Dinikahi Om-Om Dingin

Dinikahi Om-Om Dingin
Bab 23 ~ Kembali Terulang


__ADS_3

Claudia mematung di tempatnya berdiri dengan wajah syok. Ia tidak menduga jika Hermawan akan tergoda dan ingin menyentuh nya kembali, ketika melihat penampilan nya.


Melihat wajah tegang istri nya, Hermawan pun tersenyum dan mulai mendekati nya. Ia menyentuh wajah Claudia dengan jari-jari nya, lalu mendekatkan bibir nya ke bibir ranum Claudia.


Mendapat perlakuan mendadak dari suaminya, Claudia pun hanya pasrah lalu membalas nya sambil melingkarkan kedua tangan nya di pinggang lelaki dewasa tersebut.


Setelah itu, Hermawan pun mulai melepaskan pagutan nya dan berkata...


"Sayang, Om boleh melakukan nya lagi gak?" tanya Hermawan dengan mata sayu dan suara serak, akibat di selimuti oleh gairah nya sendiri.


Claudia pun langsung mengangguk sebagai jawaban. Hermawan tersenyum sumringah lalu kembali mencium bibir istri nya.


Hermawan mulai mengangkat tubuh ramping Claudia ke atas ranjang, dan merebahkan nya dengan perlahan.


Ia mulai membuka pakaian yang melekat di tubuh Claudia sampai polos tak bersisa, lalu melemparkan nya ke lantai. Setelah itu, ia pun mulai menurunkan cumbuan ke bagian leher Claudia.


Hermawan tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan yang sudah di berikan oleh istri nya.


Dan pada akhirnya, pergumulan panas itu pun kembali terulang di atas ranjang empuk berukuran king size tersebut.


Hermawan terus memanjakan Claudia hingga membuat gadis itu semakin terlena dan terbuai oleh pelayanan terbaik nya.


Setelah selesai, Hermawan pun tersenyum dan mengecup kening Claudia dengan mesra.


"Terima kasih ya, sayang. Terima kasih atas semua nya," ucap Hermawan lalu kembali mencium bibir Claudia, dan memeluk tubuh nya dengan sangat erat.


"Ya sama-sama, Om." Claudia tersenyum mendapatkan serangan bertubi-tubi dari suami tua nya.


Hermawan mengangkat tubuh lelah Claudia ala bridal style ke dalam kamar mandi, lalu menyalakan shower.


Mereka berdua mulai membersihkan diri di bawah guyuran air shower yang hangat. Setelah selesai, Hermawan dan Claudia segera keluar dan melilitkan handuk ke tubuh masing-masing.

__ADS_1


Setelah berpakaian, Claudia duduk di kursi meja rias dan memoles sedikit wajah nya. Sedangkan Hermawan, ia hanya memakai celana pendek lalu duduk di pinggir ranjang.


Hermawan memperhatikan gerak-gerik Claudia dari pantulan cermin yang berada tepat di depan nya.


"Om, aku boleh berkunjung ke rumah bapak gak?" tanya Claudia lalu ikut duduk di samping suami nya.


"Ya boleh dong, sayang. Emang kapan kamu mau kesana?" tanya Hermawan balik sambil membelai rambut pirang istri nya.


"Hmmmm, niat nya sih besok siang," jawab Claudia.


"Ohhh, ya udah kalau gitu. Besok setelah makan siang kita berangkat kesana," balas Hermawan menyetujui permintaan Claudia.


"Yey, makasih ya, Om!" ucap Claudia girang lalu mendaratkan kecupan kilat di pipi kanan Hermawan.


"Sama-sama, sayang." Hermawan tersenyum melihat tingkah manja istri kesayangan nya, lalu membawa tubuh wanita muda itu ke dalam dekapan hangat nya.


Sedang asyik bermanja-manja dengan Claudia, tiba-tiba...


"Permisi, Pak Hermawan." Mbok Saripah mengetuk-ngetuk pintu sambil menyebut nama majikan nya.


"Ya, tunggu bentar, mbok!" sahut Hermawan lalu melangkah menuju pintu dan membuka nya.


Ceklek...


"Ya, ada apa, mbok?" tanya Hermawan setelah pintu terbuka lebar.


"Anu, Pak. Ada pak Jeky di ruang tengah. Kata nya ingin bertemu dengan bapak," jawab mbok Saripah.


"Oh, ya sudah. Tolong bilang sama dia, sebentar lagi saya akan menemuinya," ucap Hermawan.


"Baik, Pak."

__ADS_1


Mbok Saripah kembali turun ke lantai dasar, dan menemui Jeky yang sedang duduk di ruang tengah, sambil mengotak-atik ponsel nya.


"Maaf, Pak Jeky. Kata Pak Hermawan, sebentar lagi dia akan menemui bapak," tutur mbok Saripah menyampaikan pesan Hermawan kepada Jeky.


"Oh, oke. Terima kasih ya, mbok!" jawab Jeky mengangguk dan menyunggingkan senyum.


"Ya sama-sama, Pak. Kalau begitu saya permisi dulu ya, Pak. Mari...!" pamit mbok Saripah kembali melangkah ke dalam dapur, dan membuat kopi untuk Jeky dan majikan nya.


"Oke, silahkan, mbok!" balas Jeky lalu kembali mengotak-atik benda pipih yang ada di tangan nya.


Setelah berpakaian, Hermawan berpamitan kepada Claudia untuk menemui Jeky, sekertaris sekaligus sahabat nya tersebut.


"Sayang, Om ke bawah dulu ya! Om ingin menemui Jeky," ucap Hermawan lalu menarik tubuh Claudia dan mengecup kening nya.


"Ya, Om." Claudia tersenyum dan mengangguk kan kepala.



Claudia memandangi kepergian Hermawan dengan tatapan nanar.


Setelah berpamitan, Hermawan segera keluar dari kamar dan turun ke lantai dasar dengan langkah tergesa-gesa. Sampai di ruang tengah, ia pun langsung mendudukkan diri di atas sofa yang ada di depan Jeky.


"Gimana, Jek? Apakah sudah ada informasi tentang dia?" tanya Hermawan sembari menyalakan rokok.


"Ya, aku sudah mengetahui tempat tinggal nya. Dia tinggal di apartemen A lantai 20, tak jauh dari kantor kita." Jeky menyerahkan beberapa lembar foto seorang wanita kepada Hermawan.


"Oke, god." Hermawan manggut-manggut lalu menerima foto-foto itu dari tangan Jeky. Ia memandangi satu persatu foto itu dengan wajah geram.



"Awas kau, Nadia! Aku tidak akan membiarkan mu mengganggu ketenangan rumah tangga ku," gumam Hermawan sambil mengepalkan tangan nya.

__ADS_1


🌺 Terima kasih atas kunjungan dan dukungan nya man teman. Jangan lupa tinggalkan jejak like, komen, vote dan favorit nya ya 🌺


__ADS_2