
Setelah Yuri dan Yuki sama-sama siap di ruang tamu, Ozzie dan Leo pun menuruni anak tangga. Leo sedikit memicingkan matanya melihat bukan hanya Yuki yang berkemas, melainkan Yuri pun turut serta.
“Itu yang mau pergi mereka berdua ya?” tanya Leo berbisik.
“Aku hanya mengizinkan Yuki, yang satunya biarkan tetap di sini agar Yuki tidak melarikan diri!” balas Ozzie.
Sesampainya di bawah kedua saudari kembar itu langsung berdiri dan siap menarik kopernya. Namun Ozzie langsung menegaskan bahwa yang pergi kali ini hanya Yuki dan Yuri harus tetap di sini.
“Aku hanya mengizinkan Yuki yang pergi, bukan Yuri! Jadi, masukkan barang-barangmu ke dalam kamar!” titah Ozzie sambil menunjuk ke arah Yuri.
“Yuki!” Yuri memandang ke arah Yuki. “Gimana dong?”
“Udah gak papa! Aku emang izinnya sendiri aja tadi!” balas Yuki sambil menatap Ozzie dengan tatapan kesal.
“Tapiii...” belum selesai Yuri mengutarakan keinginannya, Leo sudah langsung memotongnya.
“Yuki, ayo kita berangkat sekarang!” ajak Leo dan Yuki pun langsung mengikuti langkah Leo.
Kini tinggal Yuri dan Ozzie yang masih berdiri di ruang tamu. Kegugupan Yuri kembali terlihat di mata Ozzie.
“Kamu kenapa?” tanya Ozzie melihat Yuri salah tingkah di depannya.
“Emmm, Kak Ozzie serius gak suka sama aku?” tanya Yuri terang-terangan.
“Emang kapan aku bilang kalo aku suka sama kamu?” jawab Ozzie balik bertanya.
Kali ini Yuri terdiam karena tidak tahu harus menjawab apa. Dia hanya mendengar cerita dari Yuki jika Kak Ozzie menyatakan perasaan dengannya, bukan mendengar secara langsung. Tentunya pertanyaan Ozzie barusan membuat Yuri semakin bingung.
“Kenapa diam?” tanya Ozzie lagi.
Yuri pun menarik nafasnya dalam-dalam dan menghembuskannya perlahan. “Kemarin kakak bilang suka kan sama aku sebelum Mami Erin datang? Bukannya kakak juga kenalin ke Mami Erin kalo aku pacar kakak?” jawab Yuri memberanikan diri.
Belum sempat Ozzie menimpali, Maminya keluar dari kamar dan menuruni anak tangga.
“Loh, kalian berdua ngapain di situ?” tanya Mami Erin. “Kita makan yuk! Ajak Yuki juga. Kasihan dia belum makan, pasti lagi capek banget tuh abis aku hantam sama copet.”
Informasi dari Mami Erin barusan membuat Yuri sangat terkejut. “Apaaa??? Yuki habis baku hantam?” tanya Yuri khawatir.
“Iyaa, dan Mami salut banget loh sama kembaran kamu itu. Dia benar-benar melumpuhkan dua orang copet sekaligus pakai tas Mami!” jawab Mami Erin.
“Panggil Yuki gih!”
__ADS_1
“Yuki udah balik ke asrama!” jawab Ozzie datar dan kemudian berjalan menuju ke ruang kerjanya.
“Apa? Balik ke asrama?” tanya Mama Erin sambil mengikuti langkah putranya.
“Kenapa kamu biarin dia balik ke asrama? Kamu tega banget sih jadi orang!”
“Dia baru aja nolong mami dan mami berhutang nyawa sama dia!”
Mami Erin terus saja mengomeli putranya sampai keduanya masuk ke dalam ruang kerja Ozzie. Omelan Mami Erin kini sudah tidak terdengar lagi oleh Yuri yang masih berdiri di ruang tamu.
‘Kenapa Yuki pergi setelah menolong Mami Erin?’
‘Apa sebenarnya yang udah terjadi sama Yuki?’
‘Apa Yuki bertengkar lagi sama Kak Ozzie?’
‘Atau jangan-jangan Kak Ozzie tahu kalo kemarin kita sempat bertukar posisi?’
‘Aduuh, kasihan Yuki. Aku harus menanyakan apa yang sebenarnya terjadi dengannya!’
Akhirnya Yuri yang masih diselimuti berbagai pertanyaan pun kembali masuk mendorong kopernya ke kamar. Sedangkan di ruang kerja Ozzie, Mami Erin masih terus mengeluarkan omelannya.
“Ozzie! Sebenarnya masalah kamu apa sih?” tanya Mami Erin dengan kesal.
“Masalah aku adalah terjebak dalam cinta Ara!” jawab Ozzie sambil mengusap wajahnya kasar.
“Ck, maksud kamu apa sih? Kamu lagi bertengkar sama Ara?”
“Seharusnya kalo kamu lagi bertengkar sama Ara, jangan melibatkan Yuki!”
“Mamii, ini gak seperti yang mami kira. Yuki itu Ara. Dan yang tadi berdiri sama aku di ruang tamu itu Yuri, kembarannya Ara!” jelas Ozzie membuat Mami Erin langsung mengerutkan dahinya.
“Haaah? Maksud kamu apa sih? Sebenernya siapa Yuki, Ara, Yuri? Mereka ada berapa orang? Trus pacar kamu yang mana?”
Ozzie pun akhirnya mulai menjawab pertanyaan Mami Erin satu persatu. Ia menjelaskan jika Ara yang sebenarnya adalah Yuki. Nama panjangnya Yuki Aurora. Kemarin mereka berdua sengaja bertukar posisi, Yuki menjadi Yuri dan begitupun sebaliknya.
Ozzie dan Leo sama-sama mengetahui hal ini. Ozzie pun akhirnya memutuskan untuk menyatakan perasaannya kepada Yuki karena ia sangat yakin jika Yuki tidak akan mengelak. Sebab ia paham betul jika Yuri begitu mencintai Ozzie.
“Tunggu Ozzie!” sela mami Erin.
“Jadi sebenernya kamu udah bener-bener pacaran belum?” tanya Mami Erin membuat nafas Ozzie terasa sangat berat kali ini.
“Belum Mami!” jawab Ozzie sambil menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
“Aku cintanya sama Yuki Aurora, dan dia ...” Ozzie memotong kalimatnya.
“Gak cinta sama kamu?” tebak Mami Erin.
“Yaaah gak gitu juga, Mami. Cinta kan akan datang jika terbiasa bersama!” kilah Ozzie yang belum bisa menyimpulkan Yuki tidak mencintainya meski secara terang-terangan Yuki mengatakan hal itu.
“Dan Yuri bener-bener suka sama kamu?” tanya Mami Erin.
Ozzie kini hanya mengedikkan bahunya, “Yang aku tahu sih begitu. Dan kini dia terus aja desak aku buat dengerin pernyataan cintanya. Padahal kan aku kemarin nyatain cinta sama Yuki!” terang Ozzie.
Mami Erin kini mulai memahami masalah yang sedang dialami oleh putranya. Pantas saja saat Mami Erin meledek Leo dengan Yuki, Leo tampak kalang kabut tidak karuan. Sampai Leo mengerem mendadak dan hampir membuatnya jantungan.
“Trus sekarang Yuki diantar siapa ke asrama? Sama Leo?” tanya Mami Erin.
“Iya, dia mintanya dianter sama Leo!” jawab Ozzie lemas.
“Waaah, jangan-jangan Yuki sukanya sama Leo, bukan sama kamu!” ledek Mami Erin yang sengaja memanas-manasi putranya.
“Yah jangan gitu dong, Mi!” Protes Ozzie. “Leo juga udah janji kok mau melepas Yuki buat aku!”
“Leo sih mudah jatuh cinta, tapi gimana kalo memang Yuki cinta sama Leo? Bisa jadi, Leo bikin dia lebih nyaman daripada sama kamu!”
Ozzie langsung membeliakkan matanya menyorotkan ketidakterimaan nya dengan anggapan Mami Yuri.
“Mami kan hanya menebak saja, soalnya tadi waktu pulang dari rumah sakit Yuki sempat menilai kalo Leo tampan.”
Ozzie semakin panas mendengar cerita dari Mami Erin. Tangannya pun langsung mengepal geram menahan rasa cemburu.
“Ngomong-ngomong masalah rumah sakit, berarti Yuki Aurora yang dirawat?” tanya Mami Erin.
“Iya!”
“Terus dia baru pulang dari rumah sakit langsung baku hantam sama copet? Yaa Ampuuun, Ozziee!”
“Kamu nih bener-bener gak waras ya! Bisa-bisanya kamu biarin Yuki pergi gituh aja dengan keadaan dia yang masih butuh perawatan!”
“Cinta palsu kalo gini caranya. Mami mending ngedukung Leo sama Yuki aja deh kalo gini!” celoteh Mami Erin yang mulai tidak habis pikir dengan putranya.
“Yaaah aku harus gimana sekarang?” tanya Ozzie kalut.
“Telfon Leo dan minta dia singgah di rumah makan! Yuki harus makan dan beristirahat!” jawab Mami Erin yang kemudian berbalik dan keluar dari ruang kerja Ozzie.
__ADS_1