Dilema Cinta Arsitek Muda

Dilema Cinta Arsitek Muda
Antara Twin Y


__ADS_3


Kini Ozzie dan juga Yuki sudah duduk berdampingan di depan ruangan. Ozzie dengan manja meletakkan kepalanya di pangkuan Yuki sambil memejamkan matanya. Sedangkan tangan Yuki dengan lembut mengusap kepala suaminya.


“Apa selama ini kau memang selalu mengalah, Ara?” tanya Ozzie.


“Heem!”


“Apa kau tidak merasa lelah dengan terus menerus mengalah sepanjang hidupmu dengan Yuri?”


“Emmm, aku hanya tidak mau menyakiti saudaraku sendiri, kak. Aku menyayanginya dan ingin melihatnya bahagia!”


“Meskipun itu merenggut kebahagiaanmu sendiri?” lanjut Ozzie dan lagi-lagi Yuki menjawabnya dengan deheman singkat.


“Aku masih bisa mencari kebahagiaanku sendiri, kak. Sedangkan kodisi Yuri ...”


“Kondisi dia masih bisa diselamatkan untuk tidak terus menerus seperti itu. Katakan padaku, apa dia pernah berpacaran sebelumnya?” tanya Ozzie.


“Emmm, mungkin bisa dibilang sering berganti-ganti pacar dulu. Wajar sih, dia adalah wanita yang pintar memasak, bisa mengerjakan pekerjaan rumah dengan baik, dan tutur katanya juga lembut. Pria mana yang tidak menyukainya!”


“Tapi menurutku dia lebih tepat disebut dengan cewek gampangan.”


“Kak Ozzieeee!” panggil Yuki dengan nada protes.


“Kalau dia mudah cepat move on, berarti dia juga bisa dengan cepat melupakan aku!”


“Yaa gak gitu juga kali kak. Cintanya Yuri sama kakak itu beda dengan cinta sebelum-sebelumnya! Aku lihat, Yuri benar-benar serius sama kakak!” balas Yuki menyampaikan penilaiannya selama ini.


“Itu bukan cinta, Ara sayang. Tapi terlalu terobsesi. Bahkan dia akan cepat beralih mencintai pria lain jika ada yang lebih dari aku.”


Yuki hanya terdiam kali ini tidak menimpali penuturan suaminya.


“Sayangnya, aku memang belum menemukan bukti untuk ini! Kali ini yang terpenting adalah ...”


Ozzie bangun dari pangkuan Yuki. “Aku sangat merindukanmu, Ara!”


Yuki langsung salah tingkah dibuatnya, terlebih saat Ozzie memegang dagunya dan siap untuk mengabsen bibirnya. Namun Yuki langsung mendorong tubuh Ozzie dan menahannya agar tidak menciumnya.


“Kaaak, jangan di sini!” tahan Yuki sambil mengedarkan pandangannya ke kanan dan ke kiri.


Meski hari sudah malam, suasana di luar ruangan tidak begitu sepi. Apalagi posisi duduk mereka berdua kini tidak jauh dari perawat jaga.

__ADS_1


“Kenapa harus malu, sayang. Ini hal yang biasa terjadi di sini!” ucap Ozzie yang kembali mengikis jarak mereka dan menarik tengkuk leher Yuki.


Akhirnya permainan bibir mereka berdua pun tidak terelakkan. Keduanya sama-sama meluahkan kerinduan mereka yang seharusnya saat ini tengan menikmati honeymoon mereka.


Setelah keduanya puas memadu kasih, mereka masuk ke dalam ruangan dan menyandarkan tubuh mereka di sofa sambil terus berpegangan tangan. Tanpa menunggu lama, keduanya pun terlelap dalam mimpi mereka masing-masing.


Yuri terjaga saat waktu menunjukkan jam 3 dini hari. Ia berusaha bangun dari tidurnya karena rasa kering di tenggorokannya. Tangannya mencoba meraih gelas minum di atas nakas dan langsung membasahi tenggorokannya.


Kemudian ia mengedarkan pandangannya ke sekeliling sambil mengembalikan gelas air minumnya ke atas nakas. Namun, betapa terkejutnya Yuri saat melihat saudara kembarnya tidur dengan memeluk Ozzie.


Yuki tampak tertidur nyenyak dengan menyandarkan kepalanya di dada bidang Ozzie. Dan Ozzie memeluknya dengan sangat erat seolah takut akan kehilangan Yuki. Pemandangan ini membuat hati Yuri tercubit.


“Dasar munafik! Ngakunya gak cinta sama Kak Ozzie! Tapi nyatanya justru terlihat sangat murahan seperti ini!” gerutu Yuri.


Dengan geram Yuri sengaja menjatuhkan gelas kaca yang dipegangnya sampai pecah berkeping-keping.


Pyar!


Suara pecahan gelas tersebut membuat Yuki dan Ozzie langsung terbangun dari tidurnya. Yuki sangat terkejut saat mendapati dirinya tengan berada di pelukan Ozzie. Cepat-cepat ia menyingkir dan menjauhkan dirinya dari Ozzie.


“Yuri! Ini tidak seperti yang kamu lihat!” tutur Yuki ketakutan jika Yuri kembali drop karena melihatnya terlalu dekat dengan Ozzie.


Namun melihat pecahan kaca yang berserakan membuat Ozzie menarik tangan Yuki dan menahannya untuk tidak pergi dari sisinya.


“Jangan ke sana dulu, Ara! Aku tidak mau pecahan kacanya membuat kakimu terluka!” tutur Ozzie membuat Yuri semakin merasa cemburu.


“Maafkan aku Yuri. Aku yang sengaja memeluk Ara malam ini. Bukan Ara yang mendekati aku!” jelas Ozzie.


“Aku harap kamu bisa paham dan tidak marah dengan Ara karena ini sama sekali bukan kesalahannya!”


“Aku akan memaafkan semuanya asal kakak mau menjadi kekasihku!” ancam Yuri.


Ozzie pun langsung setuju untuk menjadi kekasih Yuri dan Yuri sendiri sangat tercengang mendapati kesediaan Ozzie untuk menjadi kekasihnya.


“Kak Ozzie serius mau jadi kekasih aku?” tanya Yuri dengan mata yang berkaca-kaca. Akhirnya Ozzie kali ini bisa menganggapnya ada dan menjadikannya sebagai kekasih.


Kemudian Ozzie mengambil sapu yang ada di balik pintu dan mulai membersihkan pecahan kaca dari gelas yang dipecahkan oleh Yuri.


“Lain kali jangan berulah sampai membuatku repot seperti ini! Aku tidak suka!” tutur Ozzie.


“Maafkan aku sayang. Lain kali aku tidak akan mengulanginya lagi!” balas Yuri.

__ADS_1


Selepas membersihkan pecahan kaca, Ozzie sengaja duduk di samping bed Yuri. Jangan ditanya bagaimana bahagianya Yuri kali ini mendapatkan perhatian khusus dari pria yang selama ini ia cintai dan sangat ia nantikan.


“Istirhatlah dengan baik! Dua hari ke depan aku ada pekerjaan di Birmingham dan tentunya aku tidak bisa mengunjungimu di rumah sakit.”


“Tapi kakak bisa video call kan selama bertugas?” tanya Yuri manja.


“Aku tidak bisa janji kali ini! Yang jelas aku sudah memenuhi keinginanmu untuk menjadikanmu sebagai kekasih!”


“Satu hal lagi yang perlu kau ingat, Yuri! Ara tidak pernah berniat jahat sedikit pun denganmu. Dia bahkan sangat menyayangimu! Jadi aku harap, kau tidak berpikiran macam-macam tentangnya!” jelas Ozzie membuat Yuri langsung beralih memandang ke arah Yuki.


“Yukiii!” panggil Yuri sambil merentangkan kedua tangannya. “Maafkan aku selama ini!”


Yuki pun mendekat dan memeluk saudara kembarnya itu. Tangis mereka pecah seketika mengingat hubungan mereka akhir-akhir ini renggang dan kurang baik.


“Maafkan aku yang sudah berpikiran buruk tentangmu Yuki. Aku sangat menyayangimu!” tutur Yuri di tengah isak tangisannya.


“Aku juga sangat menyayangimu. Cepatlah sembuh!” balas Yuki sambil mengusap punggung Yuri pelan.


Ozzie pun tersenyum melihat keduanya berpelukan dan mulai berdamai.


“Emmm, kalian berdua bisa kembali beristirahat atau menghabiskan waktu untuk bercerita. Aku harus segera pulang ke Mansion untuk menyiapkan diri!” ucap Ozzie undur diri.


Yuri pun melepaskan pelukannya dan mencoba meraih tangan Ozzie. Sayangnya dengan gesit Ozzie menghindar dan sedikit menjauh dari bed Yuri.


“Hati-hati ya sayang. Semoga tugasmu lancar dan tidak ada halangan!” ucap Yuri.


“Terima kasih!” balas Ozzie singkat dan langsung berbalik meninggalkan ruangan Yuri.


Sedangkan Yuki pun kemudian mempersilakan Yuri untuk kembali beristirahat dan kemudian ia mengetikkan pesan untuk Ozzie.


💌 Yuki Aurora


[Hati-hati di jalan ya sayang. Terima kasih untuk semuanya suamiku tercinta. Aku mencintaimu.]


💌 Ozzie Spahic


[Aku tidak benar-benar ke Birmingham, sayang. Aku hanya ingin menghindar dari Yuri. Berterima kasihlah dengan benar di kamar kita, nanti!]


Pipi Yuki langsung merona kemerahan saat membaca pesan balasan dari Ozzie. Ia pun menyimpan ponselnya dan kembali memejamkan matanya di sofa.


 

__ADS_1


__ADS_2