Dinikahi Om-Om Dingin

Dinikahi Om-Om Dingin
Bab 19 ~ Untuk Pertama Kalinya


__ADS_3

Claudia tidak sanggup menahan diri, saat Hermawan mencumbui seluruh tubuh nya. Hingga pada akhirnya, ia pun mencapai puncak kenikmatan untuk pertama kalinya.


Melihat Claudia melakukan pelepasan, Hermawan pun langsung membuka celana pendek nya, dan segera memasukkan belalai keras nya ke dalam lubang buaya Claudia.


Namun, ia berkali-kali gagal melakukan nya. Hermawan sedikit kesusahan untuk menenggelamkan belalai besar nya ke dalam lubang yang masih suci tersebut.


"Aduuuuh, kok susah banget sih masukin nya?" gerutu Hermawan kesal.


Ia sudah mencoba nya sebanyak tiga kali. Namun, ia tetap saja gagal dan tidak berhasil menjebol gawang Claudia. Hingga akhirnya, ia pun kembali mencoba. Hermawan menghentakkan belalai nya itu dengan sedikit kuat, dan...


Bless...


Belalai nya pun berhasil masuk dengan sempurna ke dalam lubang buaya Claudia.


"Ahh, akhirnya berhasil juga," gumam Hermawan girang.


Dan itu berhasil membuat Claudia terkejut tidak karuan. Ia memekik kesakitan sambil membelalakkan mata, akibat perbuatan suami nya barusan.


"AAAUUW... Sakit banget, Om!" teriak Claudia sambil memegangi sekitaran area pribadi nya, yang terasa berdenyut-denyut nyeri.


"Tahan ya, sayang! Rasa sakit nya cuma sebentar aja kok. Lama-kelamaan pasti akan berubah jadi enak, percayalah!" bujuk Hermawan sambil mendaratkan kecupan mesra di bibir Claudia.


Claudia yang masih lugu pun hanya mengangguk, menanggapi ucapan Hermawan. Ia tidak lagi menjerit atau pun berusaha melepaskan diri.


Setelah Claudia kembali tenang, Hermawan pun mulai melakukan gerakan maju mundur nya dengan perlahan.


"Gimana, masih terasa sakit nggak?" tanya Hermawan sambil terus melakukan gerakan nya.


"U-udah enggak, Om." Claudia malu-malu menjawab pertanyaan Hermawan.


Gadis itu menggigit bibir bawah nya, lalu mulai memejamkan mata. Ia tampak sedang menikmati hasil dari permainan suaminya.


Claudia mulai mengeluarkan desah*n-desah*n nikmat, yang mampu membuat Hermawan semakin bersemangat untuk melakukan kegiatan nya.


"Om, geli banget, Om. Ahh..." racau Claudia masih dengan mata terpejam, menikmati goyangan maut suami nya.


"Tapi enak kan, sayang?" goda Hermawan sembari tersenyum puas.


"I-iya sih," jawab Claudia tergagap.


Hermawan kembali mencium bibir Claudia dengan lembut. Kedua tangan nya pun tak tinggal diam, ia memilin-milin ujung gunung Claudia dengan jari-jari nakal nya.


Dan itu membuat Claudia semakin tidak terkendali. Ia terus meliuk-liukkan tubuh nya, karena tidak tahan dengan ulah Hermawan.


Hermawan yang semakin bersemangat pun semakin mempercepat gerakan nya. Hingga membuat tubuh dan kedua gunung Claudia berguncang-guncang tidak karuan. Hingga pada akhirnya...

__ADS_1


"Aaakkhh... Om keluar, sayang..." teriak Hermawan dengan tubuh menegang, saat melakukan pelepasan nya. Ia menyemburkan benih nya ke dalam rahim Claudia.


Mendengar teriakan Hermawan, Claudia pun langsung membuka mata dan bertanya...


"Apa nya yang keluar, Om?" tanya Claudia dengan polos nya.


"Calon bayi kita, sayang." Hermawan tersenyum menjawab pertanyaan konyol istri lugu nya.


Mata Claudia pun langsung terbelalak selebar-lebar nya, ketika mendengar "calon bayi" dari bibir Hermawan.


"APA? CALON BAYI?" teriak Claudia.


"Iya, calon bayi kita," sambung Hermawan membenarkan perkataan istrinya.


"Emang bisa ya, Om?" tanya Claudia tidak percaya.


"Ya, bisa lah. Emang kenapa? Kamu nggak mau ya, punya bayi dari Om?" selidik Hermawan masih dengan belalai yang terbenam di lubang buaya Claudia.


Ia masih terus membiarkan benda pusaka nya itu tertancap di sarang nya. Hermawan sama sekali tidak berniat untuk mencabut nya.


"Bu-bukan nya nggak mau, Om. Ta-tapi apa nggak kecepatan ya, kalau kita punya bayi sekarang?" ucap Claudia sedikit ragu.


"Ya enggak lah, sayang. Usia mu ini sudah pas untuk menjadi seorang ibu," jawab Hermawan meyakinkan.


"Trus, kapan dedek bayi nya bisa jadi?" tanya Claudia penasaran.


"Secepat nya, sayang. Maka nya, kalau kamu ingin segera punya dedek bayi, kita harus sering-sering membuat nya, biar cepat jadi," jawab Hermawan asal sembari tersenyum geli melihat kepolosan istri kecil nya.


"Sering-sering membuat nya? Maksudnya gimana sih, Om? Aku nggak ngerti," tanya Claudia bingung. Ia mengerutkan kening sambil terus menatap wajah tampan Hermawan.



"Cara membuat nya ya seperti ini, seperti yang kita lakukan tadi," jelas Hermawan sambil menghentak-hentakkan pinggul nya.


"HAH?" Lagi... Claudia terkejut melihat tingkah nakal suami nya.


Akibat ulah Jahil Hermawan, belalai yang tadi nya sudah lemas, kini mulai hidup kembali dan siap untuk di mainkan kembali.


"Loh, kok hidup lagi itu nya, Om?" tanya Claudia heran, saat merasakan ada benda yang mengeras di dalam lubang nya.


"Hehehehe, iya... Mau minta lagi dia," jawab Hermawan cengar-cengir.


"APA? MAU MINTA LAGI?" pekik Claudia dengan biji mata yang hampir keluar dari sarang nya.


"Iya, sayang." Hermawan tersenyum melihat wajah lucu Claudia.

__ADS_1


"Gimana, kamu mau kan melakukan nya lagi? Biar dedek bayi nya cepat jadi," bujuk Hermawan sambil menaik turun kan alisnya.


Claudia tidak langsung menjawab. Ia terdiam sejenak, sambil memikirkan permintaan Hermawan barusan.


"Haduuuh, bagaimana ini? Baru saja selesai, masa mau minta lagi sih? Kuat banget tenaga nya si beruang kutub satu ini," gerutu Claudia dalam hati.


"Enak sih, tapi kalau sering-sering melakukan nya, bisa-bisa lecet semua ini ku nanti," lanjut Claudia sambil memegangi area pribadi nya yang masih terus di sumpal oleh belalai Hermawan.


Setelah beberapa saat bergelut dengan isi kepala, akhirnya Claudia pun mengangguk, menyetujui permintaan suami nya.


"Oke, aku mau, Om. Lakukan lah...!" ucap Claudia mantap.


Wajah Hermawan pun langsung berbinar cerah, ketika mendengar jawaban Claudia yang sesuai dengan keinginan nya.


"Yes, makasih ya, sayang." Hermawan tersenyum lebar, lalu mengecup kening, pipi dan bibir Claudia dengan membabi-buta.


Melihat Hermawan begitu bersemangat, Claudia pun hanya tersenyum dan pasrah menerima perlakuan suami nakal nya.


Setelah mendapat persetujuan dari si empunya badan, Hermawan pun tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan langka tersebut.


Ia langsung tancap gas, dan kembali melakukan pergumulan panas nya dengan Claudia, istri tercinta nya.


Akhirnya, suara-suara indah pun kembali menggema di setiap sudut ruangan kamar mewah itu. Claudia dan Hermawan saling memadu kasih, di atas ranjang empuk yang berukuran king size tersebut.


Dengan keadaan tubuh yang sama-sama bermandikan keringat, Hermawan pun terus memacu gerakan-gerakan liar nya dengan penuh gairah.


"Ahh, nikmat nya, sayang..." racau Hermawan.


Begitu pula sebaliknya, Claudia kembali memejamkan mata dan menikmati hasil kerja keras suami nya.


Setelah melakukan permainan selama hampir dua jam, Hermawan pun semakin mempercepat laju gerakan nya. Hingga akhirnya, mereka berdua pun memuncak secara bersamaan.


"Terima kasih ya, sayang. Kamu sudah melakukan kewajiban mu sebagai seorang istri," ucap Hermawan lalu mengecup kening Claudia.


"Iya, sama-sama, Om." Claudia tersenyum mendapat perlakuan manis dari Hermawan.


Masih dengan nafas naik turun tidak karuan, Hermawan pun menjatuhkan tubuh lemas nya di samping Claudia.


Setelah beberapa saat mengistirahatkan diri, Claudia pun mulai mendudukkan tubuh polos nya.


Saat hendak beranjak dari ranjang, tiba-tiba mata Claudia membulat sempurna, ketika melihat darah segar bercampur dengan cairan kental yang keluar dari area pribadi nya.


"Aaaaaaaaaa...!" pekik Claudia histeris.


🌺 Terima kasih atas kunjungan dan dukungan nya man teman. Jangan lupa tinggalkan jejak setelah membaca ya 🌺

__ADS_1


__ADS_2