Dilema Cinta Arsitek Muda

Dilema Cinta Arsitek Muda
Mengalah lagi


__ADS_3


“Kamu siapin air mandi dan aku yang akan menghadapi Yuri jika dia datang kemari!” ucap Ozzie dan Yuki langsung mengangguk setuju.


Yuki langsung menuju ke kamar mandi untuk menyiapkan air hangat untuk Ozzie. Sedangkan Ozzie mulai memakai celana pendeknya dan kaos oblongnya. Tak lama kemudian pintu kamar Ozzie diketuk oleh Yuri.


“Kaak Ozziee!” panggil Yuri dari luar. “Kakak lagi apa?” tanya Yuri sambil terus mengetuk pintu kamarnya.


“Aku boleh masuk ke dalem gak kak?”


Pertanyaan Yuri yang terakhir membuat Ozzie membuang nafasnya kasar dan kemudian berjalan ke arah pintu kamarnya. Namun saat Ozzie hendak membuka pintu kamarnya, pintu kamarnya justru sudah terbuka lebih dulu oleh Yuri.


“Sayaaang! Aku merindukanmu!” pekik Yuri yang langsung menghambur memeluk Ozzie.


“Aku lelah dan ingin segera mandi, Yuri. Tolong lepaskan pelukanmu!” pinta Ozzie dengan nada bicara yang terdengar sangat dingin.


“Okey! Aku akan menyiapkan air mandi untukmu, Kak!” Yuri melepaskan pelukannya dan melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar Ozzie.


“Tidak perlu! Ara sudah menyiapkan air hangat untukku!” balas Ozzie melewati Yuri begitu saja dan menuju ke arah kamar mandi.


Tak lama kemudian tampak Yuki keluar dari kamar mandi dan tentunya langsung bersitatap dengan Yuri yang memandangnya dengan pandangan tidak suka.


“Kamu melupakan tugasmu untuk memberikan aku obat dan justru menyiapkan air hangat untuk kekasihku, Yuki!” tembak Yuri.


“Emmm, aku tidak akan menyiapkan air mandi untuk Kak Ozzie jika dia tidak menyuruhku!"


"Maafkan aku tidak membangunkan mu untuk minum obat malam ini, Yuri. Aku benar-benar lelah sampai ketiduran!" jelas Yuki.

__ADS_1


Yuri pun bisa menerima alasan yang disampaikan oleh Yuki. Ia pun kemudian meminta Yuki keluar dari kamar Ozzie, sedangkan Yuri sendiri memilih untuk tetap di dalam dan menunggu Ozzie sampai selesai mandi.


Yuki yang sudah lapar pun langsung keluar dari kamar Ozzie dan menuruni anak tangga menuju ke ruang makan. Di sana tampak Mama Yuni tengah bermain ponsel dan tampak sengaja menunggu kehadiran Yuki.


"Hai Ma!" sapa Yuki sambil menarik kursi dan duduk di samping mamanya.


"Mama udah makan?" tanya Yuki dan mamanya langsung menganggukkan kepalanya.


"Sudah, sayang!" jawab Mama Yuni.


Panggilan mama Yuni barusan membuat Yuki sedikit merasa janggal. Tak pernah sekali pun mamanya memanggilnya dengan sebutan 'sayang' karena panggilan itu biasanya di lontarkan kepada Yuri saja.


"Ma, ini Yuki loh bukan Yuri!" timpal Yuri mempertegas mamanya.


"Mama tahu sayang. Mama di sini memang sengaja mau bicara sama kamu!"


Yuki menghela nafasnya panjang. Ia paham betul apa yang hendak mamanya katakan padanya saat ini. Tentunya masih berkaitan antara Ozzie dan juga Yuri.


"Tepat sekali!"


"Kamu tahu dan paham bukan bagaimana keadaan Yuri saat ia menginginkan sesuatu?"


Yuki menganggukkan kepalanya sambil menyantap makan malamnya.


"Mama paham jika kamu sekarang adalah istri sah dari Ozzie. Namun, Yuri lebih mencintai Ozzie daripada kamu mencintai suamimu saat ini."


"Mama juga sangat paham jika kamu terpaksa Menikahi Ozzie hanya demi Ozzie datang kepada Yuri dan membantu kesembuhannya."

__ADS_1


"Hanya saja mama tidak siap jika Yuri harus kembali jatuh sakit setelah mengetahui kabar ini!"


"Katakan saja apa yang mama inginkan dari Yuki saat ini!" timpal Yuki yang tidak mau bertele-tele lagi.


"Mama ingin kau merelakan Ozzie untuk Yuri. Kalian kembar identik bukan? Mama yakin Yuri bisa menggantikanmu menjadi istri yang lebih baik untuk Ozzie."


"Yuri pintar memasak, berberes, dan tentunya sangat pintar menyenangkan hati suaminya. Dia juga pandai berdandan dan Mama yakin tidak akan pernah membuat suaminya malu saat memperkenalkannya sebagai istri."


"Dan kamu, Yuki. Kamu bisa kembali pulang bersama papa dan mama untuk melanjutkan kuliah di Jepang."


"Kali ini mama setuju jika kamu mengambil kuliah jurusan mesin mobil atau motor dan alat transportasi lainnya!" tutur Mama Yuni panjang lebar.


"Tapi, Ma..." Belum selesai Yuki berbicara, Mama Yuni sudah memotong kalimatnya.


"Mama mohon dengan kamu Yuki, satu kali ini saja mengalah dengan Yuri. Setelah itu, mama tidak akan meminta kamununtuk mengalah lagi!" ucap Mama Yuni yang sudah sangat di hafal oleh Yuki di luar kepala.


Mama nya selalu saja meminta Yuki untuk mengalah dengan bahasa seperti itu.


"Baiklah Ma. Kali ini Yuki mengalah!"


Mama Yuni langsung memeluk Putrinya dengan sangat erat. "Terima kasih banyak sayang. Mama yakin kamu akan memperoleh lelaki yang jauh lebih baik dari Ozzie!"


"Makasih doanya, ya Ma!" timpal Yuki sambil menyudahi makan malamnya.


"Mama juga minta maaf sudah berulang kali memintamu untuk terus mengalah. Mama sangat menyayangimu. Terima kasih banyak, sayang!"


Selepas berbicara dengan Yuki, mama Yuni langsung meninggalkan pantry dan menuju ke kamarnya.

__ADS_1


 


 


__ADS_2