
Yuri pun akhirnya memilih berdiri sendiri saat perawat hendak membantunya berdiri. Kemudian ia berjalan ke arah Ozzie dan duduk di sampingnya.
“Apa kakak tidak bisa sedikit pun memberikan perhatian kakak kepadaku?” tanya Yuri.
Ozzie pun meletakkan iPadnya dan melipat kedua tangannya di depan dada. “Apa kau tidak melihat jika aku saat ini sedang memberikan sedikit perhatianku kepadamu, Yuri?”
“Bagiku, bekerja di proyek lebih nyaman dari pada di rumah sakit seperti ini!” balas Ozzie.
Keributan kecil yang terjadi antara Ozzie dengan Yuri membuat perawat jaga memilih keluar dari ruangan. Tak lama kemudian, dokter Brigitta pun datang untuk memeriksa kondisi Yuri.
“Waaah, Yuri. Saya benar-benar salut dan bahagia melihat perkembangan kesehatan anda yang semakin hari semakin membaik.”
“Jika kondisi bisa stabil seperti ini, maka dipastikan dua hari lagi anda bisa pulang dari rumah sakit!” tutur dokter Brigitta yang sangat takjub dengan perkembangan kesenatan Yuri yang naik dengan drastis.
“Tuan Ozzie, saya juga berterima kasih banyak atas kesediaan anda membantu kesehatan pasien!”
“Sama-sama dokter Brigitta!” balas Ozzie dengan nada yang sangat datar.
Selepas memberikan obat yang harus dikonsumsi oleh Yuri, dokter Brigitta pun undur diri. Kini Ozzie kembali dihadapkan dengan Yuri yang sedari tadi tidak lepas memandanginya.
“Aku cinta sama Kak Ozzie dan aku mau kak Ozzie jadi kekasih aku.”
Pernyataan Yuri barusan bertepatan dengan dibukanya pintu ruangannya. Ozzie dan Yuri pun langsung mengalihkan pandangan mereka ke arah pintu. Mata Yuri seketika berbinar saat melihat kedatangan papa dan juga mamanya.
__ADS_1
“Yuri!” panggil mamanya dengan mata yang berkaca-kaca. Mama Yuri pun langsung menghambur memeluk putrinya.
“Mamaaaa! Papaaaaa! Yuri rindu kalian!” balas Yuri sambil membalas pelukan mamanya.
Melihat Yuri tengah meluahkan kerinduannya dengan kedua orang tuanya, kesempatan ini digunakan Ozzie dengan sebaik-baiknya. Ia pun mengambil iPadnya dan keluar dari ruangan tanpa sepengetahuan Yuri.
“Mama sangat mengkhawatirkanmu, sayang! apa yang membuatmu sampai drop seperti ini?” tanya Mama Yuri sambil mengusap kepala putrinya dengan lembut.
Yuri langsung berbalik untuk melihat keberadaan Ozzie, sayangnya Ozzie sudah tidak ada di tempatnya tadi.
“Cowok yang tadi ada di sini ada di mana Ma?” tanya Yuri sambil menunjuk ke tempat di mana Ozzie tadi duduk.
“Tadi papa lihat dia keluar dari ruangan sambil membawa iPadnya. Mungkin dia tidak mau mengganggu kita di sini!” jelas Papa Yuri.
“Namanya Kak Ozzie paa. Dia itu arsitek muda ternama yang Yuri kagumi sejak lama.”
“Bagaimana menurut mama penampilan Kak Ozzie?” tanya Yuri.
“Sangat tampan dan cool, sayang. Apa dia kekasihmu?” tanya Mama.
“Belum mama. Ini yang buat Yuri shock dan drop sampai masuk rumah sakit. Yuri cinta sama Kak Ozzie, tapi Kak Ozzie justru mencintai Yuki ma!” jawab Yuri dengan sendu.
Papa dan Mama Yuri pun langsung melemparkan pandang dan kemudian beralih memandang Yuri.
“Yuri sayang!” panggil papanya dengan nada yang sangat lembut.
__ADS_1
“Yang terpenting saat ini adalah kesembuhanmu. Jika kau sembuh nanti, kita bisa bicarakan semua masalah ini dengan baik-baik bukan?” tutur Papa dan Yuri langsung menganggukkan kepalanya.
“Oh iya, di mana Yuki?” tanya Yuri kemudian.
“Dari kemarin aku belum sempat bertemu dengannya. Entah kenapa dia sangat sibuk sampai tidak bisa menemaniku di rumah sakit!”
“Yuki sedang bertemu dengan dokter Brigitta dan mengurus administrasi rumah sakit. Entah dari mana anak itu mendapatkan biaya untuk membayar tagihan rumah sakitmu, sayang!” jawab Mama membuat Yuri sedikit terhenyak.
“Yuki yang membayar biaya rumah sakit?” tanya Yuri memastikan lagi apa yang ia dengar barusan.
“Iya sayang, bahkan Yuki juga menolak uang yang papa kasih ke dia tadi!” jelas papa membuat pikiran Yuri langsung melanglang jauh entah kemana.
Tak lama kemudian Yuki pun datang dengan membawa susu strawbery kesukaan Yuri.
“Hai Yuri!” sapa Yuki dengan tersenyum.
“Bagaimana keadaanmu sekarang?” tanya Yuki sambil menyodorkan susu strawbery ke arah Yuri.
“Aku sudah lebih baik dari yang kemarin, Yuki. Bahkan kata dokter aku bisa cepat pulang jika kondisiku terus stabil seperti ini!”
“Syukurlah, aku sangat senang mendengarnya! Lekaslah pulih, Yuri! Aku merindukanmu pergi ke kampus bersamaku!” balas Yuki.
“Aku juga sudah sangat merindukan hal itu Yuki. Oh iya, sampai hari ini berapa biaya rumah sakit yang harus kau bayarkan Yuki?” tanya Yuri tiba-tiba.
“Ck, sudahlah Yuri. Jangan terlalu memikirkan hal itu. Yang terpenting kau cepat pulih dan bisa pulang dari rumah sakit!” balas Yuki sambil menggenggam tangan Yuri.
__ADS_1
“Apa kau benar-benar menjual dirimu untuk mendapatkan biaya rumah sakit ini Yuki?” tanya Yuri membuat papa dan juga mamanya langsung menatap tajam ke arah Yuki.