
Yuki yang sudah begitu lelah, pandangannya mulai kabur dan berkunang-kunang. Kecepatan berlarinya sudah mulai berkurang dan akhirnya ia terjatuh di atas trotoar tepat di bawah pohon.
“Waaah, akhirnya dia menyerah juga dengan kita!”
“Pagi ini kita akan berpesta sampai malam tiba lagi!”
Melihat Yuki sudah jatuh tidak sadarkan diri, kelima preman yang mengejarnya pun langsung berjalan dengan santai mendekatinya.
Untung saja Ozzie datang tepat pada waktunya. Saat salah satu preman hendak menyentuh Yuki, dengan sigap Ozzie turun dari mobil dengan membawa tongkat baseball dan langsung memukulkan tongkat baseballnya ke arah preman yang hampir menyentuh Yuki.
“Jangan berani-beraninya menyentuh istriku!” gertak Ozzie membuat semuanya langsung sedikit menjauh dari Yuki.
“Kau yakin jika ini istrimu?” tanya salah satu preman yang berkulit hitam.
“Ya! Jika kau berani menyentuhnya, jangan harap kalian masih bisa hidup tenang di markas kalian karena aku akan langsung melenyapkannya dan menggantinya dengan bangunan bertingkat!” ancam Ozzie membuat salah satu preman bertubuh gempal mulai menyipitkan matanya untuk mengetahui siapa pria yang kini sedang berdiri di hadapannya.
“Ozzie Spahic!” tukas pria tersebut sambil membelalakkan matanya.
“Lebih baik kita segera pergi dan jangan berurusan dengan dia. Jika tidak, kita akan sulit bernafas dengan tenang esok hari!” ucapnya sambil mengajak ke empat temannya pergi.
Ozzie pun tetap waspada dan tidak lengah dengan langsung membawa Yuki pergi, melainkan justru menghubungi Leo yang sebelumnya sudah ia perintahkan untuk menghubungi mafia yang sering bekerja sama dengannya.
“Siapa pria itu dan kenapa kita harus takut dengannya sampai kehilangan bahan permainan kita pagi ini?” tanya salah satu orang preman.
__ADS_1
“Siapa bilang kita harus takut dengannya, seharusnya kita harus menghabisi Ozzie Spahic karena dia sudah berani mengancam kita dan akan menggusur markas besar kita!” ucap bertubuh gempal sambil berbalik dan siap menghabisi Ozzie.
Untung saja Ozzie tidak lengah dan langsung melayangkan tongkat baseball di tangannya untuk melawan kelima preman tersebut. Satu banding lima tentunya bukan takaran yang pas untuk sebuah pertarungan meskipun Ozzie membawa sebuah alat.
Tetap saja Ozzie menerima beberapa pukulan dari preman tersebut. Sampai akhirnya Leo datang bersama beberapa orang bayaran Ozzie. Kelima preman yang menyerang Ozzie pun akhirnya dilumpuhkan dan siap untuk dibawa ke markas besar mafia.
Sedangkan Ozzie langsung membawa Yuki masuk ke dalam mobilnya dan Leo langsung menjalankan mobilnya.
“Badannya sangat panas!” gumam Ozzie gusar saat memegang kening Yuki.
“Mau dibawa ke Mansion atau ke rumah sakit?” tanya Leo sambil melirik ke spion mobil.
“Bawa ke Mansion saja dan aku akan memanggil dokter pribadi untuk datang memeriksanya.”
Ozzie langsung menelfon sahabatnya yang bekerja sebagai dokter untuk datang ke Mansionnya memeriksa keadaan Yuki. Secara kebetulan dokter Tian sedang jaga malam di rumah sakit dan langsung menyanggupi panggilan dari Ozzie.
Namun Ozzie sendiri sudah bertekad untuk memperjuangkan cintanya kali ini demi kebahagiaannya dengan Yuki. Apapun yang akan terjadi, ia akan tetap berada di samping Yuki.
Sesampainya di Mansion pun kedatangan mereka langsung disambut oleh Mami Erin dan juga Prisca yang tengah duduk di sofa ruang tamu.
“Bagaimana keadaan Ara?” tanya Mami Erin panik.
“Demamnya sangat tinggi Mam, aku yakin dia kelelahan saat berlari dikejar para preman tadi!” jawab Ozzie sambil membawa Yuki menaiki anak tangga menuju ke kamar.
Mami Erin dan Prisca pun langsung mengikuti langkah Ozzie.
__ADS_1
“Maafkan aku kak! Seharusnya aku tadi tidak menyulut keributan dengan Yuki sampai membuatnya turun dari mobil!” tutur Prisca merasa bersalah melihat keadaan Yuki.
Jika tadi Yuri juga sedang kritis di rumah sakit, Yuki pun tidak jauh beda meski keadaannya sedikit lebih baik dari Yuri.
“Tidak masalah Prisca. Yang jelas kali ini aku meminta bantuanmu untuk menggantikan pakaiannya. setelah itu aku akan mencuci kakinya yang sedikit menghitam karena ia memilih untuk berlari tanpa alas kaki tadi!” titah Ozzie yang langsung dituruti oleh Prisca.
Saat Prisca mulai mengganti pakaian Yuki, Ozzie pun memilih menunggu dengan duduk di sofa depan kamar Yuki bersama mami Erin.
“Mami harap kau tidak putus asa Ozzie!” ucap Mami Erin menghibur putranya yang tengah dirundung dilema yang luar biasa.
“Aku akan memperjuangkan, Ara. Hanya saja aku takut dia memintaku untuk menerima cinta Yuri!”
“Setiap masalah pasti ada jalan keluarnya Ozzie. Begitu juga dengan masalah ini!”
Ozzie menghela nafasnya panjang dan menatap ke arah maminya.
“Beri aku nasehatmu, Mami untuk bisa keluar dari masalah ini!” pinta Ozzie yang tampak sudah tidak berdaya dengan wajahnya yang penuh dengan luka lebam.
“Nikahi Ara secepatnya!” jawab Mami Erin.
💞💞💞
Hai Guys,
Sambil menunggu kelanjutannya, mampir dulu yuk ke Novel bestie aku.
__ADS_1