
Makan siang kali ini terasa begitu hangat bagi Yuki. Perhatian keluarga Ozzie membuat Yuki benar-benar merasa nyaman dan sangat bahagia. Ini semua benar-benar jauh dari dugaannya sebelumnya.
Kali ini tinggal bagaimana Yuki menghadapi mamanya sendiri yang selalu berada di pihak Yuri. Jika papanya sudah mengizinkannya untuk menikah, belum tentu mamanya juga mengizinkannya.
Yuki paham betul, mamanya pasti akan memintanya untuk mengalah pada Yuri. Namun kali ini ia merasa sangat berat jika harus mengalah dan merelakan Ozzie jatuh di tangan saudara kembarnya.
“Oh iya, Ozzie, Yuki!” panggil Papi Ozzie yang hampir menyelesaikan makan siangnya.
“Iya papi!” jawab Ozzie dan Yuki bersamaan.
“Mama kalian belum tahu tentang pernikahan kalian!” ucap Papi Ozzie.
“Jadi kalian harus pintar-pintar menyembunyikan pernikahan kalian. Dan ini adalah permintaan dari papanya Yuki.”
“Sore ini Yuki akan bersama papi dan mami menjemput orang tuanya di bandara. Dan Ozzie, Papi harap kamu bisa ke rumah sakit untuk menemani Yuri sementara. Kasihan Prisca, dia dari kemarin loh jagain Yuri. Dia butuh istirahat juga kan?” jelas Papi bagi tugas.
Ozzie tampak sedikit keberatan jika harus berpisah dari Yuki. Tatapan Ozzie kali ini memperlihatkan bahwa ia tidak sanggup untuk berpisah dengan Yuki meski hanya sebentar.
Yuki pun langsung menggenggam erat tangan Ozzie dan melemparkan senyum pada suaminya. “Kakak jangan lupa, aku sudah memenuhi syarat yang kakak berikan!”
“Tapi bagaimana jika Yuri tetap memaksa untuk menjadi kekasihku, Ara sayang?” tanya Ozzie yang sudah ingin melupakan janjinya.
__ADS_1
“Tidak masalah bukan? Yang terpenting aku sudah menjadi istri kakak sekarang!”
Ucapan Yuki kali ini langsung disetujui oleh Mami Erin. “Betul kata Yuri. Status kekasih bukan suatu penghalang ikatan pernikahan kalian. Kecuali jika dalam status itu kau menyelipkan rasa cinta di dalamnya!” timpal Mami Erin.
“Jadi maksud mami hanya status saja tanpa harus bersikap sebagaimana kekasih pada umumnya?” tanya Ozzie.
“Tepat sekali! Jadi, kamu bebas bekerja dan meluahkan kerinduanmu bersama Yuki saat berada di kamar! Selebihnya, kamu pasti paham apa yang harus kau lakukan bukan?” balas Papi Ozzie membuat pipi Yuki bersemu merah.
“Oke. Yang terpenting kalian selalu ada bersamaku. Terlebih kamu, Ara!” ucap Ozzie.
Selepas makan siang, Ozzie pun langsung menuju ke rumah sakit. Sedangkan Yuki langsung dimanjakan papi dan mami mertuanya. Ia diajak berkeliling London sebelum menjemput kedua orang tuanya di bandara.
🍄🍄🍄
Di rumah sakit, tampak Yuri sedang beristirahat saat Ozzie tiba di sana. Kedatangan Ozzie pun langsung disambut gembira oleh Prisca yang tampak sudah lelah. Prisca langsung menarik tangan kakaknya untuk keluar ruangan dan menceritakan apa saja yang ia obrolkan dengan Yuri.
“Bahkan aku mengatakan jika trauma kakak sudah mendalam, maka kakak akan terus bekerja sampai lupa waktu!”
“Aku rasa, dia percaya dengan ceritaku dan merasa iba dengan kakak. Semoga dengan cara ini kakak bisa terlepas dari Yuri yaa!” tutur Prisca yang memang sangat menginginkan kebahagiaan kakaknya.
“Thanks a lot baby! Kakak benar benar sangat menyayangimu.” Ozzie langsung mengeluarkan ponselnya dan mengirimkan uang ke rekening Prisca.
“One thousand poundsterling again?” pekik Prisca dengan mata yang berbinar.
__ADS_1
“Again?” Ozzie langsung mengerutkan dahinya sambil menatap penuh tanya ke arah Prisca.
“Yes, Kak Leo juga mengirim uang dengan nominal yang sama ke rekeningku!”
“Oh yaa?” tanya Ozzie yang langsung dijawab dengan anggukan kepala oleh Prisca.
“Waaah, sepertinya Leo benar-benar serius menyukai adik kesayanganku ini!” timpal Ozzie membuat Prisca langsung bersungut-sungut.
“Ayolaah kaaak. Kakak tahu kan gimana playboynya kak Leo. Masa’ kakak tega sih biarin adek kesayangannya diterkam sama buaya darat!”
“Leo memang mudah jatuh cinta. Dia juga mudah untuk menjalin hubungan dengan siapapun. Tapi, Leo tidak pernah sekali pun berciuman dengan mereka.”
“Yaaah, meskipun setiap ngedate kadang suka pegangan tangan, cipika cipiki, dan saling merangkul. Hanya sebatas itu aja sih. Dan setahu kakak, dia sering dipeluk sama cewek-ceweknya, tapi dia sendiri gak pernah balas memeluk!” jelas Ozzie membuat Prisca berdecih pelan.
“Cih, mana mungkin ada play boy yang sesuci itu. Sok sokan jual mahal, padahal dia pasti juga udah gak tahan!” balas Prisca tidak percaya.
“Suatu saat kamu pasti tahu deh! Yaudah, pulang gih! Terus istirahat, biar kamunya gak ikutan sakit!” titah Ozzie sambil mengacak rambut adik perempuannya. “Makasih banyak ya udah bantuin kakak sejauh ini!”
“Sama-sama kakakku sayang. Aku pulang dulu ya. Selamat berjuang! Chayoo!”
Prisca pun langsung beranjak pergi menuju ke pintu lift. Tepat saat hendak memencet tombol, pintu lift pun terbuka dan tampak Leo hendak keluar dari lift.
🍄🍄🍄
__ADS_1
Next episode