Dilema Cinta Arsitek Muda

Dilema Cinta Arsitek Muda
Di Taman Mansion


__ADS_3


Di taman Mansion kali ini Prisca dan Leo mengadakan pesta bakaran kecil-kecilan. Mereka berdua dengan kompak menyiapkan semua bahannya dan mulai membakarnya.


Prisca dibantu dengan Nachya dan Yuki, sedangkan Leo dibantu oleh Boy, dan Yuri masih belum diperbolehkan banyak bergerak. Ia duduk manis di bangku taman sambil melihat semua teman-temannya sibuk menyiapkan makanan. Sedangkan Ozzie sama sekali belum tampak di sana.


“Leo!” panggil Yuri sambil melambaikan tangannya.


Leo yang masih memanggang daging steak pun langsung mendatangi Yuri. “Ada apa?” tanya Leo sambil berdiri di sampingnya.


“Duduklah! Ada yang ingin aku bicarakan denganmu!” ucap Yuri.


Leo pun menarik kursi di samping Yuri dan duduk di sampingnya. Sedangkan Prisca yang melihat mereka berdua langsung bersungut-sungut kesal.


“Ck! Ngakunya mau coba jalan bareng! Ujung-ujungnya juga masih ngelirik yang lain!” gerutu Prisca pelan namun masih terdengar jelas di telinga Yuki dan Nachya.


“Ehm!” Nachya langsung berdehem dan melempar pandang ke arah Yuki.


“Kek nya ada yang cemburu nih!” timpal Yuki meledek Prisca pelan.


“Enak aja! Siapa juga yang mau cemburuin buaya darat gak jelas kayak gituh. Buang-buang waktu aja!” balas Prisca.


Nachya dan Yuki sama-sama terkekeh pelan. “Oh iya, Ara. Gimana nih malam pertamanya?” tanya Nachya ambil sedikit mengedipkan matanya ke arah Yuki.

__ADS_1


Kedipan mata Nachya membuat Yuki paham jika ia diajak untuk memanas-manasi Prisca yang memang belum menikah. “Emmm, yang jelas kebahagiaan yang kamu rasain sama Boy, kali ini aku rasain juga sama Kak Ozzie!” balas Yuki membuat Prisca diam-diam menelan ludahnya kasar.


“Emang kebahagiaan apa?” tanya Prisca penasaran.


Nachya pun dengan isengnya berbisik di telinga Prisca. “Hanya wanita muda yang udah menikah aja yang tahu kebahagiaan tersendiri yang sama sekali tidak dirasakan oleh wanita yang belum menikah sepertimu Prisa!”


Prisca langsung membeliakkan matanya dan memperlihatkan wajah protesnya. “Ck, paling juga Cuma hubungan badan kaaan? Yaelah, gak perlu harus nikah juga bisa kali!” balas Prisca tidak mau kalah.


“Berarti kamu udah pernah?” tanya Yuki sambil menudingkan jarinya ke arah Prisca.


“Waaah, jangan-jangan udah sering nih anak!” timpal Nachya membuat suasana semakin panas tentunya.


“Enak aja kalo ngomong!” sarkas Prisca tidak terima. “Senakal-nakalnya aku tuh yaa. Ciuman bibir aja paling baru sekali, mantan aku waktu SMA dulu. Selebihnya paling cuma cipika cipiki aja!”


“Bener banget. Apalagi kalo udah nikah. Dari ciuman, bisa turun kemana-mana dan bikin kita kayak melayang di udara. Narkoba jenis apapun itu dijamin kalah buat ngefly deh!” balas Nachya.


Celotehan kedua wanita muda yang sudah ini benar-benar membuat Prisca jengah. “Haish, kalian berdua ini ngomongin apaan sih! Gak jelas! Udah lah, aku mau ambil sosis dulu!”


Prisca pun langsung masuk ke dalam untuk menghindari ledekan kedua temannya itu. Sedangkan Yuki dan Nachya kini saling melemparkan pandang.


“Menurut kamu, Prisca suka gak sama Mr Leo?” tanya Nachya pada Yuki.


“Kayaknya sih suka. Buktinya waktu liat Kak Leo deketin Yuri, dia kayak gak suka gituh.”

__ADS_1


“Gimana kalau kita rencanakan sesuatu kali ini. Kita buat game dimana dalam game itu kita jebak Prisca buat deket sama Mr Leo!” timpal Nachya memberikan saran.


“Setuju banget Nach. Oh yaaa, mendingan kamu sekarang bantuin Boy bakar-bakar di sana deh. Nanti kalau Prisca udah dateng, aku bakal nemenin Yuri ngobrol da suruh Kak Leo buat nemenin Prisca!” balas Yuki memberikan ide juga.


“Good idea, Ara! Waaah, ternyata menikah membuatmu semakin cemerlang yaa!” puji Nachya.


“Ya udah kalo gituh aku ke Boy dulu ya!”


“Oke, siip!”


Nachya pun langsung menemani suaminya dan seperti biasanya, keduanya langsung terlihat sangat romantis. Tak lama kemudian Prisca pun keluar membawa bratwurst yang siap untuk dibakar.


“Weeew! Si Nachya udah mulai tuh bikin yang jomblo kepanasan!” celetuk Prisca. “Untung aja Kak Ozzie lagi ada kerjaan di proyek. Kalo gak juga udah nempel terus nih ama kakak ipar!”


Yuki yang tersindir hanya terkekeh pelan. “Kalau pun kak Ozzie ada di sini, dia juga gak mungkin sebebas Nachya sama Boy, Prisca!” balas Yuki. “Kamu nih gimana sih!”


“Oh iya juga yaa!” balas Prisca sambil menepuk dahinya.


Yuki pun kemudian melihat jam di tangannya yang sudah masuk waktu dimana Yuri harus mengkonsumsi obat.


“Oh iya, aku harus siapin makan dan obat dulu buat Yuri ya!” ucap Yuki sambil meninggalkan Prisca.


Yuki masuk ke dalam dan tak lama kemudian keluar dengan membawa sepotong roti dan minuman untuk Yuri.

__ADS_1


__ADS_2