Dilema Cinta Arsitek Muda

Dilema Cinta Arsitek Muda
Akal Bulus Ozzie


__ADS_3


Yuki dan Ozzie sama-sama terdiam dalam perjalanan mereka menuju ke asrama. Keduanya sama-sama sibuk dengan pikiran mereka yang terus saja berkecamuk tidak menentu.


Sampai Ozzie memberhentikan mobilnya di depan asrama Yuki, tidak ada satu kata pun yang terlontar dari mulut mereka.


“Makasih kak!” ucap Yuki datar dan bersiap untuk keluar dari mobil.


“Yuki,” Ozzie sengaja memegang tangan Yuki dan menahannya untuk tidak keluar dari mobilnya.


“Aku benar-benar mencintaimu!”


“Dan aku tegaskan sekali lagi dengan kakak, Aku sama sekali tidak mencintai kakak! Cintai Yuri atau aku akan semakin membenci kak Ozzie!” ucap Yuki sambil melepaskan tangan Ozzie dan keluar dari mobilnya.


Ozzie pun mengusap wajahnya kasar. Yuki benar-benar sangat sulit ia taklukkan dan ini semua jauh di luar bayangannya selama ini.


Ozzie pun kemudian mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang yang sebelumnya sudah ia mintai tolong untuk membantu masalahnya kali ini.


“Halo, Prisca!” panggil Ozzie saat panggilannya sudah mulai terhubung dengan adik kandungnya.


“Kenapa kak?”


“Aku akan mendesak Yuki untuk segera memberikan uang 2000 pounds. Siapkan dirimu saat Yuki menghubungimu dan meminta bantuanmu! Jangan sampai membuat Yuki curiga dengan rencana kita kali ini!” jelas Ozzie.


“Beres deh pokoknya. Yang penting jangan lupa isi uang di ATM aku ya!” balas Prisca di ujung panggilan.


“Tenang saja, aku tidak akan lupa itu!”


Ozzie pun mematikan panggilannya dan memandangi foto Yuki yang tersimpan dalam ponselnya.


💌 Ozzie


[Kalau kau memang berhasil mendapatkan 2000 pounds, maka aku akan belajar mencintai Yuri.]


“Maafkan aku, Yuki. Kali ini aku akan menghalalkan segala cara untuk menjebakmu masuk dalam perangkapku,” gumam Ozzie.


Setelah itu, ia juga menghubungi Nachya dan menceritakan masalah apa yang sekarang sedang ia alami.

__ADS_1


“Jadi Mr Ozzie sedang jatuh cinta dengan sahabatku?” tanya Nachya di ujung panggilan.


“Iya Nach, tapi sayangnya Yuki justru tidak mencintaiku! Kali ini aku minta tolong agar kau tidak meminjamkan uang sepeserpun kepada Yuki.” Pinta Ozzie.


“Oke, jangan khawatir! Aku kali ini mendukung rencanamu, Mr. Urusan Yuri, aku akan mencoba untuk membujuknya nanti. Jangan lupa kirim message dan beri tahu aku dimana Yuri di rawat sekarang!”


“Terima kasih banyak Nachya, aku mengandalkanmu kali ini!” ucap Ozzie di akhir panggilannya.


Kini ia merasa lega setelah mendengar Nachya siap untuk membantunya mendapatkan Yuki. Ia pun kemudian menjalankan mobilnya meninggalkan asrama Yuki.


Sedangkan Yuki yang baru masuk ke dalam kamar dan merebahkan tubuhnya pun langsung mengepalkan tangannya geram saat membaca pesan dari Ozzie.


“Dasar orang gila! Bisa-bisanya dia bilang cinta di atas kegilaannya yang terus saja memerasku!” umpat Yuki kesal.


“Lihat saja nanti! Aku akan mendapatkan uang itu!”


Yuki pun mulai mencari lowongan pekerjaan dengan gaji yang besar agar bisa mendapatkan uang sebesar 2000 pounds dalam waktu 2 hari. Sayangnya satu jam menscroll ponselnya, Yuki sama sekali tidak mendapatkan apa yang ia cari.


“Aaaarrrrrgggghhhhh! Aku harus bagaimana sekarang?” tanya Yuki pada dirinya sendiri.


“Aha!”


Sayangnya, saat panggilannya tersambung, Nachya justru mengabarkan kepada Yuki jika ia akan kembali ke negaranya karena ada sedikit masalah di sana. Wal hasil Yuki kini sudah tidak memiliki harapan lagi. Akhirnya Yuki pun tertidur dengan segudang masalah di kepalanya.


🍄🍄🍄


Keesokan harinya, Yuki kembali datang ke kampus lebih pagi untuk melihat informasi lowongan pekerjaan di gedung informasi. Lagi-lagi ia tidak mendapatkan yang ia inginkan meski sudah 30 menit berdiri.


Tak lama kemudian Prisca pun datang dan menepuk bahu Ashley. “Masih cari pekerjaan?” tanya Prisca membuat Yuki sedikit terperanjat.


Yuki pun menganggukkan kepalanya sambil terus saja mencari.


“Sampai kapan pun kamu gak akan dapat gaji sebesar itu hanya dalam waktu singkat Yuki. Kecuali kau mau menerima tawaranku!”


Yuki langsung menutup wajahnya dan terduduk lemas. Dengan sigap Prisca pun memeluk Yuki dan mengajaknya menuju ke taman kampus. Kini mereka berdua duduk berdampingan di bawah pohon besar.


“Coba ceritakan padaku seberat apa masalahmu. Mungkin aku bisa membantunya tanpa kau harus menjual keperawananmu!” ucap Prisca yang lama kelamaan tidak tega dengan calon kakak iparnya ini.

__ADS_1


“Benarkah?” tanya Yuki yang langsung dijawab Prisca dengan anggukan kepalanya.


“Aku harus mendapatkan uang 2000 poundsterling agar terlepas dari jeratan pria gila yang tidak tahu diri. Aku melakukan ini juga untuk membuat saudara kembarku bahagia.”


“Tapi aku tidak mau menjual keperawananku, Prisca. Aku menjaganya untuk suamiku, kelak!”


Prisca menelan ludahnya kasar saat mendengar Yuki menyebut kakak laki-lakinya dengan pria gila yang tidak tahu diri. Ia sama sekali tidak menyangka jika selera kakaknya bukanlah gadis feminim seperti apa yang selama ini Prisca bayangkan.


“Emmm, aku punya solusi jitu untuk masalahmu kali ini, Yuki.”


“Kebetulan ada seorang pria yang minta untuk ditemani oleh gadis belia dalam waktu semalam tanpa melakukan hubungan suami istri!”


“Dia hanya minta ditemani untuk makan malam di sebuah kamar hotel sambil melihatmu berpakaian yang sangat mini!”


“Haaaah?!” pekik Yuki terkejut saat mendengar permintaan pria tersebut. “Aku tidak biasa berpakaian seperti itu Prisca. Bagaimana jika ia tetap ingin meniduriku?” tanya Yuki was-was.


“Dia hanya membayar 1000 pounds dan itu tidak akan menghilangkan keperawananmu. Hanya saja ...”


“Hanya saja apa, Prisca?”


“Yaaah, mungkin dia akan bermain-main dengan tubuhmu. Hanya sebatas itu. Tidak lebih!” jelas Prisca.


Yuki langsung menggelengkan kepalanya berkali-kali mendengar penjelasan Prisca barusan. Ia sendiri tidak bisa membayangkan tubuhnya dijamah oleh seorang pria yang sama sekali tidak ia kenal.


Tak lama kemudian ponsel Prisca berdering dan Prisca pun langsung menjawab panggilan tersebut. Hanya dalam hitungan detik, panggilan tersebut terputus dan Prisca kembali memandang ke arah Yuki.


“Pria ini menaikkan harga sampai 2000 pounds dalam semalam. Dan ini hanya menemaninya makan malam Yuki. Aku berani jamin keperawananmu tidak akan hilang. Kecuali jika kau sendiri yang memintanya!”


Yuki terdiam sejenak menimang-nimang tawaran dari Prisca. Ia akan mendapatkan uang yang diminta oleh Ozzie tanpa harus kehilangan keperawanannya. Bukankah ini yang selama ini ia cari.


“Bagaimana? Jika kau mau, selepas kuliah aku akan membawamu ke salon.”


“Tapi jika kau menolak, Maka aku akan memberikan tawaran ini kepada mahasiswa yang lainnya. Aku yakin mereka pasti langsung menerima tawaran ini dengan senang hati.” jelas Prisca sedikit mendesak Yuki untuk menerima tawarannya.


Dengan nafasnya yang berat, akhirnya ia pun menjawab tawaran tersebut.


“Oke, aku terima. Kita akan bertemu sore ini jam 4 di tempat ini. Bagaimana?” ucap Yuki menerima tawaran Priska.

__ADS_1


“Deal!” jawab Prisca sambil menjabat tangan Yuki


__ADS_2