Dinikahi Om-Om Dingin

Dinikahi Om-Om Dingin
Bab 28 ~ Rencana Nadia


__ADS_3

Sesudah menitipkan pesan kepada mbok Saripah, Hermawan pun melanjutkan langkah nya menuju garasi mobil. Selesai memanasi mesin kendaraan nya, Hermawan pun mulai menjalankan mobil nya menuju kantor.


Setelah menempuh perjalanan sekitar hampir satu jam, Hermawan pun sudah tiba di depan gedung putih berlantai dua puluh.


Sesudah menyerahkan kunci kepada security untuk memarkirkan mobil nya, Hermawan pun melangkah ke dalam gedung itu dan masuk ke dalam lift untuk menuju ke lantai lima belas, tempat dimana ruangan nya berada.


Saat pintu lift akan tertutup, tiba-tiba terdengar suara teriakan Jeky yang sedang berlari menuju ke arah nya.


"TUNGGU, BOS...!" pekik Jeky lalu nyelonong masuk ke dalam lift.


Setelah itu, Jeky pun langsung memencet angka lima belas, dan pintu lift pun kembali tertutup rapat.


"Bos, ada info penting tentang Nadia hari ini," ucap Jeky membuka percakapan.


Hermawan yang sedari tadi memasang wajah dingin tanpa ekspresi pun langsung menoleh, setelah mendengar penuturan Jeky.


"Info apa?" tanya Hermawan penasaran.


"Ternyata Nadia tidak tinggal sendiri di apartemen itu. Dia kumpul kebo dengan seorang lelaki bule yang bernama Marcho," jawab Jeky sambil menunjukkan beberapa foto kepada Hermawan dari ponsel nya.


Hermawan mengambil ponsel itu dari tangan Jeky, lalu menatap foto-foto itu satu persatu dengan wajah biasa saja. Setelah itu, ia pun mengembalikan ponsel itu kepada Jeky dan berkata...


"Trus, ada info apa lagi yang kau ketahui tentang dia?" tanya Hermawan.


"Menurut informasi dari Arman, Nadia dan pacar nya itu mempunyai rencana busuk untuk menjatuhkan mu, bos. Mereka berdua ingin mengambil alih perusahaan ini, dan juga seluruh kekayaan mu," jelas Jeky.


Mendengar penjelasan Jeky, tawa Hermawan pun langsung pecah seketika.


"Hahahaha, coba saja kalau mereka bisa," gelak Hermawan.


Ting... suara pintu lift terbuka.


Hermawan terus saja tertawa dengan suara menggelegar sambil melangkah keluar dari lift. Sedangkan Jeky, ia hanya terbengong melihat tingkah aneh atasan nya, lalu mengikuti langkah Hermawan dari belakang.


Setibanya di ruangan kerja, Hermawan duduk di bangku kebesaran nya lalu membuka laptop yang tergeletak di atas meja.


Sementara Jeky, ia duduk di sofa yang berada di sudut ruangan itu, dan mulai di sibukkan dengan berkas-berkas dan laptop yang ada di hadapannya.


"Jek, setelah jam makan siang nanti, kamu handle semua pekerjaan ini ya! Aku ada keperluan penting di rumah," ucap Hermawan tanpa menoleh kepada lawan bicara nya.


Jeky yang sedang sibuk mengotak-atik laptop nya pun langsung menoleh, dan memandang wajah dingin Hermawan dengan tatapan menyelidik.

__ADS_1


"Emang nya ada keperluan penting apa di rumah mu? Jangan bilang kalau kau ingin bersenang-senang dengan istri cantik mu itu?" tebak Jeky.


"Bukan urusan mu," jawab Hermawan ketus, dan masih tetap fokus menatap layar laptop yang ada di depan nya.


"Huuuuu, dasar gila! Mentang-mentang pengantin baru bawaan nya kok mau nempeeeelll terus kayak perangko," cibir Jeky lalu melanjutkan aktivitas nya kembali.


Tawa Hermawan pun kembali pecah, saat mendengar celotehan sekertaris gendeng nya tersebut.


"Hahahaha, iri bilang bos!" ledek Hermawan.


"Bukan nya iri, tapi risih." Jeky mendengus kesal, lalu melirik sinis ke arah Hermawan dengan mata elang nya.


"Halah, alasan. Bilang saja kamu iri dengan ku, karena kamu belum mempunyai pasangan. Ya kan, hayo ngaku!" cibir Hermawan tersenyum miring.


"Gak lah, ngapain juga harus iri dengan mu? Buang-buang waktu ku saja," bantah Jeky tidak terima dengan ledekan Hermawan.


"Ya ya ya, terserah kau saja lah," balas Hermawan pasrah dan kembali melanjutkan tugas nya.


Mereka berdua kembali terdiam, dan sibuk dengan urusan dan pekerjaan masing-masing.


🌺 Beralih ke apartemen Nadia 🌺


"Ayo, beib! Tambah lagi kekuatan mu, ahh..." racau Nadia dengan nafas terengah-engah dan mata terpejam.


"Baik lah, sayang. Dengan senang hati, aku akan menuruti keinginan mu itu," jawab Marcho.


Lelaki bule itu semakin menambah kekuatan nya, dan memporak porandakan isi lubang kenikmatan Nadia dengan kecepatan penuh.


Ia terus memacu gerakan maju mundur nya dengan semangat menggebu-gebu dan keringat yang mengucur deras di tubuh atletis nya.


Bukan merasa kesakitan atas kebrutalan Marcho, Nadia malah tampak semakin terlena dan keenakan, menerima serangan demi serangan yang di lakukan oleh kekasih gelap nya tersebut.


"Bagaimana, sayang? Apakah permainan seperti ini yang kau inginkan?" tanya Marcho di sela-sela kegiatan nya.


"Iya, beib. Aku sangat menyukai permainan seperti ini, ahh..." jawab Nadia sambil terus mendes*h nikmat.


Setelah bergumul ria selama dua setengah jam, Marcho pun semakin mempercepat laju gerakan nya. Hingga pada akhirnya, mereka berdua pun mencapai puncak kenikmatan secara bersamaan.


"Aakkhh..." pekik Nadia dan Marcho serempak.


Lelaki bule itu menyemburkan cairan kental nya di atas kedua paha mulus Nadia. Setelah itu, ia menjatuhkan tubuh lemas nya di samping Nadia dengan nafas yang masih naik turun tidak karuan.

__ADS_1


Setelah pergumulan panas berakhir, Nadia segera berlari kecil ke dalam kamar mandi, lalu membersihkan diri di bawah guyuran air shower yang hangat.


Setelah selesai, ia kembali melangkah menuju ranjang dan memunguti pakaian nya yang berserakan di lantai.


Selesai berpakaian, Nadia duduk di tepi ranjang lalu menyalakan rokok. Ia melirik ke arah Marcho yang masih anteng berbaring di samping nya, dengan keadaan polos tanpa sehelai benang pun.


"Beib, bagaimana dengan rencana kita selanjutnya?" tanya Nadia sambil sesekali menghisap rokok yang ada di tangan nya.


"Rencana apa?" tanya Marcho berpura-pura lupa. Ia mulai bangkit dari baring nya dan duduk di sebelah Nadia.


"Ck, masa gitu aja lupa sih? Dasar, laki-laki pikun!" cibir Nadia berdecak kesal.


"Bukan lupa, sayang. Tapi gak ingat, hehehehe..." jawab Marcho sembari terkekeh dan menoel-noel dagu Nadia.


"Sama aja, kamvret!" gerutu Nadia semakin kesal, lalu menoyor jidat lebar Marcho dengan jari telunjuk nya.


Marcho hanya cengar-cengir menerima perlakuan Nadia. Ia mengambil rokok yang tergeletak di atas meja rias lalu menyalakan nya.


"Kamu tenang saja, sayang! Aku sudah mempunyai cara yang halus dan rapi, untuk menghancurkan mantan pacar mu yang angkuh itu," tutur Marcho berusaha meyakinkan Nadia.


Mendengar ucapan Marcho, Nadia yang sedang menatap diri nya dari pantulan cermin pun langsung menoleh.



"Cara halus seperti apa?" tanya Nadia penasaran sambil menautkan kedua alis.


"Ada deeeh, kamu tidak perlu tahu tentang rencana ku itu. Yang penting, kamu tinggal terima bersih saja nanti, hahahaha..." gelak Marcho lalu menghisap rokok nya kembali.


"Oke, aku percaya kan semua masalah ini pada mu. Tapi ingat, aku tidak ingin mendengar kata gagal dari bibir mu," ucap Nadia dengan penuh peringatan.


"Siap, nona manis!" balas Marcho tersenyum lalu mendaratkan kecupan-kecupan kilat bibir dan wajah Nadia.


Wanita itu hanya diam menerima kenakalan lelaki berbadan atletis tersebut.


Selesai berbincang-bincang mengenai rencana jahat untuk menjatuhkan Hermawan, Marcho pun beranjak dari tempat duduk nya dan melangkah ke arah kamar mandi dengan handuk yang melilit di pinggang.


Sementara Nadia, ia menatap punggung kekar Marcho sambil tersenyum miring.


"Hermawan, sampai kapan pun aku tidak akan pernah membiarkan mu hidup bahagia dengan wanita lain. Dan aku pasti kan, kau akan menderita seperti yang aku alami saat ini, hahahaha..." batin Nadia girang.


Wanita licik itu merasa sangat bahagia, ketika membayangkan kehancuran yang akan menimpa Hermawan, mantan pacar nya tersebut.

__ADS_1


🌺 Terima kasih kunjungan dan dukungan nya man teman. Jangan lupa tinggalkan jejak setelah membaca ya 🥰🥰🌺


__ADS_2