Dilema Cinta Arsitek Muda

Dilema Cinta Arsitek Muda
Perjalanan ke Rumah Sakit


__ADS_3


Yuki dan Ozzie kini sudah ada di dalam mobil dan mulai membelah jalanan kota yang terlihat mulai lengang.


Meski begitu, Ozzie tetap menjalankan mobilnya pelan sambil terus menggenggam tangan Yuki dengan mesra. Seolah memperlihatkan jika Yuki memang tidak boleh lepas darinya sedikit pun.


Sedangkan Yuki sendiri kini terus saja memandangi wajah Ozzie yang tampak semakin tampan di matanya.


Jika dahulu Ozzie selalu saja bermuka masam dan jutek, kali ini senyumnya terus saja terukir di wajahnya. Ozzie yang merasa diperhatikan oleh Yuki pun sesekali melirik ke arah Yuki.


“Aku itu grogi banget loh dilihatin kamu kayak begitu!” celetuk Ozzie melukiskan senyum di bibir Yuki.


“Masa sih?”


“Serius Ara sayang! Bahkan saking groginya, aku jadi pingin absen bibir kamu!” balas Ozzie.


Ucapan Ozzie barusan membuat Yuki mengalihkan pandangannya lurus ke depan dan tidak lagi memandangi Ozzie yang tengah membawa mobil.


“Aku gak habis pikir deh, kenapa Kakak suka sama aku?” tanya Yuki yang sedari kemarin penasaran dengan hal ini.


Yuki yang jauh dari kata feminin memang tidak pernah menjalin hubungan dengan pria mana pun saat sekolah. Bahkan untuk merasakan jatuh cinta pun tidak. Ia justru berteman dengan banyak pria yang mayoritas dari mereka anak seni bela diri.


Berbeda dengan Yuri yang selalu tampil feminin dan tidak pernah absen merias wajahnya. Dia sudah pernah berpacaran sebanyak 3 kali. Pacarnya yang terakhir putus karena tidak sanggup menjalin hubungan jarak jauh.


“Kamu serius mau tahu jawabannya?” tanya Ozzie dan Yuki pun langsung menganggukkan kepalanya.


“Jangan marah tapi ya kalo aku bilang jujur!”


Lagi-lagi Yuki menganggukkan kepalanya menjawab pertanyaan Ozzie.


“Emm, aku suka sama kamu karenaaa ...” Ozzie kini sengaja menggantung kalimatnya.


“Karena apa kak?” tanya Yuki yang sudah tidak sabar.


“Karena punya kamu ... emmm ... ternyata pas banget di tangan aku!” jawab Ozzie membuat Yuki langsung membulatkan matanya.


“Kak Ozziiiiieeeee!” pekik Yuki kesal.


“Gak lucu ih!” lanjutnya lagi sambil membuang wajahnya ke luar jendela mobil.

__ADS_1


Ozzie hanya terkekeh melihat Yuki yang tampak lucu malam ini. Rasanya ia tidak ingin membawa Yuki ke rumah sakit dan bertemu dengan Yuri. Meski saat ini ia sudah mendengar sendiri pernyataan cinta dari Yuki.


“Pacar aku nih lucu banget ya kalo lagi malu-malu giniii!” ledek Ozzie.


“Memang siapa yang mau jadi pacar Kak Ozzie?” tanya Yuki.


“Aku memang suka sama kakak, tapi bukan berarti kita pacaran atau menjalin hubungan kan?”


Kaki Ozzie seketika menginjak rem mobilnya mendadak sampai Yuki hampir saja terantuk ke dashboard mobil.


“Kalo kamu memang gak mau pacaran sama aku, berarti kita lebih baik segera menikah, Ara!” ucap Ozzie tegas membuat Yuki langsung menelan ludahnya kasar.


Baru saja ia merasa jatuh cinta, tiba-tiba langsung ditodong untuk langsung diajak menikah. Terlebih usianya belum genap 20 tahun dan Yuki sama sekali belum membayangkan nikah di usia muda seperti sahabatnya Nachya.


“Kak, aku masih kuliah di semester awal. Usia aku juga belum genap 20 tahun dan baru pertama kalinya aku merasa jatuh cinta. Mana mungkin bisa langsung menikah begitu saja!” balas Yuki.


Hati Ozzie langsung berbunga-bunga saat mengetahui Yuki baru pertama kali jatuh cinta dan cinta pertamanya adalah dia. Tidak hanya itu, kali ini Ozzie mendapatkan daun muda yang tentunya masih teramat segar untuknya yang hampir menginjak kepala 3.


Biasanya Ozzie selalu mencintai perempuan yang seumuran dengannya dan berujung kegagalan sebelum menjalin hubungan. Dan kini, ia bagai mendapatkan durian runtuh yang paling nikmat di seluruh belahan dunia.


Senyum Ozzie merekah sempurna, tangannya terulur mengusap kepala Yuki dengan lembut.


“Kalo gituh, Kak Ozzie cari saja cewek yang siap menikah sama kakak. Kalo aku sih enggak!” balas Yuki.


Ozzie langsung mengerutkan dahinya sambil memandang Yuki. “Memang kamu gak cemburu?” tanya Ozzie.


“Ck, buat apa cemburu. Cinta gak perlu harus memiliki. Berarti cinta pertama aku berakhir saat kakak sudah menikah dengan pilihan kakak nanti.”


“Araaaa! Tega banget kamu yaa. Tahu begini, tadi aku tidurin aja langsung dan bikin kamu hamil. Biar kamu gak ada alasan buat nolak pinangan aku!” gerutu Ozzie kesal dan membuat Yuki tertawa terpingkal-pingkal.


Setelah puas tertawa, perlahan Yuki mendekatkan tubuhnya dan mencium pipi Ozzie sekilas.


“Kak Ozzie kalo lagi kesel begitu makin macho tauk!” goda Yuki.


“I love you!” bisiknya dan kembali duduk manis sambil terus memandangi wajah Ozzie yang sudah merah seperti kepiting rebus.


Jika biasanya yang merona adalah perempuan, kali ini justru terbalik. Wajah Ozzie lah yang merona akibat sikap Yuki yang di luar dugaannya. Ozzie yang sudah merasakan panas di pipinya kini hanya bisa mengulum senyumnya sampai mobilnya terhenti di parkiran rumah sakit.


Yuki langsung mengambil tasnya dan bersiap untuk turun dari mobil. Namun saat ia hendak mendahului Ozzie meninggalkan parkiran, Ozzie cepat-cepat menarik tangannya dan menahannya untuk tidak pergi.

__ADS_1


“Jangan masuk dengan pakaian seperti ini, Ara! Aku tidak rela banyak pasang mata melihat tubuhmu secantik ini!” ucap Ozzie sambil mengenakan jasnya di tubuh Yuki.



“Thanks, Kak!”


Ozzie pun mengangguk dan menggandeng tangan Yuki. Keduanya langsung masuk dan menuju ke ruang dimana Yuri sedang dirawat.


“Apapun yang terjadi, aku mohon pertahankan aku, Ara!” pinta Ozzie sambil menggenggam erat tangan Yuki dan mengecupnya berkali-kali.


Sedangkan Yuki hanya diam tidak menjawab permintaan Ozzie sampai pintu lift terbuka. Terlihat Leo sedang duduk bersandar di luar ruangan sambil memejamkan matanya.


Cepat-cepat Yuki melepaskan genggaman tangan Ozzie dan mendekat ke arah Leo.


"Kak Leo!" panggil Yuki lirih sambil duduk di samping Leo.


Perlahan Leo mengerjapkan matanya dan menoleh ke arah Yuki yang sudah duduk di sampingnya.


Terlihat Yuki yang tengah mengenakan jas milik Ozzie yang tampak kebesaran di tubuhnya, namun justru membuat wajah Yuki semakin cantik dan imut.


Melihat penampilan Yuki saat ini membuat Leo yakin jika Ozzie berhasil mendapatkan hati Yuki. Leo pun membetulkan posisi duduknya hingga ia bisa melihat Ozzie yang tampak bahagia berdiri di belakang Yuki.


"Congratulations, Bro!" ucap Leo dan Ozzie pun langsung mendekati Leo dan duduk di sampingnya.


"Thanks, Leo. Kamu benar-benar sahabat terbaik aku!" balas Ozzie sambil memeluk Leo.


Melihat Leo justru menyapa Ozzie, membuat Yuki kembali memanggil namanya untuk menanyakan keadaan Yuri.


"Kak Leo, gimana keadaan Yuri?" tanya Yuki.


Ozzie pun langsung melepas pelukannya dengan Leo dan menepuk bahunya pelan.


"Ara-ku sedang menunggu jawabanmu, Leo!"


Sayangnya Leo tidak langsung menjawab pertanyaan Yuki dan memintanya untuk segera masuk ke dalam.


"Masuk saja ke dalam untuk melihat keadaan Yuri!"


Yuki pun langsung berdiri dan melangkahkan kakinya masuk ke salah ruangan Yuri. Sedangkan Ozzie memilih duduk di luar menemani Leo.

__ADS_1


__ADS_2