
Keesokan harinya, Yuki sampai di kampus lebih awal dan langsung menuju ke pusat informasi untuk mencari pekerjaan dengan gaji yang besar.
"Nah, ini dia. Ada lowongan kerja menjadi guru les privat dengan gaji 30 poundsterling perjam!" gumam Yuki.
"Ck, ini yang udah paling besar aja masih jauh dari cukup buat bayar hutang ke Kak Ozzie!"
Yuki langsung menutup mukanya dengan kedua tangannya dan duduk di depan ruang informasi.
Ia hampir saja menyerah dari tantangan Ozzie dan memilih kembali ke Mansion. Namun tiba-tiba datang seorang mahasiswa yang duduk di sampingnya dan menepuk bahunya.
"Hai, lagi butuh uang ya?" tanya perempuan tersebut dan Yuki langsung mendongakkan kepalanya.
Dengan lemas Yuki pun menganggukkan kepalanya. "Yap, aku butuh 2000 poundsterling dalam jangka waktu yang sangat singkat!"
"Berapa hari?" tanya perempuan tersebut.
"3 hari!" jawab Yuki sambil membuang nafasnya kasar.
"Wooow! Ini gila! Aku sendiri tidak mungkin sanggup untuk memenuhi hal itu."
"Yaah, aku memang sudah benar-benar gila. Bahkan sebentar lagi akan dibawa ke rumah sakit jiwa untuk diberi perawatan khusus!" timpal Yuki.
Perempuan di sampingnya pun langsung terkekeh mendengar pernyataan Yuki. Kemudian ia mengulurkan tangannya ke arah Yuki.
__ADS_1
"Kenalkan, aku Prisca! Meski masalahmu cukup pelik, aku bisa membantumu untuk mendapatkan uang sebanyak itu dalam waktu 3 hari!" jelas Prisca membuat mata Yuki berbinar sempurna.
"Benarkah?" tanya Yuki.
"Apa kau lihat aku tampak seperti pembohong?" tanya Prisca dan Yuki pun langsung menggelengkan kepalanya.
"Memang pekerjaan apa yang bisa menghasilkan uang sebanyak itu dalam waktu 2 hari?" balas Yuki balik bertanya.
"Apa lagi jika bukan jual diri? Kau bisa mendapatkan 500 pounds dalam sekali kencan plus-plus!"
"Kau pasti paham kan apa maksudku?"
Ashley langsung menelan ludahnya kasar saat mendengar profesi yang ditawarkan oleh Prisca.
Sedikit pun ia tidak pernah terbesit untuk menjual dirinya sendiri, terlebih sampai saat ini segelnya masih utuh.
"Apanya yang gila? Ini menyenangkan tauk!" timpal Prisca.
"Jangan-jangan kamu masih perawan ya?!" tembak Prisca dan Yuki pun menganggukkan kepalanya.
"Wooow! Harganya justru lebih mahal. Up to 2000 poundsterling untukmu. Oh iya, siapa namamu?"
"Yuki Aurora!" jawab Yuki singkat yang tengah pusing memikirkan tawaran dari Prisca barusan.
"Nama yang sangat indah. Bagaimana Yuki, apa kau mau menerima tawaran dariku untuk menjual keperawanan mu?" tanya Prisca lagi.
__ADS_1
"Aku yakin, ini pekerjaan yang paling menyenangkan. Bahkan aku jamin kau pasti ketagihan setelah menikmati pengalaman Pertama mu di atas tempat tidur."
Lagi-lagi Yuki menggelengkan kepalanya menolak tawaran Prisca. "Aku tidak bisa menerimanya tawaran mu Prisca."
"Aku akan tetap berusaha untuk mengumpulkan uang tersebut dari usahaku sendiri!"
"Terima kasih banyak atas saranmu Prisca. Kalau begitu, aku pamit dulu ya. Ba bay?!"
Melihat Yuki hendak meninggalkan Prisca, ia pun langsung menarik tangan Yuki.
"Tunggu dulu!" cegah Prisca sambil merogoh sesuatu di dalam sakunya.
"Ini kartu namaku," Prisca menyodorkan kartu namanya kepada Yuki.
"Simpan yaa, barangkali kau berubah fifikran," ucap Prisca.
Yuki pun hanya tersenyum sambil menganggukkan kepalanya.
"Okey, selamat bekerja!" Ucap Yuki sambil melambaikan tangannya ke arah Prisca.
🍄🍄🍄
Sesampainya di kelas, Yuki sama sekali tidak menemukan Yuri di sana. Bahkan sampai dosen pengajar masuk, Yuri belum terlihat.
"Kemana Yuri. Apa dia sakit?" gumam Yuki bertanya-tanya.
__ADS_1