie yang kini sedang duduk di sofa ruang tamu. “Gak kuliah?”
Panggilan Ozzie barusan membuat dada Yuri mulai berdebar debar tidak karuan. “Gak!” jawabnya mengikuti nada bicara Yuki. Ia pun kemudian menuruni anak tangga dan turun ke bawah.
“Jadi, Yuri kamu biarkan pergi kuliah sendiri?” tanya Leo yang langsung diangguki oleh Yuri.
__ADS_1
“Aku sedang malas kuliah hari ini!” celetuk Yuri yang membuat gaya bicaranya benar-benar terdengar mirip Yuki.
“Tapi sebelum berangkat kuliah, Yuri sudah membuatkan aneka olahan tuna buat Kak Ozzie dan juga Kak Leo!” tutur Yuri berharap Ozzie langsung menuju ke pantry dan menyantap masakan buatannya dengan lahap.
Sayangnya harapan Yuri harus pupus begitu saja saat melihat Leo membawa dua kotak makanan di tangannya.
“Yaah, kita baru aja makan di reStoran. Ini kita juga bawain makanan buat kalian berdua!” timpal Leo.
“Aku ingin segera mandi, siapkan saja air hangat seperti biasanya, Yuki!” titah Ozzie yang sedari tadi tidak lepas memandangi Yuri.
“Oke!” Yuri pun balik menaiki anak tangga menuju kamar Ozzie dengan perasaan yang tidak karuan.
“Bagaimana setelah bertemu dengan Yuki? Aku yakin sedari kemarin kau pasti merindukannya bukan?” tanya Leo.
“Apa yang kau yakin jika dia itu Yuki?” tanya Ozzie balik.
“Tentu saja, siapa lagi yang berbicara ketus dan suka bolos kuliah jika bukan Yuki!” jawab Leo.
“Tapi sejak kapan Yuki memakai pemerah bibir?” tanya Ozzie lagi.
“Kalau mereka kembali mengecoh kita dengan bertukar posisi, kita juga bisa balik mengerjai mereka. Bagaimana?” tawar Leo memberikan ide.
“Good idea, Leo! Kita lihat saja sampai kapan mereka akan bertahan!” balas Ozzie yang langsung setuju dengan ide Leo.
Tak lama kemudian Ozzie pun menaiki anak tangga dan masuk ke dalam kamarnya. Tampak Yuri masih memilihkan baju untuk dikenakan oleh Ozzie.
“Carikan saja kaos oblong dan celana pendek yang simple, Yuki. Hari ini aku tidak akan pergi kemana-mana!”
Suara Ozzie barusan membuat Yuri sedikit terkejut. Mau bagaimanapun, ia tetap mencoba biasa saja agar terlihat seperti Yuki yang asli.
“Oke!” jawab Yuri singkat.
__ADS_1
Ia pun langsung memilihkan pakaian untuk Ozzie dan menyerahkannya ke tangan Ozzie.
“Jangan keluar dulu, setelah mandi aku akan memintamu untuk memijat tubuhku!” ucap Ozzie sambil menerima pakaian yang disodorkan Yuri.
“A-apa?!” Yuri tergagap mendengarkan perintah dari Ozzie barusan.
“Aku tidak akan mengulanginya dan tidak terima penolakan!”
Yuri pun langsung menutup mulutnya dengan kedua tangannya. ‘What?! Ini serius Kak Ozzie memintaku untuk memijat tubuhnya?’
‘Ya Ampuun, ternyata jadi Yuki benar-benar sangat mendebarkan. Pantas saja Yuki selalu menggerutu acap kali keluar dari kamar Kak Ozzie!’
‘Duuuh, aku harus gimana yaa? Terima aja deh. Bisa jadi pijatanku kali ini membuat Kak Ozzie ketagihan dan jatuh cinta.’
Yuri pun menunggu Ozzie keluar dari kamar mandi sambil duduk di sofa sambil membaca majalah yang ada di meja. Tiga puluh menit kemudian, Ozzie sudah keluar dari kamar mandi dengan mengenakan pakaian yang tadi dipilihkan oleh Yuri.
‘Waah, Kak Ozzie benar-benar sangat tampan dan terlihat segar memakai baju yang aku pilihkan tadi!’ gumam Yuri dalam hati yang sedang berbunga-bunga.
“Jadi mau dipijat?” tanya Yuri membuat Ozzie semakin yakin jika kali ini mereka sengaja bertukar posisi untuk yang kedua kalinya.
‘Jika dia Yuki, dia pasti sudah tidak ada di sini karena Yuki yang aku kenal tidak mudah menuruti perintah gila dariku!’ batin Ozzie.
“Tentu saja! Apa kau sudah pernah memijat sebelumnya?”
“Belum!” jawab Yuri dengan jujur karena ia memang belum pernah memijat sebelumnya.
“Ck, kalo begitu tidak usah memijatku dan kembalilah ke kamarmu!” usir Ozzie membuat Yuri langsung memasang wajah kecewanya.
“Jadi kakak sengaja ngerjain aku ya? Dasar menyebalkan!” gerutu Yuri sambil meninggalkan kamar Ozzie.
Setelah Yuri keluar dari kamarnya, Ozzie pun bisa bernafas lega. “Huuuh, bahkan cara mereka melampiaskan rasa kesal saja tampak sangat berbeda!” gumam Ozzie sambil merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur.
__ADS_1