Dinikahi Om-Om Dingin

Dinikahi Om-Om Dingin
Bab 9 ~ Gara-Gara Handuk


__ADS_3

🌺 Keesokan paginya 🌺


Claudia mulai terjaga dari tidur panjangnya. Setelah menguap dan mengucek-ngucek mata, ia ingin membalikkan tubuh miring nya.


Namun, alangkah terkejutnya ia, saat mendapati tangan kekar Hermawan yang sedang melingkar di pinggang nya.


Dengan keadaan tidak sadar, Hermawan memeluk tubuh Claudia dari belakang. Bahkan bukan itu saja, ia juga menenggelamkan wajah nya di ceruk leher gadis tersebut.


"Lololoh, kok jadi mepet gini sih? Perasaan semalam ada guling di tengah-tengah kami. Tapi, kenapa sekarang jadi begini?" batin Claudia bingung.


Gadis itu menoleh ke belakang. Ia memandangi wajah teduh Hermawan yang masih tertidur pulas, sambil memeluk diri nya.


"Hmmmm, ganteng sih. Tapi sayang, jutek nya nauzubillah," sungut nya dalam hati.


Claudia terus memandangi wajah suaminya dengan ekspresi berubah-ubah. Sebentar ia tersenyum geli, sebentar ia memanyunkan bibir nya.


"Haduuuh, gimana ini? Kalau aku bangunin, kira-kira dia marah nggak ya?" lanjut nya.


Di tengah kegundahan menyelimuti hati nya, tiba-tiba ia tersentak kaget saat mendengar suara serak Hermawan, yang sedang berbisik di telinga nya.


"Biarkan dulu seperti ini, Claudia!" pinta Hermawan.


Masih dengan mata tertutup, Hermawan semakin mengeratkan pelukannya. Ia mendekat kan bibir nya ke leher Claudia, lalu mengecup nya mesra.


Degh... Degh... Degh...


Dada Claudia langsung berdebar-debar, mendapat perlakuan mendadak dari Hermawan. Tubuh nya menegang dan tidak bisa berkata apa-apa lagi.


Bahkan, bukan itu saja, bulu kuduk Claudia juga ikut meremang akibat perbuatan suami tua nya tersebut.


"Duuuuh, kenapa suasananya jadi horor gini sih? Bikin merinding saja," gerutu nya dalam hati.


Tidak ingin berlama-lama dalam dekapan suaminya, Claudia pun mulai memikirkan cara untuk bisa melepaskan diri.


"Ah, pura-pura kebelet saja lah. Biar aman," lanjut nya lagi.


Setelah menghela nafas dalam-dalam, Claudia pun mulai melakukan akting nya. Ia berpura-pura ingin ke toilet, sambil memegangi area pribadi nya.


"Aduh, Om. Aku kebelet nih, pengen pipis." Claudia meringis sembari menggeliatkan badan nya.



"Halah, modus. Bilang saja kamu ingin menghindar, ya kan?" tebak Hermawan semakin mempererat pelukannya ke tubuh Claudia.


"Eng-enggak kok. Aku memang beneran pengen pipis. Kalau Om nggak percaya, aku keluarin disini nih," ancam Claudia.


Hermawan reflek melepas pelukan nya, dan sedikit menjaga jarak dengan Claudia. Ia menatap wajah bantal istri nya dengan perasaan kesal.


"E e e e eh, ya jangan dong! Aneh-aneh saja kamu. Ya udah cepetan sana, entar banjir pula ranjang ini kamu buat!" omel Hermawan.

__ADS_1


"Iya iya, cerewet banget sih, hihihihi..."


"Yey, akhirnya bisa lepas juga dari si beruang kutub!" batin nya girang.


Claudia cekikikan lalu bergegas turun dari ranjang. Ia berlari kecil menuju kamar mandi, lalu mengunci pintu rapat-rapat


"Hufff, selamet... selamet..." Claudia mengelus dada dan menyandarkan punggung di daun pintu.


"Ah, langsung mandi saja lah. Biar seger," gumam nya.


Claudia membuka seluruh pakaian nya, lalu berdiri di bawah guyuran shower. Setelah ritual mandi selesai, ia celingukan kesana kesini mencari handuk.


"Waduhhh, mati aku!" Claudia menepuk jidat nya sendiri.


"Bagaimana ini? Mana handuk nya ketinggalan di kamar lagi? Hadehh, bikin repot saja pun!" gerutu nya kesal.


Claudia membuka pintu perlahan, lalu menyembulkan kepala keluar. Ia kembali celingukan mencari keberadaan handuknya.


"Naaah, itu dia! Tapi, gimana cara ngambil nya ya?" gumam nya bingung, sambil menatap ke arah handuk yang tergantung di samping lemari pakaian.


Setelah beberapa saat berpikir, Claudia pun memutuskan untuk meminta bantuan Hermawan untuk mengambil handuk itu.


"Ssstt, Om!" panggil Claudia.


Hermawan yang sedang duduk di pinggir ranjang pun langsung menoleh. Ia mengerutkan kening, melihat kepala Claudia yang sedikit menyembul dari balik pintu.


"Ada apa?" tanya Hermawan.


"Boleh, minta tolong apa?" tanya Hermawan lagi.


"To-tolong ambilkan handuk ku, Om!" pinta Claudia tergagap.


"Handuk? Dimana?" tanya Hermawan sembari celingak-celinguk, mencari benda yang di pinta Claudia.


"Itu, Om!"


Claudia menunjuk ke arah lemari pakaian yang berada di sisi kiri ranjang.


"Oohhh, itu. Oke," balas nya.


Hermawan beranjak dari tempat duduk, lalu mengambil handuk putih itu, dan berjalan menuju kamar mandi. Saat hendak menyerahkan handuk ke tangan Claudia, tiba-tiba...


"E eh, stop stop stop!" teriak Claudia sembari merentangkan telapak tangan ke arah Hermawan.


"Kenapa?" tanya Hermawan bingung.


"Jangan mendekat lagi! Om cukup berdiri disitu saja. Sini handuk nya!" oceh Claudia menadahkan tangan.


"Emang nya kenapa? Kok Om nggak boleh mendekati mu?" selidik Hermawan.

__ADS_1


Claudia menggigit bibir bawah nya. Ia tampak kebingungan mencari alasan yang tepat, untuk menjelaskan kepada Hermawan.


"Hmmmm, karena... karena aku baru siap mandi, Om," jawab Claudia gugup.


"Trus, apa hubungannya dengan Om mendekati mu?" tanya Hermawan pura-pura tidak tahu.


Lelaki itu tersenyum miring. Ia sengaja mengerjai istri kecil nya. Hermawan senang melihat kepanikan Claudia, yang membuat wajah nya semakin terlihat imut dan menggemaskan.



"Hadehh, si beruang kutub ini. Masa gitu aja nggak paham sih? Menjengkelkan sekali," batin Claudia.


Dengan perasaan kesal, Claudia pun kembali berceloteh ria.


"Ya... Ya pasti ada hubungannya lah, Om. Tadi kan sudah aku bilang, kalau aku baru selesai mandi. Jadi ya, aku lagi tidak memakai apa-apa sekarang," jelas nya dengan nada pelan di akhir kata.


"Ooohhh, gitu. Bilang dong dari tadi. Nah, ini handuk nya!" balas Hermawan lalu menyerahkan handuk itu ke tangan Claudia.


Gadis itu tidak langsung mengambil nya. Ia menatap wajah Hermawan yang juga sedang menatap ke arah nya.


"Ada apa lagi?" tanya Hermawan mengerutkan kening.


"Hmmmm, Om bisa balik badan dulu nggak? Aku malu," jawab Claudia lirih.


"Kenapa mesti malu? Kamu itu kan istri ku, jadi..." kata-kata Hermawan terjeda.


"Tolong dong, Om! Pliiiiss," pinta Claudia memelas.


"Ya ya ya, baik lah."


Hermawan menghela nafas panjang, lalu membalikkan badan nya. Akan tetapi, ia sengaja sedikit menjauh agar Claudia kesusahan, untuk meraih handuk yang ada di tangan nya.


"Nah, ambillah!" ujar Hermawan merentangkan tangan ke arah Claudia.


Gadis itu tidak menjawab, ia segera mengulurkan tangan dan sedikit menjinjit di balik pintu. Claudia tampak kesusahan meraih handuk yang di berikan Hermawan.


Hingga akhirnya, gadis itu tidak bisa menyeimbangkan badan nya. Dan tiba-tiba...


"Aaaaaaa..."


Mendengar teriakan Claudia, Hermawan pun langsung menoleh dan reflek menangkap tubuh polos istri nya, yang hampir saja jatuh tersungkur ke atas lantai.


Glek...


Hermawan menelan ludah dengan susah payah, ketika melihat tubuh mulus Claudia yang terpampang jelas di depan mata nya, tanpa berbalut sehelai benang pun.


"Duh, kenapa dada ku jadi deg-degan gini?" batin Hermawan dengan mata membulat, melihat pemandangan yang sangat menggiurkan di pangkuan nya.


"Haduuuh, mampus aku!" gerutu Claudia dalam hati.

__ADS_1


🌺 Terima atas kunjungan dan dukungan nya man teman.. Jangan lupa tinggalkan jejak sesudah membaca ya🥰🙏🌺


__ADS_2