
"Ya tidak apa-apa dong, sayaaaang... Nama nya juga pengantin baru, ya wajar lah kalau Om minta jatah," jawab Hermawan dengan santai.
"Wajar sih wajar, tapi ya gak siang bolong juga kali, Om." Claudia menggerutu kesal.
Melihat wajah cemberut Claudia, Hermawan pun hanya tersenyum miring. Ia mengangkat tubuh wanita muda itu, lalu membawa nya ke lantai atas tanpa meminta izin terlebih dahulu.
Mendapat perlakuan mendadak seperti itu, Claudia pun langsung terkejut dengan mata terbelalak lebar. Ia memekik kuat lalu reflek melingkarkan kedua tangan di leher suami nya.
Aaaaaaa...!" teriak Claudia dengan suara melengking.
"Ssstttt... Jangan berisik! Entar mbok Saripah denger," bisik Hermawan.
"Eh, iya lupa, hihihihi..." Claudia cekikikan sambil menutup mulut dengan satu tangan.
Sampai di depan kamar, Hermawan langsung membuka pintu dan melangkah masuk ke dalam. Ia membaringkan tubuh Claudia ke atas ranjang secara perlahan, kemudian Hermawan kembali berjalan beberapa langkah untuk mengunci pintu.
Setelah itu, ia kembali mendekati Claudia dan duduk di sebelah tubuh nya. Hermawan memandangi wajah cantik Claudia dengan tatapan sayu, sambil merapikan anak rambut yang menutupi sebagian wajah nya.
Claudia menutup mata. Ia tidak sanggup menatap manik mata Hermawan yang sedari tadi masih terus memandangi nya.
"Jangan di pandangi terus, Om. Entar lama-lama wajah ku bisa berubah," sindir Claudia masih dengan menutup mata, tanpa menoleh sedikit pun kepada lawan bicara nya.
Tawa Hermawan langsung pecah seketika. Ia merasa lucu dengan ucapan Claudia yang sangat tidak masuk akal menurut nya.
"Hahahaha... Bisa saja kamu. Emang nya bisa berubah jadi apa sih? Mak kunti? Atau Mak sundel?" ledek Hermawan sambil terus tergelak.
"Kayak nya sih dua-duanya, hehehehe..." jawab Claudia terkekeh.
"Hahahaha, edan!" umpat Hermawan sembari mengacak-acak rambut Claudia dengan gemas.
Setelah selesai berhaha-hihi bersama istri tercinta, Hermawan pun mulai menempelkan bibir nya ke bibir Claudia. Ia mulai menikmati bibir ranum istri kecil nya dengan lembut.
Claudia pun tak tinggal diam. Ia menyambut baik kegiatan Hermawan dan membalas nya. Kemudian Hermawan pun mulai menurunkan cumbuan nya ke bagian-bagian lain nya.
__ADS_1
Suara-suara indah pun mulai keluar dari bibir Claudia, saat Hermawan terus memberikan sentuhan nya.
Claudia terus saja menggeliat-geliat seperti belatung nangka. Ia tampak sangat menikmati hasil dari perbuatan suami nya dengan mata terpejam.
Dan itu berhasil membuat Hermawan semakin bertambah semangat dalam melakukan kegiatan nya.
Hingga akhirnya, pergumulan panas nan nikmat pun terjadi di atas ranjang berukuran king size tersebut. Mereka saling memberi dan menerima satu sama lain.
Setelah bergumul selama hampir dua jam, Hermawan pun menyudahi aksi nya. Kemudian mereka berdua pun bergegas beranjak dari ranjang, lalu melangkah masuk ke dalam kamar mandi.
Setelah membersihkan diri, Claudia dan Hermawan kembali memakai pakaian, dan merapikan penampilan masing-masing.
"Om, aku istirahat bentar ya! Capek banget nih," ucap Claudia sembari memegangi pinggang nya yang terasa kaku dan pegal, akibat pertempuran yang baru saja mereka lakukan barusan.
"Oke, istirahat lah. Om juga mau kembali ke kantor. Ada hal penting yang harus Om urus dengan Jeky," balas Hermawan menyunggingkan senyum termanis nya.
"Oke, Om. Hati-hati di jalan ya!" jawab Claudia membalas senyuman suami nya.
"Iya, sayang." Hermawan tersenyum lalu mendaratkan kecupan mesra di dahi istri nya.
Setelah bayangan Hermawan hilang dari pandangan, Claudia pun langsung merebahkan diri di atas ranjang. Ia mulai memejamkan mata sambil memeluk guling.
Selang beberapa menit, wanita berambut pirang itu pun mulai terlelap, dan masuk ke alam mimpi indah nya.
Hermawan mengendarai mobil nya dengan kecepatan sedang menuju kantor. Ia ingin menemui sekretaris pribadi nya Jeky, untuk membahas mengenai rencana yang sudah mereka sepakati bersama.
Sesampainya di kantor, Hermawan berjalan dengan langkah terburu-buru menuju ruang kerja nya.
Ceklek...
Saat pintu terbuka, mata Jeky pun langsung membulat sempurna, ketika melihat kedatangan Hermawan yang secara tiba-tiba ke dalam ruangan tersebut.
"Huh, kamu ini bikin kaget aku saja," gerutu Jeky menghembuskan nafas kasar.
__ADS_1
Hermawan tidak menggubris gerutuan Jeky. Ia terus mengayunkan langkah nya menuju sofa, tempat dimana lelaki brewok itu sedang duduk.
"Jek, apa menurut mu tidak kebanyakan ya, sampai menyuruh 3 orang untuk menjaga rumah ku? Sedangkan kau tau sendiri, kalau di rumah ku itu sudah ada Yanto?" tanya Hermawan sembari menyalakan rokok dan menghisap nya perlahan.
"Ya enggak lah, bos. Semakin ketat penjagaan, maka akan semakin baik untuk keselamatan istri mu," jawab Jeky tanpa menoleh sedikit pun kepada Hermawan.
Ia masih terus sibuk mengotak-atik laptop yang ada di atas meja, untuk menyelesaikan pekerjaan nya. Hermawan manggut-manggut membenarkan perkataan Jeky, yang kemungkinan besar benar ada nya.
"Hhhmmm, bener juga sih."
Lelaki tampan itu menatap ke arah jendela kaca dengan pandangan menerawang. Ia juga mengkhawatirkan keselamatan Claudia, jika ia sedang berada di luar rumah.
Hermawan tidak ingin Nadia kembali mengganggu ketenangan rumah tangga nya, dan terjadi apa-apa dengan istri kesayangan nya itu. Hermawan terus saja merenung sambil sesekali menghisap rokok yang ada di tangan nya.
Setelah menyelesaikan tugas nya, Jeky pun mulai menutup laptop, dan menyandarkan punggung nya di bahu sofa. Ia merenggang otot-otot tangan dan kaki yang terasa pegal, sambil melirik ke arah Hermawan dengan ekor mata nya.
"Kamu ini kenapa sih, Her? Dari tadi aku perhatiin kamu melamun terus. Apa ada masalah lain yang sedang kamu pikirkan?" selidik Jeky penasaran.
"Gak ada. Aku hanya sedikit lelah," jawab Hermawan menggelengkan kepala.
"Lelah? Emang nya kamu ngapain aja di rumah?" lanjut Jeky semakin penasaran.
"Kepo," jawab Hermawan asal.
Hermawan mengalihkan pandangannya ke arah lain.
"Bukan kepo, tapi penasaran. Hehehehe..." balas Jeky nyengir kuda.
"Sama aja, dodol!" umpat Hermawan ketus.
Jeky hanya senyam-senyum melihat wajah masam Hermawan. Ia memang sangat senang menggoda atasan sekaligus sahabat nya itu. Sebab Hermawan yang dulu nya sedingin es balok, kini sudah jauh berubah.
__ADS_1
"Semoga kebahagiaan selalu menyertai rumah tangga mu, Her. Aku sangat bahagia melihat perubahan mu seperti ini," batin Jeky sambil mengulas senyum.
🌺 Terima kasih atas kunjungan dan dukungan nya bestie 🥰 Jangan lupa tinggalkan jejak setelah membaca ya 🌺