Dilema Cinta Arsitek Muda

Dilema Cinta Arsitek Muda
At Hospital


__ADS_3


Tepat saat mobil berhenti di parkiran rumah sakit, Yuki mulai tersadar dari tidurnya. Betapa terkejutnya Yuki saat tersadar jika ia tengah memeluk Ozzie.


“Haaah? Maaf kak!” Yuki langsung menjauh dari Ozzie.


Sayangnya Ozzie justru makin mengeratkan pelukannya dan membuat tubuh Yuki terkunci.


“Kaaak!” panggil Yuki dengan tatapan protesnya.


“Aku mencintaimu, Ara!” Ucap Ozzie sambil memegang dagu Yuki.


“Ta-tapi ... A-aku ... emm Eng-enggak ...”


Ozzie yang tidak menginginkan kalimat penolakan dari Yuki pun langsung mendaratkan ciumannya tepat di bibir Yuki dan menyesapnya pelan. Yuki makin terkejut dan berusaha untuk melepaskan ciuman Ozzie.


Sayangnya Ozzie justru menekan tengkuk leher Yuki dan semakin memperdalam ciumannya. Lama-lama Yuki pun membuka mulutnya seperti memberi Ozzie kode untuk makin memperdalam ciumannya.


Kesempatan ini pun tidak disia-siakan oleh Ozzie yang semakin 94n45 mengabsen bibir Yuki sampai ia hampir kehabisan nafas dan Ozzie melepaskan pagutannya sambil mengusap bibir Yuki.


Namun Yuki justru menepis tangan Ozzie dan menatapnya tajam.


“A-aku ...” Yuki mengatur kembali nafasnya.


“AKU BENCI SAMA KAKAK!” lanjut Yuki yang langsung keluar dari mobil.


Ucapan Yuki barusan membuat Ozzie tercenung. Ia pun bertanya kepada sopirnya.


“Apa menurutmu Yuki benar-benar membenciku?” tanya Ozzie.


“Emmm, saya tidak tahu Tuan!”


“Jika dia membenciku, kenapa aku merasa jika dia juga menikmati ciuman ini? Bagaimana menurutmu Jordy?”


“Saya rasa, Nona Yuki masih enggan untuk mengakui perasaannya terhadap Anda!” jawab Jordy membuat senyum Ozzie mengembang.


“Jawaban yang cerdas, Jordy. Bulan ini aku akan menaikkan gajimu 10 persen!” ucap Ozzie sambil turun dari mobil dan mengejar langkah Yuki.


Sedangkan di sisi lain, Yuki terus saja merutuki kebodohannya yang justru menikmati ciuman Ozzie tadi.


‘Harusnya aku langsung mendorongnya dan menampar pipinya sekuat tenaga! Kenapa aku justru terlihat sangat bego dan menikmati ciuman Kak Ozzie?’


‘Aaaaarrrrgggghhhhh! Bodoh bodoh bodoh! Kau benar-benar bodoh dan payah Yuki!’


‘Ingat! Ozzie itu akan jadi punya Yuri, bukan punya kamu!’ gumam Yuki dalam hati sambil menuju ke meja resepsionis untuk menanyakan dimana kamar rawat Yuri.

__ADS_1


Yuki yang sudah mendapatkan informasi dimana Yuri dirawat pun langsung menuju ke lift dan sengaja menghindari Ozzie. Namun keinginan Yuki sepertinya tidak terkabul. Ozzie sudah berdiri tepat di sampingnya sebelum pintu lift terbuka.


Tidak hanya itu, kini hanya mereka berdua yang masuk ke dalam lift tersebut membuat Yuki merasa begitu sial dengan keadaan ini. Tidak ada percakapan antara mereka berdua, namun Ozzie terus saja memandangi Yuki dan membuatnya salah tingkah.


“Kakak ngapaiin sih ngeliatin aku kayak gitu?” tanya Yuki sambil menahan kesal.


“Kamu cantik!” jawab Ozzie membuat Yuki memutar bola matanya malas.


“Apalagi bibir kamu,” bisik Ozzie. “Manis banget!” lanjutnya lagi membuat Yuki seketika meremang dan langsung mendorong tubuh Ozzie untuk menjauh darinya.


“Jangan gila kak! Aku bisa saja bikin kakak babak belur sekarang juga kalo kakak masih terus seperti ini!” ancam Yuki.


Yuki kira ancamannya kali ini membuat Ozzie mundur, sayangnya tidak sama sekali. Ozzie justru merentangkan kedua tangannya di depan Yuki.


“Aku siap babak belur atau bahkan mati sekalipun di tangan wanita yang aku cintai!”


Lagi-lagi Yuki memutar bola matanya malas, “Dasar GILA!” umpat Yuki.


Ozzie pun semakin berani menggoda Yuki dengan mengunci tubuh Yuki dengan kedua tangannya. “Aku memang sudah gila karena mencintaimu, Yuki!”


Deg!


Ucapan Ozzie membuat tangannya terasa kaku untuk melayangkan pukulannya. Untung saja pintu lift segera terbuka. Ozzie pun langsung melepaskan Yuki dan membiarkannya menjenguk Yuri. Sedangkan Ozzie memilih duduk di samping Leo yang tengah menunggu Yuri di bangku depan ruangan.


“Yuri!” panggil Yuki sambil memegang tangan saudara kembarnya.


“Demammu sangat tinggi. Apa yang membuatmu seperti ini?” tanya Yuki dengan mata yang berkaca-kaca.


Air mata Yuri pun langsung berlinang dan jatuh membasahi pipinya.


“Jangan menangis, Yuri. Ceritakan semuanya denganku!” pinta Yuki sambil mengusap air mata Yuri.


“Aku gak mau cintaku bertepuk sebelah tangan, Yuki!” jawab Yuri membuat Yuki sangat tercengang.


“Jangan bilang kalau kamu drop karena memikirkan Kak Ozzie?” pertanyaan Yuki langsung dijawab dengan anggukan kepala oleh Yuri.


“Dia gak sesuai yang kamu ceritakan, dia sama sekali gak perhatian sama aku! Bahkan aku hampir tidak punya ruang dan waktu untuk menyatakan perasaan aku sama dia!”


Yuki kini menelan ludahnya kasar. Hatinya terasa begitu tercubit mendengar ucapan Yuri.


Yuki paham betul dengan kembarannya ini yang langsung drop jika keinginannya tidak terpenuhi. Selama ini selalu Yuki yang mengalah agar Yuri tidak drop.


“Kak Ozzie mungkin sedang sibuk. Aku yakin, dia akan memberikan perhatian untukmu, Yuri!” ucap Yuki sambil mengeratkan genggaman tangannya.


“Bagaimana jika kau katakan itu tidak benar adanya?” tanya Yuri.

__ADS_1


“Sembuhlah Yuri, dan buktikan ucapanku. Kalau kau masih sakit, bagaimana kau bisa merasakan perhatian Kak Ozzie?”


Yuri tersenyum kecut mendengar ucapan Yuki kali ini. “Bukankah saat kau sakit, kak Ozzie memberikan perhatiannya penuh untukmu? Sedangkan sampai sekarang ia tak terlihat menemaniku. Padahal saat ini kondisiku sedang begitu lemah!”


“Dan itu artinya Kak Ozzie mencintaimu bukan?” lanjut Yuri membuat Yuki kalang kabut.


“Tapi aku sama sekali tidak mencintainya, Yuri!”


“Bagaimana dengan ciuman Kak Ozzie? Kau menikmatinya bukan?” cecar Yuri membuat Yuki sekarang benar-benar terpojok.


“Kenapa kau tidak menceritakan hal ini kepadaku?” tanya Yuri lagi yang terdengar seperti mengintimidasi Yuki.


Yuki pun hanya bisa menundukkan kepalanya, “Maafkan aku Yuri, aku sama sekali tidak bermaksud untuk menyembunyikannya darimu!”


“Kau tahu kan saat itu kita sedang bertukar posisi. Aku menerima ciumannya juga mengatas namakan kamu, Yuri. Jika tidak Kak Ozzie pasti sudah aku tampar!”


“Lalu kenapa tidak kamu tampar, Yuki? Kenapa kau justru menikmatinya?” tanya Yuri yang tangisnya langsung pecah begitu saja.


“Saat itu aku takut Kak Ozzie mengetahui jika kita bertukar posisi dan semakin menghukumku. Aku lelah dengan hukuman. Aku butuh kebebasan Yuri, mengertilah!”


“Aku sama sekali tidak mencintai kak Ozzie dan bahkan aku sangat membencinya!” ungkap Yuki.


“Tapi nyatanya Kak Ozzie lebih menyukaimu daripada aku!” balas Yuri.


“Kak Ozzie juga pasti bisa mencintaimu, Yuri. Kita tidak jauh berbeda. Percayalah, dia pasti bisa mencintaimu!”


“Benarkah?” tanya Yuri dengan nada tidak percaya.


“Ya, dan aku berjanji untuk hal ini!” balas Yuki.


Yuri pun merentangkan tangannya ingin dipeluk Yuki dan Yuki pun langsung memeluk saudara kembarnya itu dengan erat.


“Maafkan aku yang sudah membuatmu kecewa sampai jatuh sakit seperti ini!” tukas Yuki.


“Maafkan aku juga Yuki, seharusnya aku tidak merasa kecewa atau marah terhadapmu!” balas Yuri.


Yuki pun melepaskan pelukannya dan menawarkan Yuri untuk makan. “Mau makan? Biar aku yang suapi.”


“Mau!” jawab Yuri sambil membuka mulutnya.


Yuki pun dengan telaten menyuapi Yuri sambil terus bercerita. Setelah makan, Yuri langsung minum obat dan tak lama kemudian tertidur. Yuki yang merasakan lapar pun memutuskan untuk keluar dan menuju ke kantin.


Namun Ozzie tiba-tiba masuk ke dalam dan membawakan makanan untuk Yuki.


“Makan dulu, Yuki. Kau pasti lapar.”

__ADS_1


Ozzie menyodorkan kotak makannya kepada Yuki dan Yuki pun langsung menerimanya. “Makasih kak! Emmm, ada yang ingin aku bicarakan sama kakak!”


“Oke, kita makan di luar saja! Biar Leo yang menjaga Yuri!” 


__ADS_2