Dilema Cinta Arsitek Muda

Dilema Cinta Arsitek Muda
Butuh Psikiater


__ADS_3


Di saat Yuki sedang mempertaruhkan masa depannya, kini Yuri justru tengah bersenda gurau dengan Nachya dan juga Boy yang datang menjenguknya.


Meski suhu tubuhnya belum begitu stabil, Yuri masih bisa tertawa gembira karena kedatangan sahabatnya yang satu ini.


“Nachya, aku senang kau datang menjengukku. Aku bisa sedikit terhibur karena kehadiranmu!” tukas Yuri.


“Anggap saja kedatanganku kali ini untuk menggantikan Yuki yang sedang berjuang untukmu, Yuri!” timpal Nachya sambil menggenggam tangan sahabatnya.


Boy dan Leo yang paham kemana arah pembicaraan Nachya pun langsung keluar dari ruangan untuk memberikan waktu untuk mereka berdua berbicara.


“Berjuang untukku?” tanya Yuri sambil mengerutkan dahinya. “Apa yang sedang Yuki perjuangkan untukku?”


“Begini Yuri, kau saat ini sedang mencintai Mr. Ozzie bukan? Sedangkan Mr Ozzie justru jatuh cinta dengan Yuki!”


Nachya memilih membicarakan hal pelik ini secara to the point agar tidak ada kesalah pahaman di antara mereka.


“Dari mana kau mengetahuinya, Nachya? Apa Yuki mengadukan hal ini padamu?”


“Bukan Yuki yang cerita, melainkan Mr Ozzie!” jawab Nachya dengan nada yang masih terdengar begitu lembut.


“Lalu, apa yang sedang Yuki perjuangkan untukku?” tanya Yuri yang sudah tidak sabar mendengar jawaban Nachya.


“Yuki meminta Mr Ozzie untuk membalas cintamu. Sayangnya, Ozzie tidak mau dan memberikan syarat yang sangat berat untuk dipenuhi oleh Yuki. Kau tahu apa syarat yang diberikan oleh Mr Ozzie?” tanya Nachya dan Yuri langsung menjawabnya dengan gelengan kepala.


“Yuki harus mendapatkan uang sebanyak 2000 poundsterling!”


“Jika Yuki berhasil memenuhi syarat yang Ozzie berikan selama tiga hari, maka Ozzie siap untuk membalas cintamu, Yuri!” jelas Nachya dengan harapan Yuri bisa berpikir positif mengenai masalah ini dan merelakan Ozzie mengejar cinta Yuki.


Sayangnya penerimaan Yuri setelah mendengar cerita ini sama sekali tidak sesuai dengan harapan Nachya.


“Yuki memang selalu mengalah denganku selama ini, Nachya. Dia paham betul tentang keadaanku yang langsung jatuh sakit dan drop saat aku tidak mendapatkan apa yang aku inginkan!” timpal Yuri dengan santai membuat Nachya sangat tercengang mendengarnya.


“Wajar bukan jika ia melakukan hal ini. Lagi pula Yuki sudah secara terang-terangan menyatakan kebenciannya dengan kak Ozzie. Jadi perjuangan Yuki kali ini tentunya agar Kak Ozzie sadar dan kemudian membalas cintaku.”

__ADS_1


Sikap egois Yuri kali ini membuat Nachya ilfeel dengannya. Nachya pikir Yuri justru lebih lembut hatinya dan mau mengalah. Namun ternyata dugaan Nachya salah besar.


Dibalik sikap Yuri yang lemah lembut dibandingkan Yuki, hatinya justru sangat keras. Berbeda dengan Yuki yang justru memiliki hati yang sangat lembut di balik karakter tomboynya.


“Tapi Yuri, 2000 poundsterling bukanlah nominal yang kecil dan mudah untuk Yuki dapatkan. Malam ini dia justru merelakan dirinya menemani pria hidung belang di sebuah kamar hotel untuk mendapatkan uang sebanyak itu!” jelas Nachya dengan nada sedikit geram menghadapi keegoisan sahabatnya itu.


“Menemani pria hidung belang bukan berarti menjual keperawanannya kan?” balas Yuri dengan nada yang masih terdengar begitu santai.


“Jangan khawatir Nachya! Yuki adalah wanita yang pandai bela diri. Aku yakin dia bisa menjaga dirinya sendiri dari hal-hal seperti itu!”


“Haaaah?! Aku sungguh tidak menduga kau se-acuh ini dengan saudara kembarmu sendiri Yuri! Yuki sedang di ujung tanduk, sedangkan kau masih se-rileks ini mendengarnya?” balas Nachya yang tidak habis pikir dengan jalan pikiran Yuri.


“Apa kau tidak khawatir bagaimana jika ia tidak aman di luaran sana?”


“Yang perlu dikhawatirkan bukanlah Yuki, Nachya. Melainkan aku. Dan kini aku hanya bisa berdoa agar Yuki mendapatkan uang itu agar Kak Ozzie menerima cintaku!” jelas Yuri.


“Jika memang sampai Yuki tidak perawan lagi, itu juga bukan masalah besar. Dengan begitu, Kak Ozzie pasti akan memilih gadis yang bersih dan belum ternoda seperti aku.”


Ucapan Yuri yang semakin tidak memiliki hati ini membuat Nachya semakin geram mendengarnya. Ia sendiri yang tidak sedarah dengan Yuki bisa merasakan peliknya masalah yang tengah menimpa sahabatnya.


“Apaaaa?!!!” Yuri terpekik dengan mata yang terbelalak. Dengan hitungan detik saja kondisi Yuri langsung drop dan tidak sadarkan diri.


Melihat Yuri langsung tidak sadarkan diri, Nachya pun langsung menepuk dahinya sendiri. “Ck, kali ini aku sudah membuat masalah besar!”


Nachya pun segera memanggil dokter untuk memeriksa keadaan Yuri, sedangkan Nachya memilih menunggu di luar bersama dengan Boy.


“Apa yang sudah terjadi sayang?” tanya Boy sambil menggenggam tangan istrinya.


Nachya pun menceritakan semua yang ia katakan pada Yuri di dalam ruangan tadi secara detail. Boy hanya tersenyum mendengar cerita istrinya kali ini.


“Jangan risau, kau sudah melakukan yang terbaik sayang!” ucap Boy sambil mengecup punggung tangan Nachya.


“Tapi aku membuat keadaan Yuri semakin parah!”


“Kondisi seperti ini, Yuri tidak hanya membutuhkan seorang dokter melainkan juga psikiater. Aku akan merekomendasikan psikiater yang baik untuknya!” jelas Boy sambil memeluk istrinya.

__ADS_1


“Terima kasih, My Boo. You’re always the best!” puji Nachya membuat Boy mendaratkan ciumannya di bibir istrinya sekilas.


Leo yang melihat kemesraan mereka berdua hanya bisa menelan ludahnya kasar. Keinginannya untuk segera mendapatkan pasangan kini semakin menggebu-gebu. Siapa pun yang melihat Boy dan Nachya pasti sudah tidak sabar untuk menyusul status sah mereka.


“Ehhmmm!” Leo sengaja berdehem sedikit kencang. “Bisa gak sih kalo mesra-mesraannya ditunda di rumah ajaaaa? Kalian gak liat apa kalo aku masih sendiri?”


Nachya langsung menoleh ke arah Leo sambil terkekeh pelan. “Sorry deh Mr., aku doain Mr. Leo cepet dapet cewek!”


“Aduh Nach. Bisa gak panggil kakak ajaa? Berasa tua banget kalo dipanggil Mr sama kamu!”


“Bisa kok! Iya kan sayang?” tanya Nachya ke arah Boy.


Boy pun langsung menganggukkan kepalanya. Kemudian mereka bertiga pun kini membahas masalah yang kini sedang dialami Yuri, Yuki, dan juga Ozzie. Kali ini Leo langsung setuju untuk memanggilkan psikiater untuk Yuri.


🏥🏥🏥


“Mr. Leo, kami memiliki rekomendasi psikiater muda berkompeten di sini. Namanya dr. Brigitta Lavender. Namun hari ini dia sedang tidak ada jadwal praktek di rumah sakit!” jelas dokter yang kini tengah menangani Yuri.


“Kira-kira kapan saya bisa bertemu dengan dr. Brigitta?” tanya Leo kemudian.


“Saya akan menjadwalkan konsultasi dengannya besok pagi jam 9, bagaimana?”


“Baik dokter, terima kasih banyak bantuannya!” ucap Leo yang langsung undur diri.


Leo pun langsung menemui Nachya dan juga Boy yang masih menunggunya di depan ruangan Yuri.


“Bagaimana hasilnya kak?” tanya Nachya.


“Besok Yuri akan dijadwalkan bertemu dengan psikiater. Untuk keadaannya sekarang memang masih drop dan dokter juga mengatakan ini berawal dari kondisi psikis pasien!” jelas Leo.


“Kalian berdua bisa pulang dan beristirahat! Aku akan menunggu Yuri dan nanti akan aku kabarkan bagaimana perkembangan kondisinya!”


“Maaf ya bro! Kita gak bisa bantu banyak dan menemanimu di sini!” ucap Boy sambil menepuk bahu Leo.


“Tidak masalah, Boy. Aku justru sangat berterima kasih atas bantuan kalian berdua!”

__ADS_1


Nachya dan Boy pun undur diri dari hadapan Leo dan Leo pun langsung masuk ke dalam ruangan Yuri. 


__ADS_2