
“Kak!” panggil Yuki saat Ozzie tampak sedikit mengabaikannya.
“Makan dulu, Yuki! Aku sudah paham apa yang ingin kau katakan!”
Yuki pun membuang nafasnya kasar dan mulai membuka kotak makannya. Sedangkan Ozzie hanya memainkan ponselnya sambil menunggu Yuki menghabiskan makanannya.
Di sisi lain, Yuri yang tadinya sudah terlelap pun tiba-tiba terbangun dan meminta diambilkan minum karena tenggorokannya terasa begitu kering.
“Kak Leo, bisa tolong ambilkan aku minum?”
Leo pun langsung mengangguk dan mengambilkan minum untuk Yuri.
“Terima kasih, kak! Yuki mana?” tanya Yuri yang tidak melihat keberadaan Yuki di kamar rawatnya.
“Sedang makan di kantin!”
“Sama Kak Ozzie, ya?” tanya Yuri lagi yang terdengar begitu tidak rela dengan kedekatan mereka berdua.
“Emm, sendiri! Ozzie sedang sibuk menyelesaikan sketsa dan maketnya!” jawab Leo yang terpaksa berbohong.
Yuri pun langsung bernafas lega mendengarnya. “Kak Leo tahu kan bagaimana aku mengidolakan KaK OzziE? Bahkan rasa kagumku kini berubah menjadi cinta karena melihatnya setiap hari!”
“Bagaimana jika Ozzie ternyata tidak bisa membalas perasaanmu, Yuri?”
“Kenapa? Apa karena Kak Ozzie lebih menyukai Yuki?” tanya Yuri membuat Leo menyunggingkan senyumnya.
“Ternyata kau sudah tahu ya?”
Yuri mencoba mengatur nafasnya dan meredam perasaannya yang sangat tidak terima dengan kenyataan ini. Akhirnya ia pun mengatakan jika sebenarnya ia tidak sengaja mendengarkan obrolan mereka berdua saat duduk di teras.
Dari cerita Yuri pun Leo mulai paham jika saudara kembar Yuki ini tidak bisa menerima kenyataan jika Ozzie lebih mencintai Yuki. Berbeda dengannya yang justru dengan kerelaan hati melupakan rasa cintanya terhadap Yuki.
“Lalu, apa kau masih ingin memaksa Ozzie untuk mencintaimu?” tanya Leo to the point.
__ADS_1
“Kenapa tidak? Aku dan Yuki kembar identik. Kecantikan kita juga tidak berbanding karena sama persis. Tentunya Kak Ozzie juga bisa mencintaiku bukan?”
“Yuri, cinta bukan hanya dilihat dari kecantikan seseorang. Tapi dari karakter yang dimiliki oleh orang tersebut!” jelas Leo menyadarkan Yuri.
“Karakter? Aku rasa karakter aku lebih dewasa dan lebih baik daripada Yuki. Aku pandai memasak, sedangkan Yuki tidak!”
“Aku pandai merias diri, teliti dalam banyak hal, dan bahkan sikapku tidak urakan. Sedangkan Yuki berbalik 180 derajat denganku!”
“Kelebihan yang aku miliki sama sekali tidak dimiliki oleh Yuki!” jelas Yuri yang tampak begitu mengunggulkan dirinya di depan Leo.
“Dan kelebihan yang dimiliki Yuki tidak ada pada dirimu Yuri. Dia yang urakan mampu menyelamatkan barang Mami Erin dan melawan copet.”
“Yuki juga hatinya sangat baik dan lembut dibalik sikap urakannya itu. Bahkan dia juga tidak menganggap dirinya lebih baik dari orang lain sepertimu!” timpal Leo membuat Yuri sangat terhenyak.
Tidak bisa dipungkiri jika saat ini hatinya begitu tercubit mendengar ucapan Leo. Selama ini dirinya memang selalu dikatakan lebih baik daripada Yuki dan baru kali ini pamornya kalah jauh dengan Yuki yang selalu membuat masalah atas kecerobohannya.
“Dan jika kau tahu, Yuri. Aku sendiri awalnya sangat menyukai Yuki. Kau tahu kenapa?”
Yuri pun langsung menggelengkan kepalanya.
“Karena aku melihat kecantikan hatinya yang terpancar dalam wajahnya. Meski kalian kembar identik, aku rasa Yuki terlihat lebih cantik daripada kamu!”
Bahkan Yuki yang menurutnya tidak memiliki kelebihan apa-apa justru dicintai oleh 2 orang laki-laki sekaligus.
“Tapi aku tidak ingin mengedepankan egoku. Aku langsung mengibarkan bendera putih saat mengetahui sahabatku Ozzie ternyata juga jatuh cinta dengan Yuki.”
“Aku mencintai Yuki, dan karena dalamnya rasa cintaku ini, aku ingin orang yang aku cintai bahagia meski tidak bersamaku!”
Penjelasan panjang lebar yang diungkapkan oleh Leo barusan membuat Yuri sangat tersinggung. Suhu tubuhnya pun kembali tinggi dan Leo pun langsung memanggil perawat jaga untuk mengecek keadaan Yuri.
Sedangkan di sisi lain, Yuki yang sudah menghabiskan makanannya pun langsung mengutarakan apa yang ingin ia katakan dengan Ozzie.
“Aku ingin kakak mencoba untuk mencintai Yuri dan memberi perhatian untuknya. Aku mohon!” pinta Yuki yang tentunya sudah tertebak oleh Ozzie sebelumnya.
“Apa kamu pikir cinta itu hanya permainan belaka? Maaf Yuki, aku tidak bisa mengabulkan permintaanmu kali ini!”
__ADS_1
“Tapi kak, kesehatan Yuri akan semakin memburuk jika kakak tidak mengabulkan permintaan aku. Yuri akan drop setiap keinginannya tidak terwujud. Dan aku sama sekali tidak ingin kehilangan Yuri, Kak!” Mata Yuki mulai berkaca-kaca dan tentunya membuat Ozzie tidak tega melihatnya.
Namun di sisi lain, Ozzie akan tertekan jika ia harus berpura-pura mencintai Yuri dan memberikan perhatian untuknya.
“Aku mohon kak Ozzie, bantu aku kali ini saja. Aku tidak bisa melihat Yuri sakit seperti ini. Buktikan jika kakak memang benar-benar mencintai aku!”
Ozzie pun memandang wajah Yuki secara intens sambil memegang dagunya. “Aku tidak bisa, Yuki. Aku tegaskan lagi padamu. Yang aku cintai adalah Yuki Aurora. Bukan yang lain!”
“Kau harus paham Yuki, jika aku menuruti permintaanmu, maka ini justru akan menyakiti Yuri!”
“Apa kamu tidak pernah berpikir bagaimana Yuri semakin saat hati saat mengetahui jika kau hanya berpura-pura untuk mencintainya.”
Kini Yuki terdiam pelan sambil membenarkan ucapan Ozzie dalam hati. Bahkan ia tidak berpikir sampai di situ.
“Oke, kalau memang kali ini Kak Ozzie tidak membantuku, anggap saja kita tidak pernah dan bertemu. Aku akan segera melunasi tagihan yang kakak inginkan. Setelah itu kakak bisa melepaskan aku dan Yuri!” ucap Yuki sambil berdiri dan meninggalkan Ozzie seorang diri.
Sesampainya di depan ruang rawat Yuri, tampak Leo duduk sambil menutuk wajahnya dengan kedua tangannya. Yuki pun kemudian mendekat dan duduk di samping Leo.
“Apa yang terjadi kak?” tanya Yuki.
“Demamnya kembali tinggi saat mengobrol denganku tadi!” ungkap Leo membuat Yuki langsung membeliakkan matanya.
“Apa kak Leo menasehati Yuri tentang masalah ini?”
Pertanyaan Leo pun langsung diangguki oleh Yuki dan membuat Yuki langsung menepuk dahinya sendiri.
“Seharusnya kak Leo jangan menasihatinya dalam waktu dekat ini! Yuri masih belum bisa untuk menerima keadaan ini!” lanjut Yuki yang tampak sangat mengkhawatirkan Yuri.
“Kak, aku harus kembali ke asrama. Ada banyak hal yang harus aku lakukan. Aku titip Yuri ya!” pinta Yuki.
“Oke, aku akan menjaganya dengan baik. Jangan khawatir Yuki!”
“Thanks a lot Kak Leo!”
Yuki pun langsung keluar dari ruangan Yuri dan memesan taksi online dari ponselnya. Sayangnya saat ada driver yang menerima pesanannya, ponsel Yuki langsung direbut oleh Ozzie begitu saja.
__ADS_1
Tidak hanya itu, Ozzie pun juga langsung membatalkan pesanan Yuki.
“Aku yang sudah menjemputmu. Dan kali ini aku juga yang akan mengantarmu pulang Yuki!”