Dilema Cinta Arsitek Muda

Dilema Cinta Arsitek Muda
I hear you


__ADS_3


“Gimana keadaan Yuri?” tanya Ozzie yang sudah duduk di samping Leo.


“Sempet kritis tadi saat mengobrol dengan Nachya. Kondisinya benar-benar drop sampai mungkin nyawanya hampir tidak tertolong!” jelas Leo membuat Ozzie menelan ludahnya kasar.


Leo pun menceritakan kepada Ozzie apa saja yang dibicarakan Nachya bersama Yuri saat di dalam tadi. Mulai dari cerita Yuki yang sedang berjuang mendapatkan 2000 poundsterling, sikap acuh Yuri, sampai saat Nachya memberikan informasi jika Ozzie lah yang membookingnya malam ini hingga akhirnya ia jatuh drop lagi.


Mendengar cerita Leo barusan membuat Ozzie mulai was-was dengan posisinya saat ini. Entah kenapa ia merasa sangat yakin jika nantinya Yuki akan memintanya untuk menerima Yuri sebagai kekasihnya. Tapi di sisi lain, ia juga masih ingin menemani Yuki dan membawanya pulang ke Mansion utama.


“Sepertinya aku harus pulang, Leo!” ucap Ozzie.


“Aku juga lelah dan butuh istirahat di Mansion!” timpal Leo yang sudah merasa begitu penat menemani Yuri sejak masuk ke dalam rumah sakit.


“Baiklah, kalau begitu kita pulang bersama saja. Aku akan berpamitan dengan Ara terkebih dahulu!” ucap Ozzie yang langsung masuk ke dalam ruang dimana Yuri di rawat.


Tampak Yuki tengah duduk di samping bed Yuri sambil terus memegang tangannya. Wajah kuyunya terlihat begitu mengkhawatirkan keadaan Yuri. Hal ini membuat Ozzie tidak tega melihatnya.

__ADS_1


Kedatangan Ozzie membuat Yuki memandang ke arahnya dan memaksakan senyumannya. “Kakak kalo capek pulang aja! Kakak bisa istirahat di Mansion!” tutur Yuki.


“Emm, kamu gak masalah kan kalo aku tinggal sendiri?” tanya Ozzie dengan sedikit tidak tega.


“It’s okay kak. Lagi pula kakak besok masih harus bekerja bukan?” balas Yuki yang langsung diangguki oleh Ozzie.


Perlahan Ozzie mendekati Yuki dan memeluknya dengan erat. “Jaga diri kamu baik-baik ya sayang! Besok aku akan mengirimkan baju ganti dan juga makanan untuk sarapan!”


“Thanks ya kak! Maaf sudah terlalu merepotkan kakak!”


“Sssttt! Tidak ada kata repot untuk calon istriku sendiri!” balas Ozzie sambil mengecup kening Yuki.


Setelah berpamitan, Ozzie pun langsung keluar dari ruang rawat Yuri dan Yuki pun kembali duduk menghadap Yuri. Namun, seketika Yuki membelalakkan mata saat melihat wajah Yuri sedikit basah dengan titikkan air matanya.


‘Duuh, Yuri pasti sudah sadar dan mendengarkan apa yang diucapkan Kak Ozzie tadi!’ gumam Yuki dalam hatiyang mulai merasa was-was.


Perlahan ia kembali menggenggam tangan Yuri, namun Yuri langsung berusaha melepaskan genggaman Yuki. Sikap Yuri membuat Yuki semakin yakin jika Yuri mendengarkan semuanya dan tentunya merasa kecewa terhadapnya.

__ADS_1


“Maafkan aku, Yuri. Aku mengaku salah kali ini denganmu. Tapi sedikit pun aku tidak memiliki niat untuk merebut ...”


“Sejak kapan kau belajar berbohong Yuki?” tanya Yuri dengan suara paraunya yang sedikit serak.


“A-aku ... Aku tidak ingin berbohong Yuri!”


“Lalu apa yang sebenarnya sudah kau lakukan dengan Kak Ozzie sampai dia menyebutmu sebagai calon istri?”


“Apa saja yang sudah kau tutupi selama ini dariku Yuki?”


“Apa benar semua yang diceritakan oleh Nachya jika kau sudah menjual keperawananmu dengan Kak Ozzie?”


“Apa benar dia alah laki-laki yang membookingmu malam ini ,Yuki?”


“Kenapa harus Kak Ozzie?”


“Kenapa bukan pria lain saja yang membookingmu malam ini?”

__ADS_1


“Kenapaaaaaaa Yukiiiiiiii?” teriak Yuri dibarengi dengan tumpahan air matanya.


Belum sempat Yuki menjawab pertanyaan Yuri yang ditujukannya secara bertubi-tubi, Yuri sudah tidak sadarkan diri lagi. Keadaan Yuri kali ini membuat Yuki panik bukan main. Ia pun langsung memanggil dokter untuk memberi tindakan pada Yuri.   


__ADS_2