
Yuki terus saja mondar mandir di depan ruangan Yuri saat dokter memeriksa keadaan Yuri. Tak lama kemudian Dokter keluar dari ruangan Yuri dan Yuki langsung menyambutnya dengan berbagai pertanyaan.
“Dokter bagaimana dengan keadaan saudara saya?”
“Sakit yang ia derita saat ini tidak parah kan dokter?”
“Saudara saya bisa cepat pulih kan?”
Kekalutan Yuki semakin menjadi-jadi saat Dokter tidak langsung menjawab pertanyaannya. Diamnya dokter tersebut membuat Yuki semakin panik.
“Dokter! Tolong jawab saya!” pinta Yuki.
“Saudara kamu masih kritis dan butuh perawatan khusus dari dokter sekaligus psikiater. Diagnosa dari kami untuk sementara waktu adalah pasien mengalami depresi hebat yang tentunya berpengaruh pada organ tubuhnya. Dan yang paling kritis saat ini adalah denyut jantung pasien sangat lemah.”
“Tapi jangan risau, kami telah menghubungi dokter Brigitta untuk segera datang ke rumah sakit dan memeriksa keadaan pasien!”
Yuki seketika terduduk lemas setelah mendengar penjelasan dari dokter. Hatinya semakin diselimuti perasaan bersalah yang teramat dalam. Seharusnya ia bisa menahan diri untuk tidak menyakiti Yuri. Terlebih ia paham betul bagaimana saudara kembarnya yang satu ini saat menginginkan sesuatu.
“Jangan sedih! Kau bisa menghubungi orang tuamu untuk datang mengingat pasien juga butuh dukungan moril dari orang tuanya.”
Penjelasan dokter barusan membuat Yuki semakin ketakutan. Selama ini kedua orang tuanya selalu mengedepankan kesehatan Yuri dan mengesampingkan dirinya. Ia selalu diminta untuk mengalah mengingat kondisi Yuri yang seperti ini.
Yuki tidak bisa membayangkan lagi apa yang akan terjadi saat orang tuanya mengetahui Yuri shock sampai dirawat di rumah sakit seperti ini. Di tengah kebimbangannya dan rasa kalutnya yang begitu dalam tiba-tiba ada seseorang yang datang dan memeluknya dengan sangat erat.
“Prisca!” Yuki mengerutkan dahinya karena heran melihat Prisca ada di sini. Padahal sebelumnya ia tidak pernah memberi tahu Prisca jika saudaranya dirawat di rumah sakit ini.
“Bagaimana kau bisa ada di sini?”
Prisca tersenyum sambil mengurai pelukannya. “Kak Ozzie yang memintaku datang kemari dan menemanimu!”
__ADS_1
“Kak Ozzie?!”
“Yap! Dia adalah kakak kandungku!” jelas Prisca.
Kali ini Yuki mulai sadar jika tawaran Prisca adalah rencana terselubung dari Ozzie yang meminta uang 2000 poundsterling padanya. Namun Yuki tidak akan mempermasalahkan hal itu karena masalah yang sekarang justru lebih pelik.
Yuki pun membalas pelukan Prisca dengan sangat erat. “Ceritakan saja semua masalah yang tengah kau hadapi, kakak ipar! Aku siap menjadi tempat untuk meluahkan segala beban hidupmu!” ucap Prisca sambil mengusap punggung Yuki.
Tangis Yuki pun pecah tanpa bisa berkata apa-apa. Meskipun begitu, sedikit banyaknya Prisca tahu apa yang saat ini dialami oleh Yuki dari cerita Ozzie. Bahkan ia sendiri bisa menduga apa yang akan terjadi selepas ini.
Tak lama kemudian dokter Brigitta datang untuk memeriksa keadaan Yuri. Setelah memeriksa Yuri, dr Brigitta memanggil Yuki untuk ikut dengannya ke ruangannya dan menjelaskan tentang keadaan Yuri.
“Pasien sepertinya memiliki riwayat depresi sejak lama. Apa benar seperti itu?” tanya dokter Brigitta yang langsung dijawab Yuki dengan anggukan kepala.
“Kalau begitu, tentunya kau tahu bukan apa yang menyebabkan kondisi pasien drop seperti ini?”
Lagi-lagi Yuki menganggukkan kepalanya dalam menjawab pertanyaan dokter Brigitta.
“Baiklah, kalau begitu kau bisa menceritakan pokok permasalahannya agar aku bisa mengetahui cara apa yang tepat untuk memulihkan kondisi kesehatan pasien!” pinta dokter Brigitta.
“Setelah mendengarkan cerita darimu, aku sangat kagum dengan pengorbananmu Yuki. Kau sampai rela menjual diri untuk mendapatkan 2000 pounds demi Yuri meskipun pada akhirnya tidak seperti yang diharapkan!”
“Semua orang berhak untuk mencintai dan juga dicintai. Kau juga berhak untuk mendapatkan cinta dari pria yang dicintai Yuri karena ternyata pria tersebut juga lebih mencintaimu dari pada saudara kembarmu!”
“Hanya saja, kondisi saudara kembarmu saat ini sedang kritis. Bahkan dengan denyut jantungnya yang kian melemah, ia bisa saja kehilangan nyawa. Dan satu-satunya yang bisa membuatnya pulih tak lain adalah pria yang sangat ia cintai!”
“Saya bisa meminta pria itu datang dan menemani Yuri agar pulih, dokter!”
“Namun merelakannya juga berpengaruh pada kondisi psikologismu, Yuki!” balas dokter Brigitta.
“Saya tidak masalah dokter, yang terpenting saat ini adalah kondisi Yuri pulih dan membaik seperti sedia kala!”
__ADS_1
Senyum dokter Brigitta langsung merekah lebar. “Kau benar benar gadis yang berhati lembut Yuki. Kalau bisa kita harus membawa pria itu segera datang dan mendampingi Yuri.”
“Membujuknya juga membutuhkan waktu yang cukup lama bukan? Pulanglah dan temui pria itu. Bujuk dia agar mau datang ke rumah sakit dan menemani Yuri mulai besok pagi.”
“Jangan risau, aku dan para tim medis yang lain akan menjadi saudara kembarmu saat kau pergi nanti!” tukas dokter Brigitta membuat Yuki sedikit merasa lega. Setelah berpamitan, ia pun mengajak Prisca untuk pulang dengannya dan membujuk Ozzie untuk menemani Yuri sementara waktu sampai ia pulih.
“Ck, benar kan dugaan aku. Pasti Kak Ozzie akan mendapat masalah yang besar kali ini!” celetuk Prisca saat di dalam lift bersama dengan Yuki.
“Semoga Kak Ozzie bisa membantuku kali ini. Aku juga akan memberi kabar kepada orang tuaku tentang keadaan Yuri.”
Yuki pun langsung mengirimkan pesan kepada kedua orang tuanya jika Yuri saat ini sedang dirawat di rumah sakit. Baru beberapa detik pesan Yuki terkirim, ia langsung mendapat panggilan dari mamanya.
“Halo ma...”
“Apa yang sudah terjadi dengan Yuri? Apa yang menyebabkannya masuk ke rumah sakit Yuki? Bukankah kau sudah berjanji pada mama untuk menjaganya saat di London? Kenapa sampai Yuri masuk rumah sakit?” Mama Yuki memburu Yuki dengan serentetan pertanyaannya.
“Ma, tanya satu-satu dong! Jangan buat Yuki bingung!” tutur papa Yuki di ujung panggilan.
“Berikan ponselnya pada papa!”
“Yuki, apa yang menyebabkan Yuri sakit kali ini, sayang? Dia kelelahan atau karena shock tidak mendapat yang dia inginkan?”
“Yuri shock karena tidak mendapatkan apa yang ia inginkan papa!” jawab Yuki.
“Baiklah, sekarang terangkan kondisinya pada papa!”
“Yuri drop dan dokter menyarankan papa dan mama datang untuk memberikan dukungan moril untuk Yuri!” jelas Yuki.
“Baiklah, papa akan memesan tiket ke London. Kemungkinan mama dulu yang akan ke sana karena papa masih harus mengajukan cuti di kantor!”
“Jaga Yuri baik-baik ya Yuki. Papa percaya sama kamu!” ucap papa Yuki dan panggilan pun terputus.
__ADS_1
Yuki langsung menyimpan kembali ponselnya ke dalam tas yang ia bawa. Keduanya kini sampai di tempat parkiran mobil. Prisca pun langsung membawa mobilnya pulang ke Mansion Ozzie.
“Yuki, bisakah kau menceritakan bagaimana karakter kedua orang tuamu?” pinta Prisca.