Dinikahi Om-Om Dingin

Dinikahi Om-Om Dingin
Bab 11 ~ Terpesona


__ADS_3

"Roy, hari ini aku akan mengajak Claudia ke rumah ku. Bagaimana? Kamu tidak keberatan kan?" tanya Hermawan.


"Loh, kok buru-buru gitu? Baru juga sehari, masa sudah mau di boyong saja sih? Nggak sabaran banget," gerutu Roy sedikit terkejut mendengar keputusan Hermawan.


"Bukan masalah sabar atau tidak, Roy. Tapi aku tidak bisa meninggalkan pekerjaan ku lebih lama lagi. Kamu kan tahu sendiri, kalau aku ini orang super sibuk," jelas Hermawan.


"Hmmmm, bener juga sih. Tapi kan..."


Sebelum Roy melanjutkan kata-katanya, Hermawan pun langsung menyambar nya dengan cepat.


"Nggak ada tapi-tapian lagi, Roy. Keputusan ku sudah bulat, tidak bisa di ganggu gugat lagi. Aku dan Claudia akan pindah hari ini juga, titik. Nggak pake koma, dan nggak ada tawar-menawar lagi, ngerti!" tegas Hermawan.


"Ya ya ya, baik lah. Terserah kau saja," balas Roy pasrah.


Roy terpaksa menyetujui nya. Ia tidak bisa membantah keputusan menantu kesayangan nya tersebut. Sedangkan Hermawan, ia langsung tersenyum miring mendengar jawaban mertua nya.


"Naaahhh, gitu dong. Mertua yang baik itu harus nurut sama menantu nya, hahahaha!" ledek Hermawan sembari tertawa ngakak, lalu bangkit dari tempat duduk nya.


Hermawan melenggang pergi begitu saja meninggalkan Roy, tanpa memperdulikan wajah masam mertua nya, yang masih tampak kesal dengan ulah nya tersebut.


"Dasar, menantu gila!" umpat Roy lalu melangkah masuk ke dalam kamar nya.


🌺 Beralih ke Claudia 🌺


Selesai dengan urusan dapur, Claudia kembali ke dalam kamar dan duduk di tepi ranjang. Ia mengingat kembali kejadian tadi pagi, sewaktu dirinya terpeleset dengan keadaan polos tanpa sehelai benang pun.


"Huh, memalukan sekali," gumam nya pelan.


Claudia menghela nafas berat sambil memandangi wajah nya dari pantulan cermin. Sedang asyik merenung, tiba-tiba terdengar suara pintu terbuka dan derap langkah kaki yang sedang menuju ke arah nya.


Claudia reflek menoleh dan menatap ke arah sumber suara dengan kening mengkerut.


"Ayo bersiap lah! Kemasi barang-barang mu," ucap Hermawan tanpa melihat lawan bicara nya.


"Emang kita mau kemana, Om?" tanya Claudia bingung.


"Pindah ke rumah Om," jawab Hermawan masih tetap dengan mode cuek dan wajah datar nya. Ia sama sekali tidak menghiraukan tatapan aneh Claudia kepada nya.

__ADS_1


"HAH, PINDAH?" pekik Claudia dengan mata membulat. Ia terlihat sangat terkejut mendengar jawaban Hermawan.


Melihat keterdiaman Claudia, Hermawan pun kembali mengoceh sambil mengemasi barang-barang nya ke dalam koper.


"Kenapa diam? Kamu tidak mau ikut dengan ku?" tanya Hermawan.


Claudia langsung tersadar dari keterkejutan nya, ketika mendengar suara Hermawan. Gadis itu melirik dengan ekor mata nya, lalu berkata...



"Bu-bukan nya nggak mau, Om. Ta-tapi apa nggak terlalu cepat ya, kita pindah nya? Baru juga satu hari, masa sudah langsung pindah?" tanya Claudia memiliki pemikiran yang sama dengan Roy.


Hermawan menoleh sekilas, lalu melanjutkan kegiatan nya kembali, dan menjawab...


"Nggak, pekerjaan Om masih banyak. Om nggak bisa berlama-lama disini. Kalau kamu masih ingin tinggal disini, silahkan. Om akan tetap pulang ke rumah hari ini juga," tutur Hermawan masih tetap kekeuh dengan keputusan nya.


"Hufff, dasar batu! Susah banget di beri pengertian," gerutu Claudia dalam hati.


Claudia kembali termenung sambil terus memandang ke arah Hermawan, yang tampak sibuk memasukkan barang-barang milik nya ke dalam koper berukuran sedang.


Melihat istri kecil nya kembali terdiam, Hermawan pun cepat-cepat menyelesaikan pekerjaan nya. Setelah selesai, ia meletakkan koper itu ke depan pintu lalu duduk di sebelah Claudia.


Hermawan sengaja berkata seperti itu, karena ia tidak ingin memaksakan kehendak nya kepada Claudia. Ia sadar, bahwa Claudia masih belum bisa menerima diri nya sebagai suami nya.


Claudia termangu seketika. Ia tidak menyangka jika Hermawan akan mengatakan hal itu kepada nya.


"Haduuuh, bagaimana ini? Kalau aku tidak ikut, bapak pasti akan marah dengan ku. Tapi kalau aku ikut, aku belum siap untuk berpisah dengan bapak. Aku tidak tega meninggalkan bapak sendirian di rumah ini. Huh, bikin puyeng kepala ku saja pun," batin nya bingung.


Hermawan tersenyum tipis melihat kegundahan Claudia. Ia tidak menduga jika Claudia akan segalau itu, saat di ajak pindah dari rumah masa kecil nya.


Setelah beberapa saat berpikir dan menimbang-nimbang, akhirnya Claudia pun setuju dan menuruti ajakan suami nya.


"Hmmmm, ya udah deh. Aku mau ikut pindah dengan Om," ucap Claudia lirih.


Hermawan langsung tersenyum lebar mendengar jawaban Claudia yang sesuai dengan keinginan nya.


"Yes, akhirnya luluh juga dia, hahahaha!" sorak Hermawan dalam hati.

__ADS_1


Walaupun hati nya sedang berbunga-bunga, namun Hermawan tidak ingin memperlihatkan nya kepada Claudia. Ia masih saja memasang wajah datar tanpa ekspresi, untuk menjaga image dan wibawa nya di depan istri nya tersebut.


"Oke, kalau kamu mau ikut, cepat kemasi barang-barang mu! Biar kita bisa langsung berangkat secepatnya," titah Hermawan lalu melangkah masuk ke dalam kamar mandi untuk berganti pakaian.


"Ya, Om." Claudia mengangguk pelan.


Setelah melihat Hermawan pergi, Claudia pun berjalan dengan langkah gontai menuju lemari pakaian. Ia membuka koper dan mulai menyusun baju, serta barang-barang lain nya ke dalam koper tersebut.


Selesai berkemas, Claudia meletakkan koper milik nya di samping koper Hermawan. Kemudian ia pun kembali duduk di tepi ranjang, sambil menunggu Hermawan keluar dari kamar mandi.


Tak lama berselang, yang di tunggu-tunggu pun akhirnya keluar juga. Hermawan terlihat semakin tampan dan gagah, dengan setelan jas hitam yang melekat di tubuh kekar nya.



Claudia langsung terperangah dengan mulut terbuka melihat ketampanan suami nya.


"Waaahh, ganteng juga nih Om-om. Coba kalau wajah kaku nya itu di kasih senyum sedikit, pasti makin nambah ganteng nya, hihihihi," batin Claudia.


Tanpa sadar, Claudia tersenyum-senyum sendiri sambil terus memandangi suami tua nya. Ia sedang mengkhayal tentang wajah datar Hermawan, yang akan semakin terlihat tampan bila tersenyum lebar.


Melihat gelagat aneh istri nya, Hermawan pun mendekat dan menjentikkan jari nya di depan wajah Claudia, lalu berkata...


"Kamu kenapa? Kok senyam-senyum gitu? Kesurupan ya?" tanya Hermawan bingung.


Claudia yang sedang terpana dengan ketampanan Hermawan pun, langsung tersadar dari lamunannya.


"Bukan kesurupan, Om. Tapi lagi terpesona, ups!" jawab Claudia reflek menutup mulut dengan kedua tangan nya.


"Duuuuh, ini mulut kok jujur amat sih? Bikin malu aku saja," gerutu Claudia dalam hati.


Claudia terlihat gugup dan menggigit bibir bawahnya. Ia tertunduk malu sambil memilin-milin ujung baju nya.


"Hah, terpesona?" tanya Hermawan semakin bingung.


"Eh, enggak Om. Aku cuma salah sebut aja tadi. Nggak usah di masukkan ke hati ya Om, cukup di masukkan ke dalam kantong aja, hehehehe!" canda Claudia sambil cengar-cengir salah tingkah.


Hermawan hanya tersenyum tipis sambil menggeleng-gelengkan kepala, melihat tingkah aneh Claudia yang tampak lucu dan menggemaskan di depan nya.

__ADS_1


🌺 Terima kasih atas kunjungan dan dukungan nya man teman,,, jangan lupa tinggalkan jejak kalian setelah membaca ya🥰🌺


__ADS_2