
“Tapi kamu suka kan sama aku?” tanya Ozzie yang semakin mengikis jaraknya dengan Yuki.
Yuki kini menelan ludahnya kasar. ‘Aduh, gimana yaa? Yuri kan memang suka sama Kak Ozzie. Tapi kalo aku sih enggak!’ gumam Yuki dalam hati.
“A-aku emm.. a-aku..”
Ozzie yang sudah tidak sabar mendengar jawaban dari mulut Yuki pun langsung memegang tengkuk leher Yuki dan mendaratkan bibirnya di bibir Yuki.
Betapa terkejutnya Yuki saat Ozzie mencuri ciuman pertamanya kali ini. Sayangnya ia tidak bisa mengelak sedikit pun karena takut Ozzie akan mengetahui jika ia adalah Yuki, bukan Yuri.
Sedangkan Ozzie yang tidak mendapat perlawanan sedikit pun dari Yuki pun semakin berani memperdalam ciumannya. Sayangnya ciuman mereka kini harus terhenti saat pintu ruang kerja Ozzie terbuka.
“Oh My God, Ozzie!” pekik wanita yang baru saja masuk ke dalam ruang kerja Ozzie.
Mendengar nama Ozzie dipanggil, Yuki pun mulai mendorong tubuh Ozzie agar menjauh darinya dan langsung menutupi mulutnya. Sedangkan Ozzie pun menolehkan kepalanya untuk melihat siapa yang datang.
“Mami Erin!” panggil Ozzie yang langsung merekahkan senyumannya melihat kedatangan Maminya.
Wanita yang dipanggil Mami Erin pun mendekat ke arah putranya dan memeluknya dengan sangat erat. Sedangkan Yuki sendiri jadi kikuk berada di dalam ruangan Ozzie.
Ia pun berniat untuk keluar dari ruang kerja Ozzie, namun tiba-tiba langkahnya terhenti saat Ozzie menarik tangannya dan menahannya agar tidak pergi.
“Mami, kenalin ini pacar aku!” ucap Ozzie membuat Yuki sangat terkejut dan membeliakkan matanya.
“Haaah?” Suara Yuki tercekat sambil mengerutkan dahinya.
“Ooooh, ini pacar kamu! Cantik sekali!” puji Mami Erin yang langsung mengendurkan pelukannya dan beralih memeluk Yuki.
“Mami seneng banget loh denger Ozzie akhirnya punya pacar. Udah cantik, masih muda lagi!”
“Jangan jangan kamu mahasiswanya Ozzie yaa?” tanya Mami Erin.
“I-iya tante!” jawab Yuki terbata-bata.
“Udah, jangan canggung gituh. Panggil aja Mami Erin.”
Mami Erin menarik tangan Yuki dan mengajaknya kembali duduk di sofa.
“Duduk sini, Mami pingin ngobrol deh sama kamu!”
__ADS_1
Yuki semakin kikuk menghadapi sikap Mami Erin yang terlihat sangat welcome dengannya. Terlebih saat Mami Erin tidak hanya menarik tangan Yuki tetapi juga menarik tangan Ozzie dan mengajaknya duduk bersama di sofa.
“Oh iya, nama kamu siapa?” tanya Mami Erin.
Lagi-lagi Yuki gugup dan bingung harus menjawab apa.
“Namanya Ara, Mami!” jawab Ozzie sambil mengedipkan matanya ke arah Yuki.
‘Ya Ampun, ini sebenarnya ada apa sih? Kenapa aku harus terjebak dalam situasi seperti ini? Argh, sial!’ rutuk Yuki dalam hati.
‘Aku harus cepat-cepat kembali dengan posisiku yang semula. Mana mungkin aku justru dikenalkan menjadi pacar Kak Ozzie, sedangkan yang sebenarnya mencintai Kak Ozzie bukan aku, melainkan Yuri yang asli.’
“Waah, namanya sangat cantik. Secantik parasnya.”
Lagi lagi Mami Erin melayangkan pujiannya terhadap Yuki dan Yuki hanya menimpali dengan senyumannya.
“Kamu tahu gak? Mami itu udah sepuluh tahun nunggu anak mami punya pacar. Sampai temen arisan Mami pada nanyain, Kapan Ozzie punya pacar lah, Kapan Ozzie nikah, Trus mau punya anak.”
“Gimana Mami gak stress coba?”
“Untungnya sekarang ada kamu, Ara. Tapi mami penasaran loh, gimana ceritanya Ozzie bisa kenal sama kamu?”
Yuki semakin bingung harus menjawab apa. Ini sama sekali tidak pernah terlintas sedikit pun dalam pikirannya. Jangankan pacaran, dekat dengan laki-laki saja Yuki tidak pernah.
Ozzie langsung memeluk Yuki dari samping dan mencium pipi kirinya sekilas.
Cup! Kecupan Ozzie membuat Yuki sangat ingin memberontak. Namun kali ini ia hanya mampu diam sambil memperlihatkan wajah protesnya.
“Tapi mami setuju kan sama wanita pilihan aku?” tanya Ozzie meminta pendapat maminya.
“Tentu saja mami setuju. Apalagi jika kalian berdua segera menikah!” jawab Mami Erin.
Bruk!
Yuki yang sudah tidak kuat menghadapi keadaan yang sangat membuatnya shock pun akhirnya tidak sadarkan diri.
“Ya Ampun, Ara kenapa Ozzie?” tanya Mami Erin panik.
“Maaf Ma, kayaknya dia kecapekan karena hari ini Ara kuliah sampai sore.”
“Ya udah kalo gitu langsung kita bawa ke rtumah sakit!” titah Mami Erin.
__ADS_1
Ozzie pun dengan cekatan menggendong Yuki dan segera memanggil Leo untuk ikut serta dengannya menuju ke rumah sakit.
***
Sepanjang perjalanan menuju ke rumah sakit, Ozzie terus saja menggenggam tangan Yuki. Sedangkan Mami Erin mencoba memulihkan kesadaran Yuki dengan mengoleskan minyak angin ke punggung dan dada Yuki.
“Ara sering pingsan kayak gini?” tanya Mami Erin yang masih diselimuti rasa khawatir terhadap keadaan Yuki .
“Gak Mami, baru kali ini dia pingsan!” jawab Ozzie.
“Ceweknya Ozzie tuh tahan banting loh Mami,” timpal Leo. “Dulu awal ketemu aja, Ozzie kena baku hantam sama dia!”
“Oh yaa? Waaah, ini tipe menanti idaman Mami dong! Berarti Ara bisa karate?” tanya Mami Erin.
“Bisa Mam!” jawab Ozzie yang sebelumnya pernah membaca keahlian khusus yang dimiliki oleh Yuki.
“Cuma, Ara gak bisa masak!” lanjut Ozzie lagi.
“Namanya istri itu gak harus pinter masak kok. Mami juga gak bisa masak. Yang penting, bisa bikin anak!” jelas Mami Erin.
Yuki yang tadinya kesadarannya sudah hampir pulih, setelah mendengar celotehan Mami Erin pun kembali tidak sadarkan diri.
Ozzie dan Leo pun hanya terkekeh pelan menimpali celotehan Mami Erin.
“Nah, kalo Leo gimana? Udah punya pacar baru lagi belum setelah putus sama Mareta?” tanya Mami Erin.
“Belum lah Mami. Kemarin sih Leo sempet naksir sama Ara. Tapi Leo mending ngalah deh dan cari cewek lain. Ara biar sama Ozzie aja!” jawab Leo blak-blakan.
“Nah, pinter juga kamu nih. Tau aja kalo Ozzie trauma jatuh cinta. Mami doain deh biar kamu juga cepet dapet pacar!”
***
Di sisi lain, Yuri yang baru saja mendengar kabar dari Maid Dera kini tengah mengkhawatirkan keadaan Yuki yang tiba-tiba pingsan di ruang kerja Ozzie.
“Ya Ampuun, selama ini Yuki gak pernah sekali pun pingsan meski di jemur di bawah terik matahari karena datang terlambat ke sekolah. Malah aku yang sering pingsan saat pelajaran olahraga.”
“Apa ya yang bikin Yuki pingsan?” gumam Yuri. “Aku jadi merasa bersalah.”
“Gak usah risau, Mr Ozzie sama Nyonya Erin juga langsung tanggap dan membawa Yuki ke rumah sakit!” jelas Maid Dera.
“Nyonya Erin?”
__ADS_1
“Iya, Maminya Mr Ozzie baru saja datang dan langsung masuk ke dalam ruang kerja Mr Ozzie. Dan gak lama dari situ Yuki pingsan dan langsung dilarikan ke rumah sakit!” jelas Maid Dera membuat Yuri semakin penasaran.